Obligasi vs Deposito: 5 Perbedaan Utama yang Harus Kamu Pahami
Banyak orang masih bingung membedakan antara obligasi dan deposito. Meskipun demikian, ada perbedaan yang signifikan antara kedua jenis investasi ini. Membuat keputusan investasi yang tepat untuk tujuan keuangan kamu, sangat penting untuk memahami perbedaan keduanya.
Obligasi merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Investor yang membeli obligasi akan mendapatkan keuntungan berupa kupon bunga yang dibayarkan secara berkala. Deposito adalah produk simpanan di bank dengan bunga yang telah disepakati sebelumnya untuk jangka waktu tertentu.
Meskipun keduanya dijamin oleh pemerintah dan memiliki jatuh tempo, ada beberapa perbedaan penting yang perlu kamu pahami sebelum berinvestasi.
Pihak Penerbit Berbeda
Perbedaan pertama terletak pada penerbit instrumen investasi. Sementara obligasi dapat diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan, deposito hanya dapat diterbitkan oleh lembaga perbankan.
Ketika ingin membeli deposito, kamu bisa langsung mendatangi bank pilihan. Namun untuk obligasi, kamu perlu membelinya melalui pasar sekunder atau sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan oleh penerbitnya.
Jumlah Investasi Minimal
Besaran dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi di kedua instrumen ini juga berbeda. Tergantung pada jenisnya, obligasi menawarkan berbagai macam modal. Untuk obligasi ritel jangka pendek, kamu hanya perlu modal sekitar Rp1 juta, sementara untuk obligasi jangka panjang biasanya kamu perlu modal mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Meskipun beberapa bank menawarkan harga lebih rendah, minimum investasi deposito biasanya lebih tinggi, mulai dari Rp10 juta. Namun, angka ini tetap menjadi standar di industri perbankan.
Skema Penjaminan
Meskipun keduanya dijamin oleh pemerintah, mekanisme penjaminannya berbeda. Obligasi dijamin berdasarkan Undang-Undang yang mengatur kewajiban penerbit untuk membayar kupon bunga dan dana pokok saat jatuh tempo.
Deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan sumber dana dari APBN. LPS akan menjamin dana pokok dan bunga simpanan nasabah jika terjadi masalah pada bank penerbit.
Besaran Bunga dan Pajak
Tingkat bunga obligasi lebih tinggi, berkisar antara 5 hingga 12 persen per tahun, sementara pajak 15 persen. Deposito memberikan bunga tahunan yang lebih rendah, sekitar 5 hingga 6 persen, tetapi pajak yang dikenakan lebih tinggi, mencapai 20 persen dari bunga yang diperoleh.
Potensi Capital Gain
Perbedaan paling signifikan adalah peluang untuk memperoleh keuntungan tambahan dari selisih harga jual. Kamu dapat membeli dan menjual obligasi seperti Sukuk Ritel (SR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI) di pasar sekunder. Kamu berpotensi mendapat capital gain jika menjual obligasi dengan harga lebih tinggi dari harga beli.
Deposito tidak memiliki fitur ini karena sifatnya yang tidak dapat diperjualbelikan kepada nasabah lain. Keuntungan deposito hanya berasal dari bunga yang sudah ditetapkan di awal.

