Apa Itu Heartburn? Berikut Pengertian dan Tanda-Tandanya
Heartburn adalah salah satu keluhan pencernaan yang cukup umum dialami masyarakat, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia. Meski namanya mengandung kata “heart” atau jantung, kondisi ini sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan organ jantung. Heartburn lebih tepat digambarkan sebagai sensasi panas dan perih di area dada bagian bawah hingga ulu hati, yang muncul akibat naiknya asam lambung menuju kerongkongan.
Pengertian Heartburn
Secara medis, heartburn terjadi ketika otot di bagian bawah kerongkongan melemah sehingga tidak mampu menahan asam lambung agar tetap berada di lambung. Akibatnya, asam lambung naik dan menimbulkan rasa terbakar di dada. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), karena banyak penderita GERD yang juga merasakan gejala heartburn.
Selain penderita GERD, heartburn juga rentan dialami oleh orang dengan berat badan berlebih, penderita diabetes, serta ibu hamil. Pada ibu hamil, pembesaran rahim dapat menekan lambung sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Tanda-Tanda dan Gejala Heartburn
Gejala utama yang hampir selalu dirasakan penderita heartburn adalah sensasi panas seperti terbakar di tenggorokan dan dada. Selain itu, terdapat beberapa tanda lain yang biasa menyertai kondisi ini, di antaranya:
- Rasa nyeri di dada yang muncul setelah makan atau pada malam hari
- Nyeri dada yang semakin terasa saat berbaring, menunduk, atau setelah makan dalam porsi besar
- Rasa asam atau pahit di mulut
- Sering terbangun saat tidur malam
- Batuk yang muncul tanpa sebab jelas
- Sensasi seperti ada cairan yang naik ke tenggorokan
Gejala heartburn umumnya berlangsung selama beberapa jam, tergantung pemicunya. Misalnya, jika dipicu oleh makanan pedas, keluhan biasanya mereda setelah makanan selesai dicerna, meski dapat muncul kembali saat tubuh berbaring atau membungkuk.
Heartburn Berbeda dengan Serangan Jantung
Nyeri dada sering membuat orang keliru antara heartburn dan serangan jantung, karena keduanya memang memiliki gejala yang mirip. Perbedaannya dapat dikenali dari lokasi dan gejala penyerta.
Heartburn umumnya hanya terasa di area ulu hati dan dada bagian bawah. Sementara itu, nyeri akibat serangan jantung biasanya menjalar ke leher, bahu, atau punggung, dan disertai keringat dingin, sesak napas, serta pusing.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter
Segera konsultasikan kondisi ke dokter apabila heartburn muncul lebih dari sekali dalam seminggu, disertai kesulitan menelan, muntah darah, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri dada yang tidak kunjung reda meski sudah mengonsumsi obat bebas. Penanganan yang tepat waktu dapat mencegah komplikasi lebih lanjut pada saluran pencernaan.
Dengan memahami pengertian dan tanda-tanda heartburn sejak awal, kamu bisa lebih waspada dan segera mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum kondisi ini berkembang menjadi lebih serius.



