Apa Itu Gondongan? Berikut Pengertian dan Penyebabnya
Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya menyerang kelenjar parotis—kelenjar terbesar yang berfungsi memproduksi air liur. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada pipi dan rahang di bawah telinga, sehingga wajah tampak membesar dan terasa nyeri. Infeksi gondongan disebabkan oleh virus dari golongan paramyxovirus yang bisa menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain, terutama melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara.
Gejala Gondongan
Gejala gondongan biasanya muncul setelah masa inkubasi 12 hingga 25 hari setelah seseorang terpapar virus. Beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita gondongan antara lain:
-
Pembengkakan pada pipi dan rahang, yang bisa terjadi di satu atau kedua sisi wajah.
-
Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
-
Demam tinggi hingga 39°C.
-
Mulut terasa kering.
-
Sakit kepala.
-
Nyeri sendi dan nyeri perut.
-
Mudah merasa lelah.
-
Kehilangan nafsu makan.
Pada beberapa kasus, gejala gondongan bisa lebih ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali, sehingga penderita tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.
Penyebab Gondongan
Gondongan disebabkan oleh virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis. Virus ini sangat mudah menular melalui:
-
Percikan air liur yang terhirup saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
-
Kontak langsung dengan penderita, seperti berciuman.
-
Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan.
-
Berbagi alat makan dengan penderita.
Faktor Risiko Gondongan
-
Belum mendapatkan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).
-
Anak-anak berusia 2-12 tahun lebih rentan terinfeksi.
-
Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/AIDS, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, atau menjalani kemoterapi.
-
Tinggal atau bepergian ke daerah dengan kasus gondongan yang tinggi.
Komplikasi Gondongan
Meskipun gondongan umumnya tidak berbahaya, jika tidak ditangani dengan baik, infeksi virus dapat menyebar ke organ lain dan menyebabkan komplikasi serius, seperti:
-
Orchitis (peradangan pada testis).
-
Ooforitis (peradangan pada ovarium).
-
Meningitis (radang selaput otak).
-
Ensefalitis (peradangan jaringan otak).
-
Pankreatitis (radang pankreas).
-
Kehilangan pendengaran yang dapat bersifat sementara atau permanen.
-
Komplikasi lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak.
Pemeriksaan dan Diagnosis Gondongan
Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi gondongan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
-
Pemeriksaan fisik pada pipi dan leher yang bengkak.
-
Tes swab mulut (buccal swab) untuk mendeteksi virus di dalam air liur.
-
Tes darah untuk mengetahui adanya infeksi virus dalam darah.
-
Tes urine untuk memeriksa penyebaran virus ke saluran kemih.
Cara Mengatasi Gondongan
Sampai saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan gondongan. Namun, gondongan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu jika daya tahan tubuh penderita kuat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala:
-
Istirahat yang cukup agar tubuh dapat melawan infeksi.
-
Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
-
Mengompres area yang bengkak dengan air hangat atau dingin.
-
Mengonsumsi makanan lunak agar lebih mudah ditelan dan tidak memperberat kelenjar parotis.
-
Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol dapat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri.
Pencegahan Gondongan
Penyakit gondongan dapat dicegah dengan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella), yang diberikan sebanyak dua kali pada anak:
-
Dosis pertama saat anak berusia 18 bulan.
-
Dosis kedua pada usia 5-7 tahun.
-
Jika seseorang belum mendapatkan vaksinasi saat kecil, vaksin ini juga bisa diberikan saat dewasa, terutama bagi yang berisiko tinggi terkena gondongan.
Selain vaksin, beberapa langkah pencegahan lain yang dapat dilakukan meliputi:
-
Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
-
Tidak berbagi peralatan makan dan minum dengan orang lain.
-
Menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus.
Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, menyebabkan pembengkakan pada wajah dan gejala tidak nyaman lainnya. Meski biasanya tidak berbahaya, gondongan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, vaksinasi MMR sangat penting sebagai langkah pencegahan. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak langsung dengan penderita adalah langkah efektif untuk mencegah penularan.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dalam memahami penyakit gondongan serta cara mencegah dan menanganinya!

