Semangat untuk memperbaiki kehidupan masyarakat dan melepaskan diri dari penjajahan mendorong lahirnya berbagai organisasi pada awal abad ke-20. Organisasi pergerakan nasional Indonesia menjadi wadah bagi kaum terpelajar dan masyarakat untuk memperjuangkan pendidikan, sosial, ekonomi, keagamaan, hingga kemerdekaan. Kemunculan organisasi-organisasi tersebut juga menjadi salah satu bagian penting dalam tumbuhnya kesadaran nasional bangsa Indonesia.
Berbagai organisasi memiliki latar belakang, tujuan, dan strategi perjuangan yang berbeda. Beberapa di antaranya kemudian memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan nasionalisme Indonesia.
Daftar Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
Berikut beberapa organisasi yang memiliki peran penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.
Budi Utomo
Budi Utomo berdiri pada 20 Mei 1908 di Batavia. Organisasi ini lahir dari gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo yang kemudian mendapat dukungan dari para pelajar STOVIA, termasuk Dr. Soetomo. Budi Utomo pada awal perkembangannya berfokus pada pendidikan, pengajaran, sosial, dan kebudayaan.
Tanggal berdirinya Budi Utomo kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Sarekat Islam
Sarekat Islam berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi. Organisasi ini pada awalnya berkaitan dengan kepentingan para pedagang pribumi, kemudian berkembang menjadi organisasi dengan cakupan keanggotaan dan perjuangan yang lebih luas.
Pada perkembangannya, H.O.S. Tjokroaminoto menjadi salah satu tokoh penting dalam Sarekat Islam. Organisasi ini turut berperan dalam membangun kesadaran dan persatuan masyarakat.
Indische Partij
Indische Partij didirikan pada 1912 oleh tiga tokoh yang dikenal sebagai Tiga Serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi), dr. Tjipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara.
Organisasi ini memiliki gagasan nasionalisme Hindia dan berusaha memperjuangkan persatuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama. Indische Partij juga dikenal memiliki sikap tegas terhadap kolonialisme Belanda.
Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 18 November 1912. Organisasi ini bergerak terutama dalam bidang sosial, keagamaan, dan pendidikan.
Muhammadiyah kemudian mengembangkan berbagai lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, dan dakwah. Perannya dalam meningkatkan pendidikan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kehidupan sosial Indonesia.
Taman Siswa
Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan dan mengembangkan sistem pendidikan yang menekankan kemajuan serta kemandirian peserta didik.
Melalui pendidikan kebangsaan, Taman Siswa berusaha membangun kesadaran dan rasa cinta terhadap bangsa Indonesia.
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Partai Nasional Indonesia atau PNI didirikan oleh Ir. Soekarno pada 4 Juli 1927 di Bandung. PNI memiliki tujuan utama mencapai kemerdekaan Indonesia dan memperjuangkan perubahan dalam kehidupan politik, sosial, serta ekonomi.
PNI dikenal memiliki sikap tegas terhadap pemerintah kolonial Belanda. Sikap tersebut membuat sejumlah tokohnya mendapat tekanan dan penangkapan dari pemerintah kolonial.
Gerakan Perempuan
Perjuangan nasional juga berkembang melalui gerakan perempuan. Tokoh seperti R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan Maria Walanda Maramis memberikan kontribusi besar dalam memperjuangkan pendidikan dan kemajuan perempuan.
Berbagai organisasi perempuan kemudian bermunculan, seperti Putri Mardika, Aisyiyah, dan organisasi perempuan lainnya. Kongres Perempuan Indonesia yang pertama pada 22–25 Desember 1928 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan perempuan dan persatuan nasional.
Peran Organisasi Pergerakan Nasional
Berikut peran organisasi pergerakan nasional yaitu:
- Membangun Kesadaran Nasional
Organisasi pergerakan membantu menumbuhkan kesadaran bahwa masyarakat Indonesia memiliki kepentingan bersama untuk memperbaiki kehidupan dan menghadapi penjajahan. - Memajukan Pendidikan
Sejumlah organisasi menjadikan pendidikan sebagai sarana penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas masyarakat. Budi Utomo dan Taman Siswa merupakan contoh organisasi yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan. - Mendorong Persatuan
Organisasi pergerakan juga mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Gagasan persatuan tersebut kemudian semakin memperkuat tumbuhnya nasionalisme Indonesia.
Perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran berbagai organisasi pergerakan nasional. Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, Taman Siswa, PNI, dan gerakan perempuan memiliki latar belakang serta bentuk perjuangan yang berbeda. Namun, berbagai gerakan tersebut sama-sama berkontribusi dalam membangun kesadaran, pendidikan, persatuan, dan nasionalisme masyarakat Indonesia.



