Minum es bikin haid berhenti adalah salah satu mitos paling populer yang masih banyak dipercaya perempuan Indonesia. Banyak ibu atau nenek yang melarang anak perempuannya minum es saat menstruasi karena takut haid berhenti atau menggumpal.
Namun, apakah hal ini benar adanya? berikut penjelasannya dibawah ini
5 Mitos Menstruasi yang Ternyata Salah
Minum Es Bikin Haid Berhenti
Minum es bikin haid berhenti merupakan kepercayaan turun-temurun yang tidak memiliki bukti ilmiah. Faktanya, suhu minuman yang kamu konsumsi tidak mempengaruhi siklus menstruasi sama sekali. Darah menstruasi keluar dari rahim yang memiliki suhu tubuh tetap sekitar 37 derajat Celsius.
Dilansir dari American College of Obstetricians and Gynecologists, suhu eksternal seperti minuman dingin tidak dapat mengubah suhu internal tubuh secara signifikan. Oleh karena itu, minum es tidak akan menghentikan atau mengganggu aliran darah haid kamu. Di sisi lain, tubuh memiliki mekanisme termoregulasi yang menjaga suhu tetap stabil.
Yang benar adalah hormon estrogen dan progesteron mengatur siklus menstruasi kamu. Selain itu, kondisi kesehatan, stres, dan pola makan lebih berpengaruh pada kelancaran haid dibanding suhu minuman. Jadi, kamu boleh minum es kapan saja tanpa khawatir haid akan berhenti.
Tidak Boleh Keramas Saat Menstruasi
Banyak yang percaya keramas saat menstruasi bisa menyebabkan sakit kepala atau haid tidak lancar. Namun, ini adalah mitos belaka yang tidak ada dasar medisnya. Keramas justru membantu kamu merasa lebih segar dan nyaman selama menstruasi.
Dilansir dari Mayo Clinic, tidak ada hubungan antara keramas dengan kelancaran menstruasi. Contohnya, air yang kamu gunakan untuk keramas tidak mempengaruhi rahim atau aliran darah haid. Oleh karena itu, kamu bebas menjaga kebersihan rambut kapan saja termasuk saat menstruasi.
Olahraga Saat Haid Berbahaya
Minum es bikin haid berhenti bukan satu-satunya mitos yang salah, larangan olahraga saat haid juga tidak benar. Faktanya, olahraga ringan hingga sedang justru membantu mengurangi kram menstruasi. Aktivitas fisik melepaskan endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.
Dilansir dari Journal of Sports Medicine, olahraga teratur dapat mengurangi gejala PMS dan membuat menstruasi lebih lancar. Selain itu, gerakan tubuh membantu melancarkan sirkulasi darah. Namun, kamu perlu menyesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh. Contohnya, pilih yoga, jalan santai, atau berenang jika kram terasa berat.
Makan Nanas dan Pepaya Bikin Haid Deras
Banyak yang percaya buah-buahan tertentu seperti nanas dan pepaya bisa membuat haid lebih deras atau bahkan keguguran. Ini adalah mitos yang membuat banyak perempuan menghindari buah sehat tersebut. Faktanya, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan nanas atau pepaya mempengaruhi volume darah menstruasi.
Di sisi lain, kedua buah ini justru kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan. Nanas mengandung bromelain yang memiliki sifat anti-inflamasi. Selain itu, pepaya kaya vitamin C dan serat yang baik untuk pencernaan. Oleh karena itu, kamu tetap bisa mengonsumsi buah-buahan ini dengan aman saat menstruasi.
Darah Haid Itu Kotor dan Beracun
Minum es bikin haid berhenti dan anggapan darah haid itu kotor adalah dua mitos yang paling merugikan perempuan. Darah menstruasi sebenarnya adalah kombinasi dari darah, jaringan dinding rahim, dan sekresi vagina. Ini adalah proses alami dan normal tubuh perempuan.
Dilansir dari penelitian kesehatan reproduksi, darah menstruasi tidak mengandung racun atau zat berbahaya. Darah ini keluar karena lapisan rahim yang menebal tidak dibutuhkan ketika tidak terjadi pembuahan. Oleh karena itu, tidak ada yang kotor atau memalukan dari proses menstruasi.
Mitos ini sering membuat perempuan merasa tidak percaya diri atau terbatas dalam beraktivitas. Namun, dengan pemahaman yang benar, kamu dapat menjalani hari-hari menstruasi dengan normal dan percaya diri.
Yang mempengaruhi kelancaran menstruasi adalah faktor hormonal, stres, berat badan, dan kondisi kesehatan. Contohnya, stres berlebihan dapat mengganggu produksi hormon dan membuat haid tidak teratur. Di sisi lain, pola makan sehat dan olahraga teratur membantu menjaga siklus menstruasi tetap lancar.

