{"id":8267,"date":"2024-10-31T03:30:09","date_gmt":"2024-10-31T03:30:09","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?p=8267"},"modified":"2024-10-31T06:20:20","modified_gmt":"2024-10-31T06:20:20","slug":"penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/","title":{"rendered":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya"},"content":{"rendered":"<h2>Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya<\/h2>\n<p>Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu penglihatan. Penyakit Glaukoma dapat berkembang secara bertahap (glaukoma sudut terbuka) atau muncul tiba-tiba dengan nyeri hebat (glaukoma sudut tertutup)\u200b<\/p>\n<h3>Penyebab Glaukoma<\/h3>\n<ol>\n<li>Hambatan pada area ini dapat menyebabkan cairan mata tidak dapat keluar dengan lancar.<\/li>\n<li>Glaukoma lebih sering terjadi pada usia 40 tahun ke atas karena perubahan fisiologis pada struktur mata.<\/li>\n<li>Beberapa orang memiliki bentuk sudut mata yang dangkal, yang membuat mereka lebih rentan terhadap glaukoma.<br \/>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<li>Faktor genetik juga berperan besar; mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma berisiko lebih tinggi.<\/li>\n<li>Kondisi seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular dapat meningkatkan risiko glaukoma\u200b.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Pengobatan Glaukoma<\/h3>\n<p>Pengobatan penyakit glaukoma bertujuan untuk mengurangi tekanan intraokular guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf optik. Metode pengobatan dapat bervariasi berdasarkan jenis dan tingkat keparahan glaukoma.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4>Obat Tetes Mata<\/h4>\n<p>Obat tetes mata adalah metode pengobatan yang paling umum dan efektif untuk mengurangi tekanan intraokular. Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi cairan mata atau meningkatkan aliran cairan keluar dari mata\u200b.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Operasi Laser<\/h4>\n<p>Tindakan laser sering kali disarankan jika obat tetes mata tidak efektif. Laser dapat membantu meningkatkan drainase cairan mata, menurunkan tekanan intraokular, dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf optik\u200b.<\/li>\n<li>\n<h4>Bedah Mata<\/h4>\n<p>Dalam beberapa kasus yang lebih parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk menciptakan saluran drainase baru agar cairan mata dapat mengalir dengan baik. Metode ini biasanya menjadi pilihan terakhir ketika metode lain tidak memberikan hasil yang memadai<\/li>\n<\/ol>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- 2023des1 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu penglihatan. Penyakit Glaukoma dapat berkembang secara bertahap (glaukoma sudut terbuka) atau muncul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8276,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[3304,3305,3302,3303],"class_list":["post-8267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-dan-pengobatannya","tag-glaukoma","tag-penyakit-glaukoma-pengertian","tag-penyebab"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya - Info Kesehatan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya - Info Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Info Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-31T03:30:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-31T06:20:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\"},\"author\":{\"name\":\"nisa\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\"},\"headline\":\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya\",\"datePublished\":\"2024-10-31T03:30:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-31T06:20:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\"},\"wordCount\":268,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg\",\"keywords\":[\"dan Pengobatannya\",\"glaukoma\",\"Penyakit Glaukoma: Pengertian\",\"Penyebab\"],\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\",\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\",\"name\":\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya - Info Kesehatan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-31T03:30:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-31T06:20:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\"},\"description\":\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg\",\"width\":1366,\"height\":768,\"caption\":\"penyakit glaukoma Pengetian, Penyebab dan Pengobatannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website\",\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/\",\"name\":\"Info Kesehatan\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc\",\"name\":\"nisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nisa\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/umsu.ac.id\/health\"],\"url\":\"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/author\/nisa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya - Info Kesehatan","description":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya - Info Kesehatan","og_description":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu","og_url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/","og_site_name":"Info Kesehatan","article_published_time":"2024-10-31T03:30:09+00:00","article_modified_time":"2024-10-31T06:20:20+00:00","og_image":[{"width":1366,"height":768,"url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"nisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nisa","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/"},"author":{"name":"nisa","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc"},"headline":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya","datePublished":"2024-10-31T03:30:09+00:00","dateModified":"2024-10-31T06:20:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/"},"wordCount":268,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg","keywords":["dan Pengobatannya","glaukoma","Penyakit Glaukoma: Pengertian","Penyebab"],"articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/","name":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya - Info Kesehatan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg","datePublished":"2024-10-31T03:30:09+00:00","dateModified":"2024-10-31T06:20:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc"},"description":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya Glaukoma adalah kondisi yang merusak saraf optik mata, umumnya akibat tekanan tinggi dalam bola mata atau tekanan intraokular. Tekanan ini terjadi ketika cairan yang mengisi bola mata tidak tersalurkan dengan baik, sehingga menekan saraf optik dan mengganggu","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg","contentUrl":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/penyakit-glaukoma-Pengetian-Penyebab-dan-Pengobatannya.jpg","width":1366,"height":768,"caption":"penyakit glaukoma Pengetian, Penyebab dan Pengobatannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/penyakit-glaukoma-pengertian-penyebab-dan-pengobatannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyakit Glaukoma: Pengertian, Penyebab, dan Pengobatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#website","url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/","name":"Info Kesehatan","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/d0cfe6ad60b15a5dd6fd1c20a105b6bc","name":"nisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f398f2e9e3b752b0ef5d2b5b44a6b00a1b9fb3735dbd8f53e4f6bf3cb1385369?s=96&d=mm&r=g","caption":"nisa"},"sameAs":["http:\/\/umsu.ac.id\/health"],"url":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/author\/nisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8267"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8293,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8267\/revisions\/8293"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/health\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}