Penyebab dan Cara Mengatasi Biduran Secara Efektif
Biduran atau istilah medis dikenal sebagai urtikaria merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak merah yang gatal dan membengkak. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya. Meskipun biduran umumnya tidak berbahaya, namun dapat menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik.
Penyebab Biduran
-
Reaksi Alergi
Salah satu penyebab paling umum dari biduran adalah reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, serbuk sari, gigitan serangga, atau paparan terhadap bahan kimia tertentu. Reaksi alergi ini menyebabkan pelepasan histamin dalam tubuh yang pada gilirannya menyebabkan bercak merah dan gatal.
-
Stress
Stres dapat menjadi pemicu bagi beberapa orang yang rentan terhadap biduran. Reaksi tubuh terhadap stres dapat meningkatkan produksi histamin yang pada akhirnya dapat memicu munculnya gejala biduran
-
Suhu Ekstrem
Paparan terhadap faktor lingkungan tertentu seperti panas, dingin, sinar matahari, atau air panas juga dapat menjadi pemicu bagi beberapa orang yang rentan terhadap biduran.
-
Keringan yang Berlebih
Biasanya, keringat tidak menimbulkan reaksi alergi. Namun, berkeringat menandakan suhu tubuh Anda sedang meningkat. Bagi sebagian orang, peningkatan suhu tubuh bisa menyebabkan gatal-gatal.
Saat Anda terkena biduran, ruam yang muncul di kulit Anda mungkin terasa gatal atau perih. Ruam bisa muncul di bagian kulit tubuh mana saja, termasuk perut, punggung, bokong, dada, lengan, dan kaki. Gejala-gejala ini dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari.
Biduran yang berlangsung kurang dari 6 minggu disebut biduran akut atau jangka pendek. Namun, dalam beberapa kasus, biduran bisa berlangsung lebih dari 6 minggu atau berulang selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kondisi ini disebut urtikaria jangka panjang (kronis) dan merupakan penyakit langka.
Biduran kronis mungkin bisa diartikan sebagai tanda adanya penyakit lain yang Anda derita. Contohnya termasuk penyakit tiroid, diabetes tipe 1, dan lupus. Paling sering, kondisi ini terjadi pada anak-anak dan wanita berusia antara 30 dan 60 tahun. Selain itu, penderita alergi juga berisiko lebih tinggi terkena alergi.
Cara Mengatasi Biduran
Pengobatan biduran dilakukan untuk mengurangi rasa gatal dan ketidaknyamanan akibat kondisi ini. Meskipun biduran akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam atau beberapa hari, namun ada beberapa cara untuk mengatasi biduran. Berikut merupakan cara tepat untuk mengatasi biduran secara efektif:
-
Menggunakan Kompres Dingin
Kompres dingin dapat membantu mengurangi gatal dan pembengkakan pada area yang terkena biduran. Bungkus es dalam kain tipis dan tempelkan pada area yang terkena selama beberapa menit untuk meredakan gejala.
-
Mengonsumsi Obat Antihistamin
Antihistamin adalah obat yang dapat membantu mengurangi gejala biduran dengan menghambat efek histamin dalam tubuh. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk, baik yang dijual bebas maupun yang diresepkan oleh dokter.
-
Menjaga Suhu Tubuh Agar Tetap Dingin
Suhu yang tinggi dapat memperparah rasa gatal akibat biduran. Untuk mengatasi hal ini. Maka Anda bisa mengenakan pakaian tipis, nyaman, longgar yang menyerap keringat. Hal ini dilakukan untuk menjaga suhu tubuh Anda tetap rendah. Selain itu, untuk mencegah biduran bertambah parah, jagalah suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman serta hindari sinar matahari langsung.
-
Perhatikan Pola Makan
Beberapa makanan tertentu dapat memicu reaksi alergi pada beberapa individu. Mengidentifikasi makanan penyebab dan menghindarinya dapat membantu mencegah timbulnya biduran.
-
Konsultasi dengan Dokter
Jika biduran Anda parah atau terus-menerus kembali, konsultasikan dengan dokter Anda. Mereka dapat meresepkan pengobatan yang sesuai atau merujuk Anda ke spesialis kulit jika diperlukan.

