7 Kesalahan Interview Kerja Yang Wajib Dihindari
Bagi seorang pelamar kerja yang baru ingin melamar sebuah pekerjaan, memasuki dunia kerja merupakan suatu hal yang menantang, terutama pada saat melakukan wawancara kerja. Wawancara menjadi sebuah tahap seleksi yang krusial untuk diperhatikan. Hal ini karena jawaban dari setiap pertanyaan yang diberikan akan mempengaruhi penilaian HRD.
Para pelamar yang baru melamar kerja harus bisa mempertimbangkan pembawaan diri. Mereka harus mampu memberikan kesan yang baik selama wawancara. Namun, banyak para pelamar yang tidak menyadari melakukan kesalahan selama wawancara yang dapat menyebabkan mereka tidak diterima di perusahaan.
Kesalahan Ketika Interview
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para pelamar kerja saat wawancara dan kesalahan-kesalahan ini dapat mengurangi kemungkinan Anda diterima bekerja.
-
Datang Tidak Tepat Waktu
Dengan datang tepat waktu akan menunjukkan profesionalitas seorang pelamar. Jika Anda datang tidak tepat waktu, itu dapat menunjukkan bahwa Anda kurang berkomitmen dan menunjukkan bahwa Anda ketidak mampu dalam mengatur waktu. Pastikan Anda dapat memperkirakan waktu perjalanan dengan baik dan selalu siap untuk kemungkinan-kemungkinan yang tidak terduga seperti kemacetan.
-
Tidak Mampu Memahami Perusahaan dan Posisi yang Dilamar
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh pelamar adalah tidak mempersiapkan diri dengan baik tentang perusahaan dan posisi yang dilamar. Sebelum wawancara, penting untuk melakukan riset mendalam tentang perusahaan, visi, misi, nilai-nilai, produk atau layanan yang mereka tawarkan, serta tentang peran yang sedang dilamar. Ketidakpahaman ini dapat mencerminkan kurangnya minat atau keseriusan, dan dapat menjadi poin negatif di mata pewawancara.
-
Tidak Menunjukkan Etika dan Sikap Profesional
Etika dan sikap profesional sangat penting dalam sebuah wawancara kerja. Calon pelamar kerja harus memperlihatkan sikap yang sopan, ramah, dan antusias selama wawancara. Hal ini termasuk dalam hal berpakaian, perilaku, dan komunikasi verbal maupun non-verbal. Jaga sikap dan perilaku Anda selama wawancara agar memberikan kesan yang baik kepada pewawancara.
-
Menyalahkan atau Membicarakan Hal-Hal Negatif Tentang Pengalaman Kerja Sebelumnya
Jika Anda ditanya tentang pengalaman kerja sebelumnya, hindari untuk menyalahkan atau membicarakan hal-hal negatif tentang pengalaman tersebut. Meskipun Anda memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan di tempat kerja sebelumnya, berbicara negatif tentang pengalaman tersebut dapat memberikan kesan yang buruk kepada pewawancara. Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal positif yang telah Anda pelajari dari pengalaman tersebut dan bagaimana Anda dapat mengaplikasikan pembelajaran tersebut di perusahaan baru.
-
Tidak Mempersiapkan Jawaban untuk Pertanyaan Umum
Pewawancara kerja sering kali bertanya mengenai pertanyaan-pertanyaan umum seperti “ceritakan tentang diri Anda” atau “apa kelebihan dan kelemahan Anda?”. Salah satu kesalahan yang sering terjadi pada seorang pelamar kerja adalah tidak mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sebagai pelamar kerja, Anda harus memiliki jawaban yang jelas, dan relevan untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, sehingga Anda dapat memberikan kesan yang baik kepada pewawancara.
-
Kurang Memperhatikan Penampilan
Anda mungkin melihat banyak lowongan pekerjaan yang membutuhkan persyaratan penampilan yang baik. Penampilan yang baik dimaksudkan dengan penampilan yang rapi, bukan hanya wajah yang cantik atau tampan. Perhatikan pakaian yang Anda gunakan saat wawancara kerja seperti berpakaian sopan dan rapi saat wawancara, memastikan bahwa pakaian Anda bersih dan tidak kusut, pastikan sepatu Anda bersih dan cocok dengan tampilan Anda, dan untuk seorang wanita juga harus memperhatikan riasan yang digunakan dan jangan terlalu berlebihan dalam menggunakannya.
-
Berbicara Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit
Keseimbangan dalam berbicara adalah kunci dalam sebuah wawancara. Berbicara terlalu banyak dapat membuat Anda terkesan tidak dapat mengendalikan diri atau terlalu sombong, sementara berbicara terlalu sedikit dapat memberikan kesan bahwa Anda kurang antusias atau tidak yakin dengan kemampuan Anda. Penting untuk memberikan jawaban yang cukup panjang untuk menjelaskan diri Anda, tetapi juga penting untuk memberikan kesempatan bagi pewawancara untuk berbicara.



