Kenali Penyakit Sistem Gerak: Gangguan Otot, Tulang, dan Sendi yang Paling Sering Terjadi
Sistem gerak manusia terdiri dari otot, tulang, dan sendi yang bekerja sama agar tubuh bisa bergerak dengan baik. Namun, sistem ini tidak lepas dari berbagai gangguan. Penyakit Sistem Gerak bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, dewasa, maupun lansia. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis-jenis penyakit ini agar kita dapat mencegah sekaligus mengenali gejalanya sejak dini.Selain itu, mengetahui penyebabnya juga membantu dalam menentukan langkah pengobatan yang tepat.
Fungsi Sistem Gerak pada Manusia
Sistem gerak tidak hanya berfungsi untuk berjalan atau berlari, tetapi juga memiliki peran penting lain, antara lain:
- Membentuk tubuh dan menjaga postur.
- Mendukung pergerakan sehari-hari.
- Melindungi organ dalam dari benturan.
- Menyimpan mineral seperti kalsium dan fosfor pada tulang.
- Membantu sirkulasi darah melalui kontraksi otot.
Jenis Penyakit Sistem Gerak
Berikut adalah penjelasan tentang penyakit sistem gerak yang melibatkan gangguan otot, tulang, dan sendi yang paling sering terjadi:
-
Myasthenia Gravis
Merupakan penyakit autoimun pada saraf dan otot yang menyebabkan otot rangka menjadi lemah. Kondisi ini terjadi karena terganggunya komunikasi antara saraf dengan otot. Gejalanya bisa berupa kesulitan berbicara, menelan, atau bergerak. Uniknya, keluhan sering membaik setelah penderita beristirahat.
-
Tremor
Tremor adalah gerakan gemetar yang muncul tanpa bisa dikendalikan, biasanya terjadi pada tangan atau kepala. Penyebab utamanya adalah gangguan pada otak yang mengatur fungsi otot. Meski tidak berbahaya, tremor bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti menulis atau memegang benda.
-
Penyakit Parkinson
Penyakit ini termasuk gangguan degeneratif akibat berkurangnya zat dopamin di otak. Penderita mengalami gejala khas seperti tangan bergetar (tremor), pergerakan yang melambat, otot kaku, dan gangguan keseimbangan. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kesulitan berbicara dan menulis.
-
Distonia
Distonia ditandai dengan gerakan otot yang muncul secara tidak terkendali. Kondisi ini bisa mengenai satu bagian tubuh atau menyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya, penderita dapat mengalami postur tubuh yang aneh dan disertai tremor.
-
Ataksia
Ataksia merupakan gangguan pada koordinasi tubuh. Penderita kesulitan berjalan, berbicara, atau menelan dengan baik. Kadang-kadang, gejalanya disertai tremor dan gangguan pergerakan mata, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi semakin sulit.
-
Chorea
Chorea menimbulkan gerakan tiba-tiba, cepat, dan tidak disadari pada bagian tubuh seperti wajah, tangan, atau kaki. Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan berbicara, menelan, hingga berjalan dengan normal.
-
Sklerosis Lateral Amiotrofik (ALS)
ALS adalah penyakit saraf degeneratif yang bersifat progresif. Penyakit ini merusak sel saraf motorik sehingga penderita mengalami kesulitan berbicara, menelan, bergerak, bahkan bernapas. Hingga kini, belum ditemukan pengobatan yang benar-benar menyembuhkan ALS.
-
Tendinitis
Tendinitis adalah peradangan pada tendon, yaitu jaringan penghubung antara otot dan tulang. Kondisi ini sering menyerang bahu, pergelangan tangan, lutut, atau tumit. Gejalanya berupa nyeri saat bergerak atau melakukan aktivitas fisik.
-
Osteoarthritis
Merupakan penyakit sendi degeneratif yang terjadi karena kerusakan tulang rawan. Akibatnya, penderita merasakan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Osteoarthritis umumnya menyerang lutut, pinggul, tangan, serta tulang belakang bagian bawah.
-
Ankilosis
Ankilosis adalah kondisi ketika sendi kehilangan kemampuan bergerak, bahkan bisa menjadi kaku dan “melekat”. Hal ini biasanya dipicu oleh peradangan jaringan ikat atau penumpukan asam urat pada sendi.
Cara Mencegah Penyakit Sistem Gerak
Pencegahan tentu lebih baik daripada pengobatan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Rutin olahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan kalsium dan vitamin D.
- Menjaga berat badan ideal agar sendi tidak terbebani.
- Istirahat cukup dan kelola stres

