Waktu Pengerjaan dan Jenis Soal UTBK SNBT 2026
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menjadi pintu masuk utama bagi jutaan siswa SMA/sederajat untuk meraih kesempatan kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) favorit, di tengah persaingan ketat dengan kuota penerimaan mencapai 25% dari total mahasiswa baru atau sekitar 90.000 kursi pada tahun ini.
Digelar dua gelombang pada Mei-Juni 2026 oleh LTMPT di bawah Kemdikbudristek, UTBK SNBT menekankan penilaian kompetensi akademik melalui jenis soal pilihan ganda dan isian singkat pada Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi Bahasa Indonesia-Inggris, serta Penalaran Matematika, dengan total waktu pengerjaan 195 menit yang dibagi secara proporsional untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa di era digital.
Perubahan signifikan tahun ini termasuk penambahan bobot literasi digital sebesar 20% dan adaptasi format hybrid untuk mengakomodasi peserta di daerah terpencil seperti Sumatera Utara, sehingga pemahaman waktu dan jenis soal menjadi kunci strategi persiapan agar calon mahasiswa bisa maksimalkan skor dan capai jurusan impian seperti kedokteran atau teknik di UI, ITB, atau UGM.
Mengutip dari portal SNPMB, waktu yang disediakan untuk menyelesaikan UTBK 2026 adalah 195 menit. Tidak disediakan waktu istirahat ketika tes sedang berlangsung.
Jenis Tes UTBK Tahun 2026
1. Tes Potensi Skolastik
Tes Potensi Skolastik dalam UTBK bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif yang dipejari dan berkembang melalui proses belajar dan pengalaman, baik di dalam maupun di luar kelas. Kemampuan ini diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi.
Tes ini terdiri atas empat subtes, yaitu subtes Penalaran Umum, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, serta Pengetahuan Kuantitatif.
– Penalaran Umum
a. Penalaran Induktif: 10 soal, 10 menit
Kemampuan berpikir secara induktif adalah kemampuan untuk mengamati fakta-fakta atau kejadian-kejadian untuk menemukan prinsip-prinsip atau aturan-aturan yang mendasarinya.
b. Penalaran Deduktif: 10 soal, 10 menit
Kemampuan berpikir secara deduktif adalah kemampuan seseorang untuk bernalar secara logis dengan menggunakan premis-premis dan prinsip-prinsip yang telah diketahui sebelumnya.
c. Penalaran Kuantitatif: 10 soal, 10 menit
Kemampuan berpikir melalui penggunaan angka adalah kemampuan berpikir yang melibatkan kuantitas, hubungan matematika sederhana, yang melibatkan penggunaan operator aritmetika dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
– Pengetahuan dan Pemahaman Umum: 20 soal, 15 menit
Tes ini dirancang dengan menekankan pada keterkaitan antara permasalahan dan bacaan untuk menilai kemampuan menganalisis, menghubungkan, dan menyimpulkan berbagai bentuk kata, frasa, serta kalimat sesuai dengan konteks dalam bacaan. Subtes ini memuat pertanyaan singkat, bacaan pendek dengan satu pertanyaan, dan bacaan panjang yang mencakup beberapa pertanyaan.
– Pemahaman Bacaan dan Menulis: 20 soal, 25 menit
Subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis mengukur kemampuan peserta dalam memahami membaca dan kemampuan dalam menulis. Kemampuan yang diukur lebih dipusatkan pada kemampuan menulis yang didasarkan atas pemahaman terhadap bacaan. Cakupan materi meliputi (1) pemilihan gagasan, (2) penataan gagasan, dan (3) perbaikan gagasan.
– Pengetahuan Kuantitatif: 20 soal, 20 menit
Untuk mengerjakan subtes ini, peserta diharapkan tidak hanya menguasai rumus matematika, tetapi juga mampu memahami pola, menganalisis informasi, menarik kesimpulan, dan mengambil keputusan secara tepat dalam waktu terbatas. Selain itu, ujian ini juga menuntut ketelitian, kecepatan, dan ketepatan pemilihan/penggunaan strategi dalam menyelesaikan soal.
2. Tes Literasi
Merupakan subtes dalam UTBK SNBT Tahun 2026 yang bertujuan untuk menilai kapasitas peserta untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengolah informasi, dan berkomunikasi menggunakan materi tertulis dalam berbagai konteks. Literasi dipandang kunci bagi seseorang untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat modern.
Tes ini terdiri atas Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
– Literasi dalam Bahasa Indonesia: 30 soal, 42.5 menit
Literasi dalam Bahasa Indonesia menghadapkan peserta UTBK pada aktivitas menemukan, memahami, menilai, dan merefleksi informasi dalam teks berbahasa Indonesia. Teks-teks yang disajikan berkonteks saintek, sosial humaniora, dan personal yang harus dikuasai peserta untuk dapat berhasil dengan baik dalam subtes ini.
Teks berkonteks saintek berisi domain khusus bidang kimia, fisika, dan biologi. Teks berkonteks sosial humaniora bermuatan domain khusus ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi. Adapun teks berkonteks personal bermuatan domain khusus apresiasi sastra.
– Literasi dalam Bahasa Inggris: 20 soal, 20 menit
Literasi dalam Bahasa Inggris menghadapkan peserta UTBK pada aktivitas menemukan, memahami, menilai, dan merefleksi informasi dalam teks berbahasa Inggris. Teks-teks yang disajikan berkonteks saintek, sosial humaniora, dan personal.
Teks berkonteks saintek berisi domain khusus bidang kimia, fisika, dan biologi. Teks berkonteks sosial humaniora bermuatan domain khusus ekonomi, sejarah, dan sosiogeografi. Adapun teks berkonteks personal bermuatan domain khusus apresiasi sastra.
– Penalaran Matematika: 20 soal, 42.5 menit
Penalaran matematika didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengevaluasi situasi, menarik kesimpulan, dan menggunakan argumen logis. Dalam kerangka UTBK, kemampuan ini menghubungkan masalah di dunia nyata dengan solusi matematika yang menyangkut:
- Menganalisis argumen matematika.
- Menentukan strategi yang tepat untuk memecahkan masalah.
- Mengenali struktur atau pola matematika dalam situasi yang kompleks.
- Mengembangkan argumen logis untuk mendukung sebuah solusi.














