Selain nyeri kepala, migrain juga dapat disertai mual, muntah, serta meningkatnya kepekaan terhadap cahaya dan suara. Pada sebagian orang, migrain juga dapat didahului aura berupa gangguan saraf, seperti melihat kilatan cahaya atau perubahan penglihatan.
Migrain termasuk kondisi yang dapat berulang. Meski belum dapat disembuhkan secara total, penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi serangan. Karena itu, mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika migrain muncul menjadi hal penting.
Cara Mengatasi Migrain dengan Cepat
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala migrain. Penanganannya dapat berupa perubahan kondisi lingkungan, istirahat, mencukupi kebutuhan cairan, hingga penggunaan obat sesuai kebutuhan.
1. Beristirahat di Tempat yang Gelap dan Tenang
Cahaya terang dan suara keras dapat memperburuk migrain. Ketika serangan muncul, hentikan aktivitas sementara dan cari ruangan yang tenang, sejuk, serta minim cahaya.
Tutup mata dan cobalah mengatur pernapasan secara perlahan. Jika memungkinkan, tidur juga dapat membantu tubuh beristirahat dan meredakan rasa nyeri.
2. Gunakan Kompres Dingin atau Hangat
Kompres dapat menjadi salah satu pertolongan sederhana ketika migrain menyerang.
Kompres dingin dapat ditempelkan pada dahi atau bagian belakang leher selama sekitar 15–20 menit. Suhu dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada sebagian penderita.
Jika kompres dingin terasa kurang nyaman, kompres hangat dapat menjadi pilihan. Kompres hangat dapat membantu mengendurkan otot yang tegang. Mandi menggunakan air hangat juga dapat memberikan efek relaksasi.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menjadi salah satu pemicu sakit kepala, termasuk migrain. Karena itu, minumlah air putih secara perlahan ketika serangan migrain terjadi.
Menjaga asupan cairan setiap hari juga penting untuk membantu mengurangi risiko migrain kambuh. Hindari konsumsi minuman berkafein secara berlebihan karena terlalu banyak kafein pada sebagian orang justru dapat memicu sakit kepala.
4. Pijat Kepala dan Leher dengan Lembut
Pijatan ringan pada dahi, pelipis, bagian belakang kepala, atau leher dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Lakukan dengan gerakan memutar secara perlahan selama beberapa menit. Namun, tidak semua penderita migrain nyaman disentuh ketika sedang mengalami serangan. Jika pijatan justru membuat nyeri bertambah, sebaiknya dihentikan.
5. Lakukan Relaksasi, Meditasi, atau Yoga
Stres dapat menjadi salah satu pemicu migrain. Mengatur pernapasan dan menenangkan pikiran dapat membantu tubuh lebih rileks.
Meditasi dapat dilakukan dengan duduk di tempat yang tenang sambil memusatkan perhatian pada pernapasan. Yoga juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengelola stres dan menurunkan risiko kekambuhan.
Pilih gerakan yang ringan dan hindari posisi atau gerakan yang justru memperburuk sakit kepala.
6. Cukupi Waktu Tidur
Kurang tidur dapat memicu atau memperburuk migrain. Ketika serangan terjadi, tidur jika memungkinkan dapat membantu tubuh beristirahat.
Selain memperhatikan durasi tidur, usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam.
Sebaliknya, perubahan jadwal tidur secara drastis atau tidur terlalu lama pada sebagian orang juga dapat menjadi pemicu migrain.
7. Perhatikan Pola Makan
Melewatkan waktu makan dapat meningkatkan risiko migrain pada sebagian orang. Karena itu, usahakan makan secara teratur dan pilih makanan dengan gizi seimbang.
Beberapa makanan atau minuman juga dapat menjadi pemicu migrain pada orang tertentu, seperti daging olahan, makanan tinggi garam, cokelat, alkohol, dan makanan yang mengandung banyak MSG.
Pemicu setiap orang dapat berbeda. Membuat catatan makanan dan mencatat kapan migrain muncul dapat membantu menemukan makanan yang mungkin berkaitan dengan kambuhnya gejala.
