Apa Sih Varikokel Itu? Berikut Penyebab dan Cara Mengobatinya!
Varikokel adalah pembengkakan pada pembuluh darah vena dalam kantong zakar (skrotum). Kondisi ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sperma, menyebabkan testis gagal berkembang atau menyusut, bahkan berujung pada kemandulan. Secara tampilan, varikokel menyerupai varises pada tungkai, di mana pembuluh darah tampak membesar dan berkelok-kelok.
Penyebab Varikokel
Varikokel terjadi akibat katup dalam pembuluh darah vena skrotum tidak dapat menutup dengan baik, sehingga darah berkumpul dan menyebabkan pembengkakan. Hingga saat ini, penyebab pasti varikokel belum diketahui. Namun, beberapa faktor yang dapat berkontribusi antara lain:
-
Gangguan pada katup vena, yang menghambat aliran darah normal.
-
Tekanan balik dari vena perut, akibat penyumbatan pembuluh darah vena di perut.
-
Tumor ginjal, yang menekan vena di skrotum dan menyebabkan varikokel.
Gejala Varikokel
Sebagian besar kasus varikokel tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, beberapa penderita bisa mengalami:
-
Nyeri tumpul di skrotum, yang bertambah saat berdiri lama dan berkurang saat berbaring.
-
Pembesaran vena yang teraba, menyerupai gumpalan cacing di dalam skrotum.
-
Pembengkakan skrotum.
-
Atrofi testis, atau penyusutan testis.
-
Gangguan kesuburan.
Diagnosis Varikokel
Dokter dapat mendiagnosis varikokel melalui beberapa metode berikut:
-
Pemeriksaan fisik, dengan meraba skrotum saat pasien berdiri atau berbaring.
-
Manuver Valsalva, di mana pasien diminta menarik napas dalam dan menahannya saat pemeriksaan.
-
USG skrotum, untuk melihat ukuran pembuluh darah lebih detail.
-
Pemeriksaan sperma, guna menilai kesuburan pasien.
Pengobatan Varikokel
Varikokel yang tidak menimbulkan gejala atau komplikasi umumnya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika menyebabkan nyeri, penyusutan testis, atau gangguan kesuburan, beberapa tindakan medis dapat dilakukan:
-
Obat Pereda Nyeri
- Dokter dapat memberikan ibuprofen atau paracetamol untuk mengurangi nyeri.
- Penggunaan celana penyangga testis juga bisa membantu mengurangi tekanan.
-
Embolisasi
- Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang melalui selangkangan atau leher untuk menjangkau varikokel.
- Dokter akan menyuntikkan zat tertentu untuk menutup vena yang bermasalah, sehingga aliran darah dialihkan ke pembuluh lain.
-
Operasi (Varikokelektomi)
- Dilakukan dengan memotong atau mengikat pembuluh darah yang terkena varikokel agar darah mengalir ke pembuluh lain yang sehat.
- Bisa dilakukan melalui teknik bedah terbuka atau laparoskopi.
- Masa pemulihan sekitar 1–2 hari, namun pasien perlu menghindari aktivitas berat selama 10–14 hari.
Komplikasi Varikokel
Jika tidak ditangani, varikokel dapat menyebabkan:
-
Penyusutan testis akibat tekanan dan gangguan sirkulasi darah.
-
Kemandulan, karena peningkatan suhu skrotum dapat mengganggu produksi dan kualitas sperma.
Pencegahan Varikokel
Hingga saat ini, belum ada cara efektif untuk mencegah varikokel. Namun, pria disarankan untuk melakukan pemeriksaan testis mandiri secara berkala agar kelainan pada skrotum dapat terdeteksi lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis urologi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serius di kemudian hari.

