{"id":7641,"date":"2024-10-01T05:21:46","date_gmt":"2024-10-01T05:21:46","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?p=7641"},"modified":"2024-10-03T07:34:01","modified_gmt":"2024-10-03T07:34:01","slug":"kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/","title":{"rendered":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah"},"content":{"rendered":"<h2>Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah<\/h2>\n<p>Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Mengetahui kebiasaan yang dapat menyebabkan paru-paru basah sangat penting untuk pencegahan.<\/p>\n<h3>Gejala Paru-Paru Basah<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita paru-paru basah antara lain:<\/h4>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Batuk berdahak dengan warna kuning atau hijau.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Nyeri dada yang bertambah parah saat bernapas atau batuk.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sesak napas atau kesulitan bernapas.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Demam tinggi dan menggigil.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kelelahan dan kehilangan nafsu makan.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Merokok<\/h4>\n<p>Kebiasaan merokok merusak jaringan paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi. Asap rokok juga dapat mengiritasi saluran pernapasan, membuatnya lebih rentan terhadap infeksi.<\/li>\n<li>\n<h4>Kebersihan yang Buruk<\/h4>\n<p>Tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat memicu penularan kuman penyebab infeksi paru-paru. Misalnya, tidak mencuci tangan secara rutin atau tidak membersihkan lingkungan sekitar.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Paparan Polusi Udara<\/h4>\n<p>Tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi dapat memperburuk kesehatan paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi. Zat iritan dalam polusi udara dapat merusak jaringan paru-paru.<\/li>\n<li>\n<h4>Kurang Aktivitas Fisik<\/h4>\n<p>Gaya hidup sedentari dapat melemahkan sistem imun, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Olahraga secara teratur membantu meningkatkan daya tahan tubuh.<\/li>\n<li>\n<h4>Mengabaikan Vaksinasi<\/h4>\n<p>Tidak melakukan vaksinasi terhadap penyakit seperti pneumonia dan influenza dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang dapat berujung pada paru-paru basah.<\/li>\n<li>\n<h4>Menggunakan Ventilator Tanpa Pengawasan<\/h4>\n<p>Penggunaan ventilator dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan infeksi paru-paru, terutama pada pasien dengan kondisi kesehatan tertentu.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Dengan memahami kebiasaan-kebiasaan ini, kita bisa mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan paru-paru dan menghindari risiko terkena paru-paru basah. Jika mengalami gejala-gejala terkait, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Mengetahui kebiasaan yang dapat menyebabkan paru-paru basah sangat penting untuk pencegahan. Gejala Paru-Paru Basah Beberapa gejala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7642,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[3090,3092,3091],"class_list":["post-7641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-kebiasaan-paru-paru-basah","tag-kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah","tag-paru-paru-basah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah - Info Kesehatan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah - Info Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Info Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-01T05:21:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-03T07:34:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\"},\"author\":{\"name\":\"nisa\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\"},\"headline\":\"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah\",\"datePublished\":\"2024-10-01T05:21:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-03T07:34:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\"},\"wordCount\":282,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg\",\"keywords\":[\"kebiasaan paru-paru basah\",\"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah\",\"paru-paru basah\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\",\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\",\"name\":\"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah - Info Kesehatan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-01T05:21:46+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-03T07:34:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\"},\"description\":\"Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website\",\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/\",\"name\":\"Info Kesehatan\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\",\"name\":\"nisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nisa\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/umsu.ac.id\/health\"],\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/author\/nisa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah - Info Kesehatan","description":"Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah - Info Kesehatan","og_description":"Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas.","og_url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/","og_site_name":"Info Kesehatan","article_published_time":"2024-10-01T05:21:46+00:00","article_modified_time":"2024-10-03T07:34:01+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nisa","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/"},"author":{"name":"nisa","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc"},"headline":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah","datePublished":"2024-10-01T05:21:46+00:00","dateModified":"2024-10-03T07:34:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/"},"wordCount":282,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg","keywords":["kebiasaan paru-paru basah","Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah","paru-paru basah"],"articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/","name":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah - Info Kesehatan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg","datePublished":"2024-10-01T05:21:46+00:00","dateModified":"2024-10-03T07:34:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc"},"description":"Paru-paru basah, atau yang dikenal dengan istilah medis sebagai pneumonia, adalah kondisi peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernapas.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#primaryimage","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg","contentUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Kebiasaan-yang-Menyebabkan-Paru-Paru-Basah.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/kebiasaan-yang-menyebabkan-paru-paru-basah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebiasaan yang Menyebabkan Paru-Paru Basah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/","name":"Info Kesehatan","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc","name":"nisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","caption":"nisa"},"sameAs":["http:\/\/umsu.ac.id\/health"],"url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/author\/nisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7641"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7689,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7641\/revisions\/7689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}