8. Konsumsi Jahe Hangat
Jahe dapat menjadi salah satu pilihan alami yang digunakan untuk membantu meredakan gejala migrain. Kandungan dalam jahe memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi keluhan yang menyertai migrain, termasuk mual.
Namun, jahe tidak sebaiknya dianggap sebagai pengganti pengobatan medis. Jika migrain sering kambuh atau nyerinya berat, pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
9. Gunakan Obat Pereda Nyeri Sesuai Petunjuk
Obat pereda nyeri seperti parasetamol, ibuprofen, aspirin, atau naproxen dapat digunakan untuk membantu mengatasi migrain pada kondisi tertentu.
Obat khusus migrain juga tersedia dan dapat diresepkan dokter, termasuk obat golongan triptan seperti sumatriptan. Beberapa terapi lain dapat diberikan berdasarkan kondisi dan frekuensi migrain yang dialami.
Rimegepant juga merupakan salah satu obat migrain yang penggunaannya memerlukan resep dokter. Karena setiap obat memiliki aturan penggunaan, kondisi kesehatan, dan kemungkinan efek samping yang berbeda, sebaiknya jangan menggunakan obat resep tanpa arahan tenaga medis.
Penggunaan obat pereda nyeri terlalu sering juga perlu dihindari karena dapat menyebabkan sakit kepala akibat penggunaan obat secara berlebihan.
10. Kenali dan Hindari Pemicu Migrain
Setiap penderita dapat memiliki pemicu yang berbeda. Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan migrain antara lain kurang tidur, stres, dehidrasi, terlambat makan, cahaya terang, suara keras, serta makanan atau minuman tertentu.
Mencatat waktu munculnya migrain, makanan yang dikonsumsi, waktu tidur, aktivitas, dan kondisi stres dapat membantu mengenali pola pemicunya.
Setelah pemicu diketahui, langkah pencegahan dapat dilakukan dengan mengurangi paparan terhadap faktor tersebut.
11. Lakukan Olahraga secara Teratur
Olahraga ringan hingga sedang seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat membantu menjaga kebugaran dan mengelola stres. Aktivitas fisik juga dapat merangsang produksi endorfin yang berperan dalam membantu tubuh mengendalikan rasa sakit.
Namun, olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap. Aktivitas fisik yang terlalu berat atau dilakukan secara tiba-tiba justru dapat memicu sakit kepala pada sebagian orang.
Apakah Migrain Bisa Sembuh Total?
Migrain merupakan kondisi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang dan kambuh kembali. Karena itu, penanganan migrain lebih diarahkan untuk mengendalikan gejala, mengurangi frekuensi serangan, serta menurunkan tingkat keparahannya.
Pemicu migrain juga berbeda antara satu orang dan orang lainnya. Dengan mengenali pemicu dan menerapkan pola hidup yang sesuai, serangan dapat lebih mudah dikendalikan.
Jika migrain semakin sering muncul atau mengganggu pekerjaan, sekolah, aktivitas sehari-hari, dan waktu tidur, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Kapan Migrain Harus Diperiksakan?
Tidak semua sakit kepala dapat dianggap sebagai migrain biasa. Segera cari pertolongan medis apabila sakit kepala disertai kondisi seperti:
- Muntah terus-menerus.
- Hilang kesadaran.
- Kejang.
- Perubahan atau gangguan penglihatan.
- Hilang keseimbangan.
- Pusing berat atau sensasi seperti melayang.
- Jantung berdebar keras.
- Tekanan darah tinggi.
Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika sakit kepala terasa sangat berat, muncul secara tiba-tiba, berbeda dari migrain yang biasanya dialami, atau tidak membaik setelah berbagai upaya penanganan.
Kesimpulan
Cara mengatasi migrain dengan cepat dapat dilakukan dengan beristirahat di tempat gelap dan tenang, menggunakan kompres dingin atau hangat, minum air putih, melakukan relaksasi, tidur cukup, menjaga pola makan, serta menggunakan obat sesuai petunjuk.
Migrain memang belum dapat disembuhkan secara total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat. Mengenali pemicu dan menjaga pola hidup juga penting untuk mengurangi kemungkinan serangan berulang.
Jika migrain sering kambuh, berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala yang tidak biasa, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter agar penyebab dan penanganannya dapat ditentukan dengan tepat.



