Cara Membuat Password yang Aman dan Sulit Dibobol
Di era digital, hampir setiap aktivitas membutuhkan akun dan kata sandi, mulai dari email, media sosial, aplikasi perbankan, hingga berbagai platform pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, membuat password yang aman dan sulit dibobol menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi data pribadi.
Sayangnya, masih banyak orang menggunakan kata sandi yang sederhana, seperti tanggal lahir, nama sendiri, atau satu password untuk banyak akun. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko karena ketika satu akun berhasil diretas, akun lain yang menggunakan kata sandi sama juga ikut terancam.
Lantas, bagaimana cara membuat password yang kuat tetapi tetap mudah dikelola? Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan.
1. Gunakan Password yang Panjang
Salah satu cara membuat password yang aman adalah menggunakan kata sandi dengan karakter yang cukup panjang. Menurut detikINET yang merujuk pada panduan Microsoft, password sebaiknya memiliki minimal 12 karakter dan akan lebih baik jika mencapai 14 karakter atau lebih.
Password yang panjang membuat jumlah kombinasi yang harus ditebak menjadi lebih banyak sehingga lebih sulit diserang dengan metode tertentu.
2. Kombinasikan Berbagai Karakter
Password sebaiknya tidak hanya terdiri dari huruf biasa. Gunakan kombinasi:
- Huruf kapital.
- Huruf kecil.
- Angka.
- Simbol.
Misalnya, daripada menggunakan kata sandi seperti rumah123, buat kombinasi yang lebih panjang dan tidak mudah ditebak.
Namun, jangan sekadar menambahkan angka di belakang nama atau kata yang sudah umum. Buat kombinasi yang tidak berkaitan langsung dengan informasi pribadi.
3. Hindari Informasi Pribadi
Jangan menggunakan informasi yang mudah ditemukan orang lain sebagai password. Contohnya:
- Nama lengkap.
- Tanggal lahir.
- Nama pasangan.
- Nama anak.
- Nama hewan peliharaan.
- Nomor telepon.
- Nama sekolah atau kampus.
Informasi tersebut terkadang dapat ditemukan melalui media sosial sehingga lebih mudah ditebak. detikINET juga menyarankan pengguna menghindari informasi pribadi ketika membuat password.
4. Gunakan Password Berbeda untuk Setiap Akun
Satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menggunakan password yang sama untuk semua akun. Cara ini memang mudah diingat, tetapi risikonya cukup besar.
Jika salah satu layanan mengalami kebocoran password, pelaku dapat mencoba kombinasi username dan password yang sama pada akun lainnya. Karena itu, gunakan password unik untuk setiap akun penting.
5. Buat Password yang Sulit Ditebak tetapi Mudah Diingat
Password yang aman tidak harus berupa rangkaian karakter acak yang mustahil diingat. Kamu dapat membuat sebuah frasa yang hanya memiliki makna bagi diri sendiri, kemudian mengombinasikannya dengan angka dan simbol.
Contohnya, gunakan sebuah kalimat pribadi yang tidak mudah dikaitkan dengan identitasmu, lalu ubah menjadi kombinasi password.
Catatan: contoh password dalam artikel sebaiknya tidak digunakan secara langsung untuk akun pribadi.
6. Jangan Bagikan Password kepada Orang Lain
Password merupakan informasi rahasia. Jangan memberikannya kepada orang lain, termasuk melalui pesan, email, atau media sosial.
Ruangguru juga mengingatkan pengguna untuk menjaga kerahasiaan kata sandi dan tidak membagikannya kepada siapa pun.
Selain password, jangan pernah memberikan kode OTP kepada orang lain. Pelaku penipuan dapat mengaku sebagai pihak bank, perusahaan, atau layanan tertentu untuk meminta kode tersebut.
7. Gunakan Password Manager
Memiliki password berbeda untuk setiap akun memang dapat membuat pengguna kesulitan mengingat semuanya. Solusinya adalah menggunakan password manager.
Password manager dapat menyimpan berbagai kata sandi sehingga pengguna tidak perlu menghafal semuanya. Beberapa browser dan sistem operasi juga telah menyediakan pengelola password bawaan yang dapat menyimpan kredensial secara terenkripsi.
8. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Password yang kuat akan semakin aman jika dilengkapi verifikasi dua langkah atau Two-Factor Authentication (2FA).
Dengan fitur ini, seseorang tidak cukup hanya mengetahui password untuk masuk ke akun. Mereka juga membutuhkan faktor autentikasi tambahan, seperti kode verifikasi atau aplikasi autentikator.
detikINET menyebutkan bahwa autentikasi multifaktor dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan meskipun password seseorang telah diketahui pihak lain.
9. Segera Ganti Password Jika Akun Terindikasi Dibobol
Jika mendapatkan pemberitahuan aktivitas login yang mencurigakan atau mengetahui bahwa password akun mungkin telah bocor, segera ubah kata sandinya.
Gunakan password baru yang benar-benar berbeda dan jangan menggunakan kembali password lama. Untuk akun yang penting, periksa pula perangkat yang sedang login dan aktifkan autentikasi tambahan.
10. Jangan Sembarangan Memasukkan Password
Password yang kuat tetap dapat dicuri jika pengguna memasukkannya ke situs palsu. Karena itu, selalu periksa alamat website sebelum login, terutama ketika mendapatkan tautan melalui email, SMS, atau pesan media sosial.
Waspadai pula pesan yang mendesak pengguna untuk segera memasukkan password atau OTP. Pola seperti ini dapat menjadi bagian dari phishing atau rekayasa sosial.
Ciri-Ciri Password yang Aman
Secara sederhana, password yang baik memiliki beberapa karakteristik berikut:
- Panjang dan tidak terlalu sederhana.
- Tidak menggunakan informasi pribadi.
- Mengandung kombinasi karakter.
- Berbeda untuk setiap akun.
- Tidak menggunakan kata yang mudah ditemukan dalam kamus.
- Tidak dibagikan kepada orang lain.
- Disimpan menggunakan password manager jika diperlukan.
- Dilengkapi dengan 2FA atau MFA.
Kesimpulan
Cara membuat password yang aman dan sulit dibobol dapat dimulai dengan menggunakan kata sandi yang panjang, unik, dan tidak berkaitan dengan informasi pribadi. Kombinasikan huruf, angka, dan simbol serta hindari penggunaan satu password untuk banyak akun.
Selain membuat password yang kuat, perlindungan akun juga perlu dilengkapi dengan password manager, verifikasi dua langkah, dan kewaspadaan terhadap phishing. Tidak ada password yang benar-benar menjamin akun tidak dapat diretas, tetapi kebiasaan keamanan yang baik dapat memperkecil risikonya.



