Tahukah kamu bahwa kata “apotek” berasal dari bahasa Belanda, sedangkan “sepatu” berasal dari bahasa Portugis? Banyak kata yang kita gunakan setiap hari ternyata berasal dari bahasa lain. Kata-kata tersebut kemudian menyatu dengan bahasa Indonesia sehingga tidak lagi terasa asing bagi penuturnya. Proses ini disebut penyerapan, sedangkan kata yang dihasilkan dikenal sebagai kata serapan.
Mengenali kata serapan dapat membantu kita memahami perkembangan bahasa Indonesia, termasuk pengaruh berbagai bahasa asing terhadap kosakata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut daftar kata serapan bahasa asing yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia beserta jenis dan kaidah penulisannya.
Apa Itu Kata Serapan?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata serapan adalah kata yang diserap dari bahasa lain berdasarkan kaidah bahasa penerima. Kata serapan muncul akibat kontak antara penutur bahasa Indonesia dan penutur bahasa lain melalui perdagangan, penyebaran agama, penjajahan, pendidikan, hingga perkembangan teknologi.
Sejumlah bahasa yang memberikan pengaruh terhadap kosakata bahasa Indonesia antara lain Sanskerta, Arab, Belanda, Portugis, Tionghoa, Persia, dan Inggris. Setiap bahasa tersebut menyumbangkan kata-kata yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari agama dan budaya hingga administrasi, perdagangan, serta teknologi.
Bahasa Belanda juga menjadi salah satu sumber penting kata serapan dari Eropa karena hubungan sejarah yang panjang dengan Indonesia. Pengaruh tersebut masih terlihat dalam banyak istilah administrasi dan nama benda yang digunakan hingga sekarang.
Jenis Penyerapan Kata
Berdasarkan cara masuknya ke dalam bahasa Indonesia, penyerapan kata dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Perbedaan ini berkaitan dengan bentuk kata, makna, dan cara penyesuaiannya.
1. Adopsi
Adopsi merupakan proses pengambilan kata asing dengan mempertahankan bentuk dan maknanya, meskipun dalam penggunaannya dapat terjadi penyesuaian ejaan atau pelafalan. Contohnya adalah kata film, data, bisnis, aktor, dan dosen.
2. Adaptasi
Adaptasi adalah penyerapan kata asing dengan penyesuaian ejaan atau pelafalan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Makna kata tersebut tetap dipertahankan. Contohnya, kata activity menjadi aktivitas dan quality menjadi kualitas.
3. Terjemahan
Terjemahan merupakan proses pengambilan makna dari bahasa asing, kemudian mengungkapkannya menggunakan kata atau frasa dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah kata download yang memiliki padanan bahasa Indonesia berupa unduh.
4. Kreasi
Kreasi merupakan proses pembentukan istilah baru berdasarkan konsep dari bahasa asing tanpa harus menerjemahkan setiap unsurnya secara langsung. Contohnya, istilah daring yang merupakan singkatan dari “dalam jaringan” digunakan sebagai padanan kata online.
Daftar Kata Serapan Berdasarkan Bahasa Asal
Kata serapan dalam bahasa Indonesia berasal dari berbagai bahasa yang masuk melalui interaksi sosial, perdagangan, agama, pendidikan, dan perkembangan budaya. Berikut sejumlah contohnya berdasarkan bahasa asal.
1. Kata Serapan dari Bahasa Sanskerta
Bahasa Sanskerta memberikan pengaruh besar terhadap kosakata bahasa Indonesia, terutama dalam bidang agama, kebudayaan, pemerintahan, dan kehidupan sosial. Sebagian kosakata tersebut masuk secara tidak langsung melalui bahasa Jawa Kuno.
- Bahasa
- Agama
- Surga
- Neraka
- Manusia
- Bumi
- Raja
- Dewa
- Putra
- Cinta
- Bahagia
- Kaya
2. Kata Serapan dari Bahasa Arab
Kata serapan dari bahasa Arab banyak ditemukan dalam kosakata yang berkaitan dengan agama, ilmu pengetahuan, hukum, dan kehidupan sehari-hari. Beberapa kata tetap memiliki bentuk yang mirip dengan bahasa asalnya, sedangkan kata lainnya mengalami penyesuaian lafal atau makna.
- Kitab
- Ilmu
- Waktu
- Adil
- Hukum
- Kabar
- Selamat
- Dunia
- Maaf
- Umur
- Rezeki
- Masjid
3. Kata Serapan dari Bahasa Belanda
Pengaruh bahasa Belanda terhadap bahasa Indonesia berkaitan erat dengan sejarah kolonialisme. Sejumlah kata yang berasal dari bahasa ini masih digunakan dalam urusan administrasi, pendidikan, transportasi, dan penyebutan benda sehari-hari.
