{"id":4471,"date":"2024-08-04T07:31:09","date_gmt":"2024-08-04T07:31:09","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?p=4471"},"modified":"2025-06-29T21:06:32","modified_gmt":"2025-06-29T21:06:32","slug":"marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/","title":{"rendered":"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan"},"content":{"rendered":"<h2>Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan<\/h2>\n<p>Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.<\/p>\n<h3>Penyebab Anak Cuci Darah<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/h3>\n<ol>\n<li>Beberapa anak lahir dengan kelainan ginjal yang mengganggu fungsi ginjal sejak lahir. Hal ini dapat menyebabkan ginjal tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan cuci darah.<\/li>\n<li>Bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih dapat menyebar ke ginjal. Peradangan dan dehidrasi akibat infeksi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan menjadi penyebab anak kecil harus menjalani cuci darah.<\/li>\n<li>Beberapa kondisi kronis, seperti diabetes tipe 2 atau lupus, dapat merusak ginjal dan memerlukan terapi pengganti ginjal, termasuk cuci darah.<\/li>\n<li>Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara efisien. Beberapa penderita hipertensi memerlukan prosedur dialisis.<\/li>\n<li>Kondisi obesitas juga dapat berkontribusi pada kerusakan ginjal. Beberapa komplikasi yang terjadi akibat obesitas, seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi, bisa menjadi penyebab anak harus menjalani cuci darah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Dampak Cuci Darah Pada Anak<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Anak yang menjalani cuci darah sering kali harus membatasi aktivitas fisiknya. Ini karena prosedur cuci darah memerlukan waktu dan pemantauan ketat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Anak harus mengikuti diet khusus untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Diet ini membantu mengoptimalkan efektivitas pengobatan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Prosedur cuci darah meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Oleh karena itu, kebersihan dan tindakan pencegahan infeksi sangat penting selama perawatan.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Cara Mencegah Anak Tidak Cuci Darah<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Dorong anak untuk mengonsumsi makanan bergizi dengan sedikit gula dan garam. Gaya makan yang sehat dapat menjaga berat badan yang optimal dan mengurangi risiko diabetes serta hipertensi.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Aktivitas fisik membantu menjaga kesehatan ginjal. Ajak anak untuk berolahraga secara teratur.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup agar tubuhnya dapat memperbaiki dan memulihkan diri.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Lindungi anak dari paparan bahan kimia dan polusi yang dapat merusak ginjal.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka. Penyebab Anak Cuci Darah Beberapa anak lahir dengan kelainan ginjal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4477,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[2668,2669],"class_list":["post-4471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-cuci-darah","tag-gagal-ginjal"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan - Info Kesehatan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan - Info Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Info Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-04T07:31:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-29T21:06:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"nisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\"},\"headline\":\"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan\",\"datePublished\":\"2024-08-04T07:31:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-29T21:06:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/\"},\"wordCount\":316,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg\",\"keywords\":[\"cuci darah\",\"gagal ginjal\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/\",\"name\":\"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan - Info Kesehatan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-04T07:31:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-06-29T21:06:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\"},\"description\":\"Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg\",\"width\":1366,\"height\":768,\"caption\":\"Marak Cuci Darah pada Anak Dampak dan Penanganan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/\",\"name\":\"Info Kesehatan\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\",\"name\":\"nisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nisa\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/umsu.ac.id\\\/health\\\/author\\\/nisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan - Info Kesehatan","description":"Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan - Info Kesehatan","og_description":"Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.","og_url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/","og_site_name":"Info Kesehatan","article_published_time":"2024-08-04T07:31:09+00:00","article_modified_time":"2025-06-29T21:06:32+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nisa","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/"},"author":{"name":"nisa","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc"},"headline":"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan","datePublished":"2024-08-04T07:31:09+00:00","dateModified":"2025-06-29T21:06:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/"},"wordCount":316,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg","keywords":["cuci darah","gagal ginjal"],"articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/","name":"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan - Info Kesehatan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg","datePublished":"2024-08-04T07:31:09+00:00","dateModified":"2025-06-29T21:06:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc"},"description":"Kasus gagal ginjal akut pada anak-anak, terutama pada usia 1 hingga 5 tahun, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memaksa banyak anak menjalani cuci darah atau hemodialisis untuk membantu mengembalikan fungsi ginjal mereka.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#primaryimage","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg","contentUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Marak-Cuci-Darah-pada-Anak-Dampak-dan-Penanganan.jpg","width":1366,"height":768,"caption":"Marak Cuci Darah pada Anak Dampak dan Penanganan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/marak-cuci-darah-pada-anak-dampak-dan-penanganan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Marak Cuci Darah pada Anak: Dampak dan Penanganan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/","name":"Info Kesehatan","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc","name":"nisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","caption":"nisa"},"sameAs":["http:\/\/umsu.ac.id\/health"],"url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/author\/nisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4471"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11046,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4471\/revisions\/11046"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}