Keutamaan dan Doa Buka Puasa Sunnah Tasua dan Asyura
Puasa sunnah tasua dan asyura merupakan puasa sunnah yang dilakukan dalam menyambut tanggal 10 muharram. Puasa sunnah tasua dan asyura adalah salah satu dari puasa-puasa sunnah yang terbaik. Puasa sunnah tasua dan asyura menurut kajian para ulama bukanlah puasa yang berasal dari umat muslim atau puasa yang sengaja dilakukan oleh nabi Muhammad SAW.
Puasa Asyura tidak diadaptasi dari praktik Yahudi. Hadis dari Ibnu Abbas memang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan puasa Asyura setelah melihat orang Yahudi di Madinah melaksanakannya. Namun, hadis dari Aisyah RA menunjukkan bahwa puasa Asyura sudah dilakukan oleh Nabi dan orang Quraisy sebelum hijrah ke Madinah.
Tradisi puasa Asyura di kalangan Quraisy diwarisi dari ajaran Nabi Ibrahim, dan bukan merupakan tradisi Yahudi. Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa Asyura dengan izin dari Allah, dan setelah hijrah, mengetahui bahwa orang Yahudi juga berpuasa untuk memperingati penyelamatan Musa dari Fir’aun. Sebagai penutup risalah para nabi, Nabi Muhammad SAW menegaskan kembali sunnah puasa Asyura.
Untuk membedakan dari praktik Yahudi, Rasulullah SAW menganjurkan tambahan puasa pada hari Tasu’a (9 Muharram). Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah bagian dari ajaran Islam sejak awal, bukan diadopsi dari Yahudi.
Seperti puasa sunnah lainnya puasa sunnah tasua dan asyura juga memiliki beberapa keistimewaan, berikut merupakan keistimewaan dari puasa sunnah tasua dan asyura:
Keistimewaan Puasa Tasua dan Asyura
Seperti puasa sunnah lainnya puasa sunnah tasua dan asyura juga memiliki beberapa keistimewaan, berikut merupakan keistimewaan dari puasa sunnah tasua dan asyura:
-
Menghapus Dosa Setahun Lalu
Salah satu keutamaan utama dari puasa Asyura adalah kemampuannya untuk menghapus dosa setahun yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim: “Puasa Asyura dapat meleburkan dosa di tahun yang lalu.” Dengan berpuasa Asyura, seorang muslim memiliki kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan selama setahun sebelumnya.
-
Puasa Sunnah yang Paling Utama Setelah Ramadhan
Puasa di bulan Muharram, khususnya pada hari Asyura, adalah puasa sunnah yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah: “Puasa (sunnah) yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan Allah yaitu Muharram.” Ini menunjukkan betapa pentingnya puasa Tasua dan Asyura dalam rangkaian ibadah sunnah.
-
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Puasa Tasua dan Asyura adalah kesempatan yang sangat baik bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menahan lapar, haus, dan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang muslim akan lebih sadar akan keimanannya dan lebih dekat kepada Allah. Puasa ini juga mengajarkan kesabaran dan meningkatkan rasa syukur.
-
Dilaksanakan di Bulan Mulia
Bulan Muharram adalah salah satu dari bulan-bulan mulia dalam Islam. Ibadah yang dilakukan pada bulan ini, termasuk puasa Tasua dan Asyura, sangat disukai oleh Allah SWT. Bulan Muharram juga dikenal sebagai “bulan Allah” dan pada masa sebelum hijrah, dilarang untuk berperang pada bulan ini. Keutamaan ini menambah nilai ibadah puasa Tasua dan Asyura.
Niat Puasa Tasua dan Asyura
Dalam tradisi Muhammadiyah, niat adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan ibadah puasa. Namun, niat dalam puasa tidak selalu diucapkan secara lisan, melainkan cukup dengan niat dalam hati. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa niat merupakan perkara hati yang tidak harus diucapkan secara verbal.
Berikut adalah penjelasan mengenai niat puasa dalam Muhammadiyah:
-
Niat dalam Hati
Muhammadiyah menekankan bahwa niat untuk berpuasa cukup dilakukan dalam hati. Niat ini adalah kesadaran bahwa kita akan berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Misalnya, sebelum fajar atau di malam hari sebelumnya, seseorang sudah menetapkan dalam hatinya bahwa ia akan menjalankan puasa Tasua atau Asyura.
-
Niat Tidak Harus Diucapkan
Menurut pandangan Muhammadiyah, niat tidak perlu diucapkan secara lisan. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa niat adalah sesuatu yang terdapat dalam hati dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati setiap hamba-Nya.
-
Contoh Niat dalam Hati
Untuk memudahkan, berikut adalah contoh bagaimana seseorang dapat menetapkan niat dalam hati untuk puasa Tasua atau Asyura:
-
“Saya berniat untuk berpuasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT.”
-
“Saya berniat untuk berpuasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
-
Niat dalam hati ini dapat dilakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati, tanpa perlu diucapkan.
Doa Buka Puasa Tasua dan Asyura
Dilansir dari beberapa sumber yang pasti terdapat kesamaan dalam doa berbuka puasa sunnah tasua dan asyura. Berikut adalah bacaan doa buka puasa Tasua dan Asyura:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab-Latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah dan semoga pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud no.2357
Puasa Tasua dan Asyura di bulan Muharram memiliki banyak keutamaan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Selain menghapus dosa setahun lalu, puasa ini juga merupakan puasa sunnah yang paling utama setelah Ramadhan, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan dilaksanakan di bulan yang mulia. Doa buka puasa Tasua dan Asyura juga memiliki makna yang mendalam, sebagai ungkapan syukur dan harapan atas pahala yang telah ditetapkan.
Semoga penjelasan mengenai keutamaan puasa Tasua dan Asyura beserta doa berbukanya ini bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin meningkatkan ibadah di bulan Muharram.

