Apa Itu Teks Eksplanasi? Berikut Pengertian, Struktur, dan Contohnya
Teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses atau tahapan terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Fenomena yang dibahas bisa mencakup berbagai aspek, mulai dari fenomena alam, sosial, budaya, hingga ilmiah. Dalam teks ini, pembaca akan diajak untuk memahami mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi melalui penjelasan yang logis dan faktual.
Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi, menurut Kemdikbud, adalah jenis tulisan yang mengungkapkan proses terjadinya fenomena dengan tujuan memberikan pemahaman yang jelas dan logis tentang sebab-akibat dari suatu kejadian. Dalam teks eksplanasi, penulis menyampaikan fakta dan pernyataan yang menunjukkan hubungan sebab-akibat, menjelaskan mengapa dan bagaimana fenomena itu bisa terjadi. Teks ini sering ditemukan dalam buku ilmiah atau artikel-artikel di media yang memberikan penjelasan mengenai fenomena tertentu.
Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi disusun dengan struktur yang jelas untuk membantu pembaca memahami proses terjadinya suatu peristiwa. Berikut adalah tiga bagian utama dalam struktur teks eksplanasi:
-
Pernyataan Umum
- Pada bagian ini, penulis memberikan gambaran umum mengenai topik yang akan dijelaskan. Ini bisa mencakup penjelasan tentang fenomena atau kejadian yang akan dibahas secara singkat, seperti bagaimana atau mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi.
- Contoh: “Mengapa air laut terasa asin?”
-
Deretan Penjelasan
- Bagian ini berisi penjelasan lebih mendalam tentang tahapan atau urutan kejadian yang menjelaskan penyebab atau proses terjadinya fenomena tersebut. Penulis menguraikan proses secara runtut dan berdasarkan fakta yang jelas.
- Contoh: Penjelasan tentang bagaimana air laut mengandung garam karena adanya proses penguapan dan aliran air dari daratan.
-
Interpretasi atau Penutup
- Pada bagian ini, penulis memberikan kesimpulan atau pandangan umum mengenai fenomena yang telah dibahas. Interpretasi ini tidak selalu ada, namun jika ada, ia akan merangkum inti dari penjelasan yang telah diberikan.
- Contoh: “Dengan demikian, proses penguapan air laut dan aliran air dari daratan yang mengandung garam menyebabkan air laut menjadi asin.”
Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki beberapa ciri kebahasaan yang membedakannya dari jenis teks lain, di antaranya:
-
Menggunakan kata yang bermakna denotatif: Kata-kata yang digunakan dalam teks eksplanasi bersifat objektif dan sesuai dengan makna aslinya.
-
Menggunakan kalimat pasif: Kalimat pasif sering digunakan dalam teks eksplanasi untuk menunjukkan tindakan yang terjadi pada objek, bukan yang melakukan tindakan.
-
Menggunakan konjungsi kausalitas: Teks eksplanasi banyak menggunakan kata hubung yang menunjukkan hubungan sebab-akibat, seperti “sebab”, “karena”, “oleh karena itu”, dan “sehingga”.
-
Menggunakan istilah ilmiah: Teks ini sering menggunakan istilah teknis yang sesuai dengan topik yang dibahas, seperti “atmosfer”, “tsunami”, “konflik sosial”, dan sebagainya.
-
Fokus pada fenomena: Teks eksplanasi lebih fokus pada fenomena yang dijelaskan dan bukan pada individu atau partisipan manusia.
Jenis-jenis Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
-
Eksplanasi Sequential: Menjelaskan urutan tahapan atau langkah dalam suatu fenomena. Contohnya adalah penjelasan mengenai siklus rantai makanan.
-
Eksplanasi Kausal: Menyajikan informasi mengenai penyebab atau asal-usul suatu peristiwa. Misalnya, penjelasan tentang proses terjadinya hujan.
-
Eksplanasi Teoritis: Menjelaskan kemungkinan atau hipotesis yang bisa terjadi dari suatu fenomena, seperti efek letusan gunung berapi yang bisa memicu bencana lainnya.
-
Eksplanasi Faktorial: Menguraikan efek atau hasil yang timbul dari suatu peristiwa, misalnya penjelasan mengenai dampak kolonialisme.
Contoh Teks Eksplanasi
Berikut adalah contoh teks eksplanasi tentang penyebab air laut terasa asin:
Mengapa Air Laut Asin?
Laut adalah kumpulan air yang menghubungkan benua-benua dan pulau-pulau di dunia. Air laut dikenal memiliki rasa asin. Mengapa air laut bisa asin?
Air laut mengandung kadar garam sekitar 3,5%. Artinya, dalam 2.500 ml air laut terdapat 60 gram garam. Rasa asin ini berasal dari daratan. Ketika hujan turun di daratan, air akan meresap ke dalam tanah dan membawa garam-garam mineral yang terdapat dalam batuan dan tanah. Air ini kemudian mengalir melalui sungai-sungai menuju laut.
Setelah air mencapai laut, penguapan air laut terjadi, namun garam tidak ikut menguap. Garam tetap berada di dalam laut. Aktivitas ombak yang menghantam batuan pantai juga turut membawa garam ke laut. Seluruh proses ini menyebabkan air laut mengandung banyak garam dan terasa asin.
Dengan demikian, melalui penguapan air, aliran air dari daratan, dan aktivitas ombak, air laut menjadi asin.
Kesimpulan
Teks eksplanasi adalah tulisan yang menjelaskan bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi, dengan menggunakan penjelasan yang jelas dan sistematis. Dengan memahami struktur dan ciri-cirinya, pembaca dapat lebih mudah memahami proses atau tahapan dalam suatu kejadian, baik itu yang terjadi di alam maupun dalam kehidupan sosial.