- Apotek
- Kantor
- Handuk
- Kulkas
- Dosen
- Rekening
- Gratis
- Bioskop
- Polisi
- Sepur, istilah yang digunakan dalam bahasa Jawa untuk kereta api dan berkaitan dengan kata Belanda spoor
4. Kata Serapan dari Bahasa Portugis
Interaksi masyarakat Nusantara dengan pedagang dan pelaut Portugis turut memperkenalkan sejumlah kosakata. Kata-kata tersebut banyak berkaitan dengan benda sehari-hari, makanan, pakaian, dan bangunan.
- Sepatu
- Meja
- Jendela
- Gereja
- Bendera
- Kemeja
- Pesta
- Sabun
- Bangku
- Boneka
- Keju
- Mentega
5. Kata Serapan dari Bahasa Tionghoa (Hokkien)
Bahasa Tionghoa, khususnya dialek Hokkien, memberikan pengaruh terhadap kosakata bahasa Indonesia melalui hubungan perdagangan dan interaksi masyarakat. Pengaruhnya dapat ditemukan dalam istilah makanan, bahan pangan, dan benda tertentu.
- Bakso
- Mi
- Tahu
- Teh
- Kecap
- Lumpia
- Loteng
- Tauge
6. Kata Serapan dari Bahasa Persia
Bahasa Persia turut memengaruhi kosakata bahasa Indonesia melalui jalur perdagangan dan hubungan budaya. Beberapa kata yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat dikenal luas hingga saat ini.
- Bandar
- Pasar
- Saudagar
- Pahlawan
- Anggur
- Kismis
7. Kata Serapan dari Bahasa Inggris
Bahasa Inggris menjadi salah satu sumber utama kata serapan modern, terutama dalam bidang teknologi, ekonomi, pendidikan, hiburan, dan komunikasi. Banyak istilah baru yang masuk seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan penggunaan teknologi digital.
- Komputer
- Internet
- Data
- Film
- Bisnis
- Aktor
- Kalender
- Tim
- Tiket
- Hotel
- Stasiun
Kaidah Penyesuaian Ejaan Kata Serapan
Kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia umumnya mengalami penyesuaian ejaan agar sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia. Penyesuaian ini mengikuti pola tertentu, terutama pada huruf dan akhiran kata.
- Huruf “ph” menjadi “f”: contohnya phase menjadi fase dan photo menjadi foto.
- Akhiran “-ity” menjadi “-itas”: contohnya quality menjadi kualitas dan activity menjadi aktivitas.
- Akhiran “-ive” menjadi “-if”: contohnya active menjadi aktif dan creative menjadi kreatif.
- Akhiran “-tion” menjadi “-si”: contohnya information menjadi informasi.
- Huruf “c” pada posisi tertentu menjadi “k”: contohnya cabinet menjadi kabinet.
Tidak semua kata asing langsung disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Sejumlah istilah yang belum terserap sepenuhnya, seperti online, masih dapat ditulis dalam bentuk aslinya. Dalam penulisan bahasa Indonesia, kata atau ungkapan asing yang belum diserap umumnya dicetak miring.
Mengapa Kata Serapan Penting?
Kata serapan memperkaya kosakata bahasa Indonesia dan membantu masyarakat menyebut benda, gagasan, atau konsep baru. Kehadiran kata dari berbagai bahasa juga menunjukkan bahwa bahasa Indonesia berkembang melalui interaksi dengan masyarakat dan kebudayaan lain.
Meski demikian, penggunaan kata serapan perlu memperhatikan konteks dan kaidah bahasa. Jika sudah tersedia padanan bahasa Indonesia yang baku dan mudah dipahami, padanan tersebut sebaiknya digunakan, terutama dalam tulisan formal. Sebagai contoh, kata unduh dapat dipilih sebagai padanan download.
Penutup
Kata serapan menunjukkan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang terbuka dan terus berkembang melalui pertemuan dengan bahasa lain. Pengaruh Sanskerta, Arab, Belanda, Portugis, Tionghoa, Persia, dan Inggris telah memperkaya kosakata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami asal kata, jenis penyerapan, serta kaidah penyesuaian ejaannya, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia secara lebih tepat. Pengetahuan ini juga membantu kita menghargai sejarah dan perkembangan bahasa yang menjadi sarana komunikasi masyarakat Indonesia.



