Apa Itu Tanaman Pasak Bumi? Ini Pengertian, Bagian, dan Manfaat
Pasak bumi, yang juga dikenal dengan nama tongkat ali, adalah tumbuhan herbal yang tumbuh subur di kawasan hutan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Secara ilmiah, tanaman ini disebut Eurycoma longifolia dan termasuk dalam famili Simaroubaceae. Bentuknya menyerupai pohon dengan tinggi yang dapat mencapai belasan meter, meski pertumbuhannya tergolong lambat. Tanaman ini baru mulai berbuah setelah berumur dua hingga tiga tahun, dan usianya bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Bagian-Bagian Tanaman Pasak Bumi
- Batang: tumbuh lurus tanpa cabang, berwarna cokelat keabu-abuan, dan permukaannya licin.
- Daun: berbentuk majemuk dengan susunan menyirip, terdiri dari puluhan pasang anak daun berukuran cukup panjang.
- Bunga: berwarna merah kejinggaan dan berukuran kecil.
- Buah: tumbuh bergerombol dengan bentuk yang mirip biji-bijian kecil.
- Akar: bagian yang paling banyak dimanfaatkan karena dianggap memiliki kandungan senyawa aktif paling tinggi, dan menjadi bahan utama dalam pembuatan obat herbal, baik yang direbus secara tradisional maupun diolah secara industri.
Kandungan Senyawa Aktif
Berdasarkan kajian farmakologis, pasak bumi mengandung beberapa senyawa penting, di antaranya canthin yang berperan menghambat sel kanker, eurycomanone yang bersifat antimalaria, quassinoid yang berpotensi sebagai antileukemia, serta senyawa yang berfungsi sebagai afrodisiak alami.
Manfaat Pasak Bumi bagi Kesehatan
Manfaat pasak bumi yang paling dikenal masyarakat adalah kemampuannya meningkatkan gairah seksual pria melalui stimulasi produksi hormon testosteron, sehingga turut memengaruhi kesuburan dan kualitas sperma. Selain itu, kandungan di dalamnya dipercaya dapat membantu menurunkan hormon kortisol yang berkaitan dengan tingkat stres seseorang.
Beberapa senyawa dalam pasak bumi juga diteliti memiliki potensi menghambat pertumbuhan sel kanker serta membantu melawan infeksi malaria. Di sejumlah negara, tanaman ini pun digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk membantu mengendalikan kadar gula darah, meskipun penelitian mengenai hal ini masih tergolong terbatas dan memerlukan kajian lanjutan. Manfaat lain yang cukup populer adalah kemampuannya mendukung peningkatan massa dan kekuatan otot bila dikonsumsi secara rutin dalam dosis yang tepat, meski konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan sebelum mengonsumsinya sebagai suplemen.
Manfaat Berdasarkan Bagian Tanaman
Akar pasak bumi sering dipadukan dengan bahan herbal lain untuk membuat tonik kesehatan, penurun demam, hingga penyembuh luka pada gusi. Kulit batangnya membantu proses pembekuan darah setelah melahirkan dan meredakan nyeri tulang. Daunnya digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan dan sariawan, sementara bunga dan buahnya kerap dijadikan pengobatan untuk disentri.
Habitat dan Kelangkaan
Pasak bumi tumbuh subur di tanah berpasir yang bersifat asam dengan drainase baik, biasanya di hutan dekat pesisir maupun dataran tinggi dengan suhu rata-rata sekitar 25 derajat Celsius. Sayangnya, deforestasi yang terus terjadi membuat populasi tanaman ini semakin berkurang di alam liar. Ditambah lagi, proses budi dayanya yang lambat membuat sebagian besar pasokan masih bergantung pada hasil hutan, sehingga tanaman ini kini masuk kategori langka di Indonesia.



