Kamis, Oktober 15, 2026
Berita dan Informasi
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
Berita dan Informasi
No Result
View All Result

Ciri-Ciri Anjing Rabies, Kenali Gejala dan Tandanya

Max Ki by Max Ki
6 Oktober 2026
in Artikel
0
Ciri-Ciri Anjing Rabies, Kenali Gejala dan Tandanya

Ciri-Ciri Anjing Rabies, Kenali Gejala dan Tandanya

Rabies merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang hewan maupun manusia dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul. Mengenali ciri-ciri anjing yang terinfeksi rabies sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi keluarga, hewan peliharaan, dan lingkungan sekitar.

Apa Itu Rabies?

Rabies atau yang sering dikenal sebagai penyakit anjing gila merupakan penyakit menular akut yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari golongan Lyssavirus.

Virus rabies dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan. Penularan juga dapat terjadi melalui cakaran atau jilatan pada kulit yang terluka. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 99 persen kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing.

Selain anjing, beberapa hewan lain seperti kucing, kera, dan kelelawar juga dapat menjadi pembawa virus rabies. Risiko penularan lebih tinggi pada hewan liar maupun hewan peliharaan yang belum mendapatkan vaksinasi rabies.

Masa Inkubasi Rabies pada Anjing

Gejala rabies pada anjing umumnya muncul sekitar 3 hingga 8 minggu setelah hewan terinfeksi. Pada masa inkubasi, virus berada di sekitar lokasi gigitan sebelum kemudian bergerak menuju sistem saraf.

Waktu munculnya gejala dapat berbeda-beda. Jika lokasi gigitan atau cakaran berada dekat dengan kepala, gejala dapat muncul lebih cepat karena jarak menuju sistem saraf lebih pendek.

Ciri-Ciri Anjing Rabies

Perubahan perilaku dan kondisi fisik dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Beberapa ciri anjing yang dicurigai terinfeksi rabies antara lain:

1. Perubahan Perilaku

Anjing dapat mengalami perubahan perilaku secara drastis. Anjing yang biasanya tenang bisa menjadi gelisah dan ketakutan. Sebaliknya, anjing yang sebelumnya aktif dapat berubah menjadi pendiam, pemalu, lesu, atau tidak bersemangat.

2. Menjadi Lebih Agresif

Anjing yang terinfeksi rabies dapat menjadi lebih agresif, galak, atau buas. Perubahan tersebut bahkan dapat terjadi terhadap pemilik yang sebelumnya sudah dikenal. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada sistem saraf akibat infeksi virus rabies.

3. Demam

Demam dapat menjadi salah satu tanda infeksi pada anjing. Namun, demam tidak secara khusus menunjukkan rabies karena kondisi tersebut juga dapat muncul akibat berbagai penyakit lainnya.

4. Tidak Mau Makan

Pada fase awal, anjing yang terinfeksi rabies dapat kehilangan nafsu makan dan terlihat tidak sehat. Kondisi tubuh secara umum juga dapat menurun.

5. Terus Menjilati atau Menggigit Lokasi Luka

Anjing dapat menunjukkan rasa tidak nyaman di area yang sebelumnya mengalami gigitan atau cakaran. Hewan mungkin terus menjilati atau menggigit bagian tubuh tersebut.

6. Kelesuan

Kelesuan yang tidak biasa juga dapat terlihat pada anjing yang terinfeksi rabies. Meski demikian, lesu bukan tanda khusus rabies karena dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya.

7. Sering Menggigit dan Menggeram

Pada fase tertentu, anjing dapat menjadi lebih agresif dan sering menggigit atau menggeram tanpa pemicu yang jelas. Perilaku tersebut bahkan dapat diarahkan kepada benda maupun makhluk lain di sekitarnya.

8. Kelumpuhan pada Fase Lanjut

Ketika infeksi telah menyerang bagian otak dan sumsum tulang belakang, anjing dapat mengalami kelumpuhan. Kondisi ini dapat disertai kesulitan menelan dan produksi air liur yang berlebihan hingga akhirnya menyebabkan kematian.

Tahapan Perkembangan Gejala Rabies pada Anjing

Secara umum, perkembangan gejala rabies pada anjing dapat berlangsung melalui tiga stadium, yaitu:

  1. Stadium prodromal: berlangsung sekitar 2–3 hari. Anjing dapat mengalami perubahan temperamen, kehilangan nafsu makan, demam ringan, dan terlihat tidak sehat.
  2. Stadium eksitasi: berlangsung sekitar 3–7 hari. Anjing dapat menjadi sangat gelisah, mudah marah, agresif, serta sering menggigit atau menggeram tanpa alasan yang jelas.
  3. Stadium paralisis: anjing mulai mengalami kelumpuhan otot dan kesulitan menelan. Kondisi ini kemudian dapat berkembang hingga menyebabkan kematian.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Digigit Anjing yang Dicurigai Rabies?

Jika seseorang digigit atau tercakar oleh anjing yang dicurigai terinfeksi rabies, penanganan harus dilakukan secepat mungkin. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Cuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama sekitar 10–15 menit.
  2. Setelah luka dibersihkan, gunakan antiseptik.
  3. Segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemberian vaksin anti-rabies (VAR) atau serum anti-rabies (SAR).
  4. Jika memungkinkan dan aman, anjing yang menggigit dapat diamankan untuk keperluan observasi oleh petugas terkait. Jangan mencoba menangkap atau menangani anjing yang agresif secara langsung.

Penanganan medis tidak sebaiknya ditunda hanya karena menunggu munculnya gejala. Setelah terjadi paparan yang berisiko, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan tindakan pencegahan yang sesuai.

Cara Mencegah Rabies pada Anjing

Pencegahan rabies pada anjing dapat dilakukan dengan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan dokter hewan.

Selain vaksinasi, hindari kontak langsung dengan anjing liar atau hewan yang tidak dikenal. Masyarakat juga sebaiknya melaporkan keberadaan anjing dengan perilaku mencurigakan kepada petugas kesehatan hewan setempat agar dapat ditangani secara aman.

Kesimpulan

Rabies merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Perubahan perilaku, agresivitas, kehilangan nafsu makan, kelesuan, sering menggigit atau menggeram, hingga kelumpuhan dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai pada anjing.

Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti anjing pasti terkena rabies. Diagnosis perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan hewan. Pencegahan melalui vaksinasi serta penanganan medis sesegera mungkin setelah terjadi gigitan atau paparan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Tags: anjing rabiescara mencegah rabiesciri anjing terkena rabiesciri-ciri anjing rabiesgejala anjing rabiesgejala rabies pada anjingpenanganan gigitan anjing rabiespenyakit rabiestanda anjing rabiesvaksin rabies anjing
Previous Post

Energi Kinetik: Pengertian, Rumus, Jenis, dan Contoh dalam Kehidupan

Next Post

Cek! Ini Ketentuan Nama yang Boleh dan Dilarang Digunakan di Dokumen Kependudukan

Next Post
Cek! Ini Ketentuan Nama yang Boleh dan Dilarang Digunakan di Dokumen Kependudukan

Cek! Ini Ketentuan Nama yang Boleh dan Dilarang Digunakan di Dokumen Kependudukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Artikel
  • Berita

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Recent News

Cek Bansos Kemensos PKH Oktober 2026? Kapan Cair?

Cek Bansos Kemensos PKH Oktober 2026? Kapan Cair?

15 Oktober 2026
Cek Desil Kemensos go id 2026, Ketahui Status Kesejahteraan Anda

Cek Desil Kemensos go id 2026, Ketahui Status Kesejahteraan Anda

15 Oktober 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.