Ketahui Klasifikasi Pohon Gaharu, Ciri dan Manfaatnya
Pohon gaharu dikenal sebagai salah satu komoditas hutan termahal di dunia. Tanaman tropis ini banyak ditemukan di Indonesia, khususnya di Kalimantan, Sumatera, Papua, dan Sulawesi. Kayu gaharu memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi karena menghasilkan resin beraroma harum yang banyak dimanfaatkan untuk industri parfum, obat-obatan, dan keperluan spiritual. Harga kayu gaharu berkualitas tinggi bisa mencapai puluhan juta rupiah per kilogram di pasar internasional.
Klasifikasi Ilmiah Pohon Gaharu
Secara ilmiah, pohon gaharu memiliki nama latin Aquilaria malaccensis Lamk. Tanaman ini termasuk dalam famili Thymelaeaceae yang terdiri dari tujuh genus penghasil gaharu, yaitu Aquilaria, Gyrinops, Gonystylus, Aetoxylon, Claoxylon, Enkleia, dan Wikstroemia.
Beberapa spesies gaharu hidup di Indonesia. Aquilaria malaccensis merupakan spesies paling umum dan banyak dibudidayakan. Selain itu, ada juga Aquilaria agallocha di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Aquilaria microcarpa tersebar di Kalimantan, Sumatera, dan Nusa Tenggara, dan dapat tumbuh hingga 35 meter dengan diameter 70 cm. Sementara Aquilaria beccariana dominan di Sumatera dan Kalimantan, mampu bertahan hingga ketinggian 850 meter di atas permukaan laut.
Ciri-Ciri Pohon Gaharu
Karakteristik fisik pohon gaharu mudah dikenali. Batangnya berbentuk bulat dengan tinggi 40 meter dan diameter antara 40-60 sentimeter. Kulit batangnya berwarna abu-abu atau kecoklatan dengan permukaan yang relatif licin, dan banyak cabang.
Daun gaharu juga berbentuk lonjong memanjang dengan ujung runcing, panjangnya sekitar 5-8 cm dan lebarnya sekitar 3-5 cm. Warna daunnya hijau tua di bagian atas dan hijau muda di bagian bawah dengan permukaan mengkilap. Bunga gaharu berukuran kecil dengan mahkota putih yang rapuh dan kelopak hijau tebal yang memiliki aroma harum tumbuh berkelompok di ujung ranting atau ketiak daun.
Selain itu, buah gaharu berbentuk bulat telur dengan panjang 4 cm dan lebar 2,5 cm, tertutup rambut halus berwarna merah atau orange kekuningan. Buah ini berkulit keras dan mengandung 3-4 biji dalam satu buah. Ciri khas terpenting adalah bagian gubal kayu yang berwarna kecoklatan hingga hitam pekat dengan aroma harum yang khas ketika dipotong atau disayat.
Manfaat Pohon Gaharu
Pohon gaharu memiliki berbagai manfaat yang membuatnya sangat bernilai tinggi. Resin gaharu digunakan sebagai bahan utama pembuatan parfum premium dan dupa untuk keperluan spiritual di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yaman, dan Oman. Aromanya yang khas dan tahan lama menjadikan gaharu populer di pasar global.
Dalam bidang kesehatan, gaharu dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit seperti malaria, diabetes, asma, hipertensi, rematik, dan gangguan ginjal. Kandungan antitoksin dan antimikroba dalam gaharu juga membuatnya efektif sebagai bahan pengawet untuk aksesoris di kawasan Asia Timur seperti China, Korea, Taiwan, dan Jepang.
Minyak gaharu sering digunakan dalam prosesi keagamaan dan kegiatan spiritual. Kayu gaharu juga dibuat menjadi tasbih beraroma wangi yang menambah nilai spiritual dalam praktik ibadah. Di Asia Timur, gaharu bahkan digunakan sebagai bahan pembuatan lilin aromaterapi karena aromanya yang menenangkan.
Karena permintaan pasar yang tinggi dan teknik pembuatan yang sulit, pohon gaharu saat ini termasuk tanaman yang dibatasi perdagangannya dalam Appendix II CITES sejak 1994. Hal ini dilakukan untuk melindungi populasi gaharu yang semakin menyusut di alam akibat penebangan berlebihan. Budidaya gaharu kini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus melestarikan tanaman berharga ini.

