Makan Makanan Bekas Orang Lain, Benarkah Bisa Tularkan Penyakit?
Makan makanan bekas atau sisa orang lain merupakan suatu praktik yang cukup umum di lingkungan sosial. Namun, pertanyaannya adalah apakah makan makanan bekas orang lain bisa menyebabkan penularan penyakit?
Meskipun tidak umum, kemungkinan penularan penyakit melalui makanan bekas orang lain memang ada. Hal ini terutama terkait dengan penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan saliva, lendir, atau kotoran yang terdapat pada makanan. Selain itu, dikatakan bahwa air liur yang menempel pada makanan bekas gigitan orang lain dapat mengandung mikroorganisme yang berbahaya bagi tubuh, diantaranya yaitu terdiri dari virus, bakteri, dan kuman. Mikroorganisme ini juga mendukung penularan penyakit seperti rhinovirus (virus pilek), bakteri radang, hepatitis, dll. Beberapa penyakit yang berpotensi dapat ditularkan melalui makanan bekas orang lain antara lain:
-
Influenza
Virus influenza dapat ditularkan melalui percikan air liur saat batuk atau bersin. Jika seseorang yang sedang menderita flu menggunakan sendok atau garpu yang sama dengan orang lain atau makan makanan bekas orang lain yang menderita flu, maka hal ini memiliki risiko untuk tertular virus tersebut.
-
Herpes
Virus herpes simpleks terdiri dari dua subtipe, HSV-1 dan HSV-2. Virus HSV-1 menyebabkan herpes mulut yang menyebabkan luka, lepuh, dan borok di langit-langit mulut dan bagian dalamnya. Sedangkan Virus HSV-2 menyebabkan herpes mulut yang tidak memerlukan perawatan medis. Jika seseorang yang mengidap herpes berbagi makanan kepada orang lain, maka akan ada kemungkinan untuk orang yang memakan sisa makanan dari pengidap herpes untuk tertular virus ini.
-
Sifilis
Sifilis adalah penyakit yang dapat ditularkan dengan mudah jika seseorang makan makanan gigitan orang lain. Seseorang yang mengidap sifilis akan menunjukkan gejala seperti luka, rasa sakit, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam. Namun, sifilis di mulut lebih jarang terjadi daripada di tempat lain.
-
Hepatitis B
Hepatitis B bisa menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi virus. Pada umumnya penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, namun penularan melalui air liur juga memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit ini. Salah satu penularan hepatisis B melalui air liur yaitu makan makanan sisa orang lain.
-
Cytomegalovirus (CMV)
Virus CMV merupakan bagian dari kelompok virus herpes yang bisa menetap di dalam tubuh dalam waktu yang lama. Virus jenis ini dapat menyebar melalui cairan tubuh, salah satunya air liur yang dapat menyebar melalui makanan yang orang lain gigitan.



