Dalam dunia tulis-menulis, istilah parafrase sering muncul ketika seseorang ingin menyampaikan kembali gagasan orang lain tanpa menjiplak kata demi kata. Teknik ini banyak digunakan oleh penulis, mahasiswa, hingga jurnalis untuk mengolah informasi dari berbagai sumber menjadi tulisan baru yang tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Pengertian Parafrase
Parafrase adalah proses mengungkapkan kembali suatu tuturan atau teks ke dalam bentuk bahasa yang berbeda tanpa mengubah makna aslinya. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa diartikan sebagai penguraian kembali suatu karangan dalam susunan kata yang lain, dengan tujuan menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya.
Sederhananya, seseorang yang melakukan parafrase mengambil ide dari sebuah sumber, lalu menuliskannya kembali menggunakan kalimat dan kosakata sendiri. Meski susunan bahasanya berubah, inti gagasan yang disampaikan harus tetap sama dengan sumber aslinya. Oleh karena itu, penulis yang melakukan parafrase tetap wajib mencantumkan sumber rujukan, meskipun kalimat yang digunakan sudah berbeda dari teks asal.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis. Secara lisan, parafrase biasa dipraktikkan untuk melatih kemampuan berbicara dengan menceritakan ulang suatu informasi. Secara tertulis, parafrase digunakan untuk melatih keterampilan menulis sekaligus menghindari pengutipan yang berlebihan.
Karakteristik Parafrase
Beberapa ciri yang membedakan parafrase dari kutipan langsung antara lain:
- Struktur kalimat berbeda dari sumber asli. Penulis menyusun ulang kalimat menggunakan tata bahasa dan pilihan kata sendiri.
- Makna tetap konsisten dengan teks sumber. Meskipun kalimatnya berubah, gagasan inti tidak boleh melenceng dari isi aslinya.
- Menggunakan kosakata yang lebih variatif. Penulis perlu memperkaya perbendaharaan kata agar hasil parafrase tidak terkesan kaku atau justru mirip dengan aslinya.
- Tetap mencantumkan sumber rujukan. Walaupun kalimatnya sudah diubah, gagasan tetap milik penulis asli sehingga sumber wajib dituliskan.
Tujuan Parafrase
Ada dua tujuan utama dari kegiatan parafrase, yaitu:
1. Menghindari Plagiarisme
Dengan menuliskan ulang gagasan menggunakan bahasa sendiri, penulis dapat terhindar dari tindakan menjiplak karya orang lain. Meski demikian, parafrase tetap harus disertai pencantuman sumber dalam daftar pustaka agar tetap sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
2. Memudahkan Pemahaman Gagasan
Parafrase membantu menyampaikan informasi yang rumit menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca. Teknik ini kerap digunakan untuk mengubah teks dengan struktur bahasa yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, tanpa menghilangkan inti informasinya.
Kesimpulan
Parafrase adalah keterampilan penting dalam menulis yang memungkinkan seseorang menyampaikan gagasan dari sumber lain dengan bahasa sendiri. Selain menjaga keaslian karya, teknik ini juga membantu pembaca memahami informasi dengan lebih baik. Menguasai teknik parafrase menjadi bekal yang berguna, baik untuk kebutuhan akademik maupun penulisan konten sehari-hari.



