Apa Itu Pragmatis? Berikut Maknanya!
Istilah pragmatis sering digunakan dalam berbagai konteks kehidupan, terutama saat membahas pola pikir dan pendekatan seseorang dalam menghadapi situasi. Lalu, apa sebenarnya arti dari pragmatis? Mari kita bahas secara lebih mendalam berdasarkan pengertian bahasa, filsafat, dan karakteristiknya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Pragmatis Menurut KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pragmatis adalah:
- Bersifat praktis dan berguna bagi umum;
- Mengutamakan kepraktisan dan kemanfaatan;
- Berkenaan atau bersangkutan dengan nilai-nilai praktis.
Dengan kata lain, seseorang yang berpikiran pragmatis akan cenderung memilih jalan yang paling efektif dan bermanfaat secara langsung tanpa terlalu memusingkan teori atau idealisme yang tidak aplikatif.
Asal Usul dan Makna Filosofis
Secara etimologis, kata pragmatis berasal dari bahasa Yunani pragmata yang berarti “tindakan” atau “perbuatan.” Dalam filsafat, istilah ini merujuk pada aliran pragmatisme, yang menilai kebenaran suatu gagasan dari manfaat praktisnya bagi kehidupan manusia.
Tokoh-tokoh penting dalam aliran ini antara lain:
- Charles Sanders Peirce: menyatakan bahwa makna suatu ide harus dikaitkan dengan efek praktis yang ditimbulkannya.
- William James: menekankan bahwa kebenaran ditentukan oleh sejauh mana suatu ide berguna bagi kehidupan.
- John Dewey: menyatakan bahwa berpikir secara reflektif bertujuan untuk menghasilkan hasil yang bermanfaat.
Pandangan Para Ahli
Beberapa pandangan lain tentang pragmatis:
- Meiyani: Pragmatis adalah manfaat hidup yang bersifat praktis.
- Wona: Pragmatis adalah konsep yang berlawanan dengan idealisme, lebih menekankan pada sisi praktis dan meninggalkan hal-hal yang tidak berguna.
Pragmatis vs. Pragmatisme
Penting untuk dibedakan bahwa:
- Pragmatis adalah sifat atau cara berpikir yang mengutamakan hasil dan manfaat.
- Pragmatisme adalah aliran filsafat yang menganggap nilai dan kebenaran suatu hal berdasarkan pada dampak praktisnya terhadap tindakan.
- Dalam dunia modern, orang-orang pragmatis cenderung fokus pada hasil nyata, solusi cepat, dan efisiensi dalam bertindak.
Karakteristik Pemikiran Pragmatis
Beberapa ciri khas dari pemikiran pragmatis antara lain:
- Berorientasi pada hasil: Fokus utama adalah pada apa yang bisa didapatkan dari suatu tindakan.
- Mengutamakan kepraktisan: Tidak terlalu terikat pada teori, lebih memilih cara yang mudah dan langsung terasa manfaatnya.
- Tidak mempertanyakan hal normatif: Tidak terlalu peduli apakah sesuatu sesuai norma asalkan hasilnya baik.
- Anti-absolutisme: Menolak konsep yang mutlak, karena percaya bahwa kebenaran bisa relatif tergantung manfaat.
- Anti-dualisme: Menolak pandangan yang membagi realitas secara kaku; lebih percaya bahwa kenyataan bersifat cair dan berubah sesuai kebutuhan.
Ciri-Ciri Pribadi Pragmatis dalam Kehidupan Sehari-hari
Seseorang yang pragmatis biasanya menunjukkan sikap-sikap berikut:
- Ambisius dan menggebu-gebu mengejar sesuatu yang dianggap berguna.
- Menghalalkan segala cara demi hasil, meskipun ini bisa menjadi sisi negatif jika tidak dikendalikan.
- Kurang memperhatikan proses, cenderung lupa membangun kapasitas diri karena terlalu fokus pada hasil akhir.
- Sering membandingkan diri dengan orang lain berdasarkan pencapaian konkret.
- Kerja keras tanpa henti, bahkan bisa menjadi “gila kerja” karena percaya bahwa semakin cepat bekerja, semakin cepat hasil diraih.
Penutup
Secara umum, pragmatis adalah cara berpikir yang menekankan pada hasil, kegunaan, dan tindakan nyata. Dalam dunia yang semakin cepat dan kompetitif, berpikir secara pragmatis bisa menjadi pendekatan yang efektif. Namun, penting juga untuk menyeimbangkannya dengan nilai, etika, dan pemahaman jangka panjang agar tidak terjebak dalam kepraktisan semata yang bisa mengorbankan aspek penting lainnya.
Apakah kamu termasuk orang yang pragmatis?

