Cek Fakta Terkait Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Nasional
Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan potensi siswa secara holistik, meliputi keterampilan emosional, sosial, spiritual, dan praktis. Hal ini mencakup pembelajaran berbasis proyek, kecakapan hidup, dan pemberdayaan siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia nyata dan berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat.
Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI memberikan kebebasan kepada sekolah dan pendidik dalam merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan karakteristik siswa. Baik Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum Nasional bertujuan untuk menciptakan pendidikan yang relevan bagi peserta didik, masyarakat, dan bangsa.
Kurikulum Merdeka hendaknya menjadi pelengkap dan penguat Kurikulum Nasional, saling mendukung dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang lebih baik.
Dalam kebijakan Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka disusun dengan pendekatan pemberian pilihan secara sukarela, sehingga setiap satuan pendidikan dapat memilih sesuai kesiapannya. Sekitar 80 persen sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2023/2024, ada yang masih menggunakan Kurikulum 2013, ada yang menggunakan Kurikulum Merdeka, dan ada pula yang mengembangkan kurikulum operasional secara mandiri.
Kurikulum Merdeka telah digunakan secara luas, dan teknologi digital digunakan untuk mempersiapkan guru dan sekolah dalam penerapannya. Pengakuan terhadap rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan kurikulum nasional baru mulai terungkap ke publik pasca peluncuran Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Pengajaran Merdeka pada Februari 2024.
Permendikbudristek merupakan bagian dari pengembangan dan penerapan Kurikulum Mandiri secara bertahap ke dalam kurikulum nasional tahun 2024. Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran bagi seluruh peserta didik dengan memberikan keleluasaan bagi pendidik dan satuan pendidikan.
Pemerintah memberikan waktu transisi satuan pendidikan, dan Kurikulum Merdeka dapat dilaksanakan secara bertahap mulai kelas I, IV, VII, dan X atau untuk semua kelas.
Transformasi pendidikan Merdeka Belajar melalui Kurikulum Merdeka, Nadiem meyakini bahwa transformasi pendidikan Merdeka Belajar yang salah satunya diwujudkan dengan Kurikulum Merdeka akan berkelanjutan. Sebab, pendekatannya bukan top-down, melainkan adanya gerakan akar rumput.
”Kami menyiapkan pada dampak dan berfokus pada hal yang susah diputarbalikkan,” ujarnya.
Jika diterima dan diterapkan di lebih dari 80% sekolah, serta memberikan dampak pembelajaran yang fleksibel dan menyenangkan, maka Kurikulum Merdeka diyakini siap menjadi Kurikulum Nasional.

