Di era digital, masyarakat dapat menerima berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Media sosial, aplikasi pesan, dan situs web memudahkan siapa saja untuk membaca sekaligus membagikan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membuat hoaks atau berita palsu lebih mudah menyebar.
Karena itu, siswa dan masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mengingatkan masyarakat agar memverifikasi sumber dan asal-usul konten sebelum menyebarkannya.
Apa Itu Hoaks?
Hoaks adalah informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan seolah-olah benar. Hoaks dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti teks, foto, video, audio, hingga tautan di media sosial.
Pelaku dapat membuat atau memanipulasi informasi untuk menarik perhatian, memengaruhi opini, menimbulkan kepanikan, atau mendorong orang lain melakukan tindakan tertentu.
Kemajuan teknologi juga membuat masyarakat perlu lebih berhati-hati. Konten hasil manipulasi digital dan deepfake kini semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Mengapa Hoaks Mudah Menyebar?
Berikut alasan hoaks mudah menyebar :
Judul yang Sensasional
Hoaks sering menggunakan judul yang membuat pembaca penasaran, takut, marah, atau terkejut. Kondisi tersebut dapat mendorong seseorang langsung membagikan informasi tanpa membaca isi secara lengkap.
Informasi Tidak Memiliki Sumber yang Jelas
Informasi palsu sering tidak mencantumkan sumber yang dapat dipercaya. Karena itu, pembaca perlu memeriksa siapa yang membuat informasi dan dari mana informasi tersebut berasal.
Pengguna Langsung Membagikan Informasi
Informasi dapat menyebar dengan cepat ketika pengguna langsung meneruskannya ke grup WhatsApp atau media sosial tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Survei literasi digital Kominfo sebelumnya menemukan bahwa sebagian responden mengaku menyebarkan informasi karena hanya meneruskan berita yang mereka terima.
Ciri-Ciri Berita Hoaks
Anda dapat mengenali berita palsu dengan memperhatikan beberapa ciri berikut:
Judul Terlalu Provokatif
Waspadai judul yang menggunakan kata-kata berlebihan, menakutkan, atau sengaja memancing emosi.
Sumber Berita Tidak Jelas
Periksa nama media, alamat situs, penulis, dan sumber informasi. Jangan langsung mempercayai informasi dari situs atau akun yang tidak memiliki identitas jelas.
Tidak Mencantumkan Waktu dan Lokasi yang Jelas
Konten lama dapat kembali beredar dan dianggap sebagai kejadian terbaru. Komdigi mengingatkan masyarakat untuk memeriksa tanggal, lokasi, dan sumber foto atau video sebelum mempercayainya.
Mengajak Pembaca Segera Menyebarkan
Berhati-hatilah jika sebuah pesan meminta Anda segera meneruskan informasi kepada orang lain agar tidak kehilangan kesempatan atau agar informasi tersebut menjadi viral.
Foto atau Video Terlihat Tidak Sesuai
Pembuat hoaks dapat menggunakan foto atau video lama, hasil edit, atau konten yang berasal dari peristiwa berbeda untuk mendukung informasi palsu.
Cara Mengenali Berita Palsu di Internet
- Berhenti sejenak ketika menerima informasi yang mengejutkan. Baca informasi secara lengkap sebelum mengambil keputusan untuk membagikannya.
- Cari tahu siapa yang membuat berita tersebut. Untuk informasi pemerintah, pendidikan, kesehatan, atau layanan publik, bandingkan dengan situs dan akun resmi lembaga terkait.
- Cari informasi yang sama melalui beberapa media kredibel. Jika informasi hanya muncul dari satu sumber yang tidak jelas, Anda perlu lebih berhati-hati.
- Jangan menganggap foto atau video yang baru Anda lihat sebagai kejadian terbaru. Periksa kapan dan di mana konten tersebut pertama kali muncul.
- Periksa apakah foto atau video benar-benar berkaitan dengan informasi yang disampaikan. Anda juga dapat menggunakan mesin pencari untuk mencari sumber atau konteks asli sebuah gambar.
- Gunakan layanan pemeriksa fakta ketika Anda masih meragukan sebuah informasi. Anda juga dapat melihat klarifikasi hoaks yang dipublikasikan oleh Komdigi.
Apa Dampak Menyebarkan Hoaks?
Hoaks dapat menimbulkan berbagai dampak, antara lain:
- Menimbulkan kepanikan.
- Menyesatkan masyarakat.
- Merusak reputasi seseorang atau lembaga.
- Menimbulkan konflik dan perpecahan.
- Membuat masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang salah.
- Mempercepat penyebaran informasi yang tidak benar.
Karena itu, jangan menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks. Periksa informasi sebelum percaya dan bagikan.



