Kamis, April 30, 2026
Berita dan Informasi
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
Berita dan Informasi
No Result
View All Result

Kata Baku dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh

Max Ki by Max Ki
29 Juni 2025
in Artikel
0
Kata Baku dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh

Kata Baku dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh

Kata Baku dan Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh

Siapa yang disini masih bingung dalam membedakan antara bahasa baku dan tidak baku? Beberapa diantara kamu mungkin masih ada yang salah dalam penggunaan kata baku di Bahasa Indonesia. Dalam Bahasa Indonesia sendiri, penggunaan kata baku sangat penting untuk menjaga kesesuaian dengan standar bahasa. Nah, supaya kamu bisa memahami lebih jauh perbedaan dalam mengenali kata baku dan tidak baku, yuk simak artikel berikut.

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau yang dulunya disebut sebagai Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Kata baku merupakan bentuk resmi dari suatu kata yang digunakan dalam konteks formal, seperti dalam penulisan akademik, dokumen resmi, buku Pelajaran, naskah pidato, berita, dan sebagainya. 

Pengertian Kata Tidak Baku

Kata tidak baku adalah istilah yang merujuk pada kata-kata yang tidak sesuai dengan standar atau kaidah bahasa yang ditetapkan dalam pedoman resmi bahasa, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kata-kata ini sering kali digunakan dalam bahasa sehari-hari dan bisa mencerminkan variasi regional, dialek, atau penggunaan informal.

Ciri-Ciri Kata Baku

Adapun ciri-ciri kata baku yaitu antara lain:

  1. Kata baku dapat ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan mengikuti aturan ejaan yang berlaku.

  2. Kata baku lebih sering digunakan dalam teks formal dan situasi resmi.

  3. Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing atau bahasa daerah

  4. Tidak mengandung makna ganda dan tidak rancu

  5. Memiliki bentuk yang tetap

  6. Bukan merupakan ragam bahasa percakapan

  7. Tidak mengandung arti pleonasme (pemakaian kata-kata yang lebih daripada yang diperlukan)

  8. Pemakaian imbuhan dalam kata baku dilakukan secara eksplisit.

Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

Berbeda dengan kata baku, ciri-ciri dari kata tidak baku diantaranya yaitu:

  1. Kata tidak baku sering kali tidak mengikuti aturan ejaan, tata bahasa, atau bentuk kata yang diatur oleh pedoman resmi bahasa seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

  2. Kata tidak baku biasanya digunakan dalam konteks yang lebih santai atau informal, seperti dalam percakapan sehari-hari, media sosial, atau tulisan pribadi.

  3. Kata tidak baku sering dipengaruhi oleh dialek lokal atau bahasa daerah yang berbeda dari bahasa standar.

  4. Kadang-kadang, kata tidak baku mencakup ejaan yang tidak mengikuti aturan baku. 

Fungsi Kata Baku

Kata baku memiliki berbagai fungsi penting dalam bahasa Indonesia. Penggunaan kata baku membantu menjaga kualitas dan konsistensi bahasa, terutama dalam konteks formal dan resmi. Berikut adalah fungsi dari kata baku:

  1. Sebagai Pemersatu Bangsa

    Bahasa baku berperan sebagai alat pemersatu bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dengan bahasa daerah dan dialek yang berbeda-beda. Seperti yang tercantum dalam Sumpah Pemuda, “Kami putra dan putri Indonesia, mengagungkan bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”

  2. Memberikan Ciri Khas

    Bahasa baku juga berfungsi untuk memberikan ciri khas atau pembeda dari bahasa lain. Misalnya, negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Brunei sama-sama menggunakan bahasa Melayu, namun ejaan katanya bisa berbeda. Hal ini bertujuan agar setiap negara memiliki identitas bahasa yang unik. Sebagai contoh, kata “sedikit” dalam bahasa Malaysia ditulis sebagai “sikit.”

  3. Meningkatkan Kewibawaan

    Penggunaan kata baku berperan dalam meningkatkan kewibawaan pembicara. Saat menghadiri acara formal, pembicara cenderung menggunakan bahasa Indonesia baku untuk menciptakan kesan yang lebih profesional dan berwibawa.

  4. Sebagai Acuan Standar

    Kosa kata baku berfungsi sebagai acuan standar untuk berbahasa yang benar dan sesuai dengan pedoman KBBI dan PUEBI sebagai referensi utama dalam bahasa Indonesia.

Contoh kata baku dan tidak baku

Kata Baku

Kata Tidak Baku

Tidak

Nggak/Gak

Mengerti

Ngerti

Mudah

Gampang

Bagaimana

Gimana

Meminta

Mintak

Aktif

Aktip

Antre

Antri

Bus

Bis

Cabai

Cabe

Durian

Duren

Efektif

efektip

Imbau

Himbau

Infus

Inpus

Jamaah

Jemaah

Elite

Elit

Fotokopi

Foto copy

Gaib

Gua

Goa

Gua

Ideologi

idiologi

Kacamata

Kaca mata

Kantong

Kantung

Lobi

Loby

Lubang

Lobang

Magrib

Maghrib

Masjid

Mesjid

Apotek

Apotik

Objek

Obyek

Pasfoto

Pas photo

Paspor

Passport

Peduli

Perduli

 

Tags: bahasa bakucontoh kata bakucontoh kata baku dan tidak bakukata bakukata baku adalahkata baku dan tidak bakukata tidak bakukata tidak baku adalah
Previous Post

Bahaya Terlalu Banyak Mengkonsumsi Soda Bagi Kesehatan

Next Post

Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Fungsinya

Next Post
Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Fungsinya

Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Fungsinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Artikel
  • Berita

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.