Akar merupakan salah satu bagian pokok tumbuhan selain batang dan daun yang umumnya tumbuh ke arah dalam tanah. Bagian tumbuhan ini memiliki jaringan utama berupa epidermis di lapisan terluar dan korteks pada bagian dalam. Epidermis tersusun atas sel-sel yang rapat dan berfungsi sebagai pelindung, sedangkan korteks terdiri atas beberapa lapisan jaringan dengan susunan lebih tebal dibandingkan epidermis.
Berbeda dengan daun yang umumnya berwarna hijau, akar biasanya memiliki warna kecokelatan hingga keputih-putihan. Warna tersebut dapat bervariasi bergantung pada jenis dan ukuran tumbuhan. Jika dilihat berdasarkan bentuk dan karakteristiknya, akar memiliki beberapa jenis dengan sifat serta fungsi yang berbeda-beda.
Jenis-Jenis Akar
Setiap tumbuhan dapat memiliki bentuk akar yang berbeda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pertumbuhannya. Berikut tujuh jenis akar tumbuhan beserta penjelasannya.
1. Akar Serabut
Akar serabut merupakan jenis akar yang bentuknya menyerupai kumpulan serabut dengan ukuran pangkal dan ujung yang relatif sama besar. Jenis akar ini memiliki rambut akar serta serabut yang tumbuh dari pangkal batang.
Akar serabut umumnya ditemukan pada tumbuhan monokotil. Namun, jenis akar ini juga dapat dijumpai pada tumbuhan dikotil yang dikembangkan melalui teknik cangkok atau stek. Fungsi utamanya adalah memperkuat posisi tumbuhan agar dapat berdiri kokoh.
Beberapa contoh tumbuhan yang memiliki akar serabut antara lain:
- Kelapa
- Padi
- Pepaya
- Jagung
- Bawang
- Pisang
- Tebu
- Bambu
- Rumput teki
2. Akar Tunggang
Akar tunggang mempunyai satu akar utama berukuran besar yang menjadi pusat pertumbuhan, disertai cabang-cabang akar berukuran lebih kecil. Jenis akar ini juga dilengkapi rambut akar dan tudung akar. Perbedaan ukuran antara akar utama dan cabangnya terlihat cukup jelas.
Akar tunggang umumnya dimiliki tumbuhan dikotil. Salah satu fungsi pentingnya adalah menyerap air dan unsur hara dari tanah, serta pada tumbuhan tertentu menjadi tempat penyimpanan cadangan makanan.
Berdasarkan bentuk dan percabangannya, akar tunggang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
- Akar tunggang tidak bercabang atau sedikit bercabang: Memiliki bentuk menyerupai tombak, gasing, dan benang.
- Akar tunggang bercabang: Memiliki banyak cabang akar yang tumbuh dari akar utama, seperti pada pohon beringin, pohon kapas, jambu biji, dan kangkung.
Contoh tumbuhan lain yang memiliki akar tunggang adalah kacang hijau, wortel, kacang tanah, putri malu, asam jawa, durian, mangga, jeruk, mahoni, dan belimbing.
3. Akar Tunjang
Akar tunjang adalah akar yang tumbuh keluar dari batang atau bagian bawah dahan, kemudian berkembang hingga mencapai permukaan tanah. Akar ini memiliki bentuk yang kuat sehingga dapat membantu menopang tumbuhan agar tetap berdiri kokoh.
Jenis akar tersebut banyak ditemukan pada tumbuhan yang hidup di kawasan pesisir atau lingkungan berlumpur. Contoh tumbuhan yang memiliki akar tunjang adalah bakau dan mangrove. Selain akar tunjang, tumbuhan mangrove juga dapat mempunyai akar napas, akar lutut, akar papan, akar banir, dan akar biasa.
4. Akar Gantung
Akar gantung merupakan akar yang tumbuh dari bagian batang atau cabang tumbuhan dengan arah pertumbuhan menuju ke bawah. Pada awalnya, akar ini menggantung di udara dan dapat terus memanjang hingga mencapai permukaan tanah.
Fungsi akar gantung adalah menyerap uap air dan gas dari udara. Apabila pertumbuhannya sudah mencapai tanah, akar tersebut juga dapat menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah.
Contoh tumbuhan yang mempunyai akar gantung antara lain pohon beringin, anggrek kalajengking, dan curtain ivy.
5. Akar Pelekat
Akar pelekat merupakan jenis akar yang tumbuh di sepanjang batang tumbuhan dan berfungsi untuk menempel pada permukaan tertentu, seperti tembok atau batang tumbuhan lain. Akar ini umumnya dimiliki oleh tanaman yang mempunyai kebiasaan tumbuh merambat atau memanjat.
Keberadaan akar pelekat membantu tanaman mempertahankan posisi dan arah pertumbuhannya dengan menempel pada objek di sekitarnya. Contoh tumbuhan yang memiliki akar pelekat adalah sirih dan lada.
6. Akar Napas
Akar napas biasanya tumbuh tegak ke atas dengan bentuk menyerupai pensil atau kerucut. Akar ini terbentuk dari perkembangan akar yang sebelumnya tumbuh secara horizontal di dalam tanah.
Akar napas mempunyai banyak celah yang berfungsi sebagai tempat masuknya udara. Struktur tersebut membantu tumbuhan memperoleh oksigen untuk menunjang proses pernapasan, terutama ketika hidup di lingkungan berlumpur yang memiliki kandungan oksigen rendah.
Salah satu contoh tumbuhan yang mempunyai akar napas adalah pohon api-api. Tumbuhan ini banyak ditemukan di kawasan pesisir pantai dan termasuk kelompok tumbuhan mangrove atau bakau.
7. Akar Semu
Akar semu merupakan bagian berupa organ atau jaringan tumbuhan yang secara anatomi tidak termasuk akar sejati, meskipun mempunyai beberapa fungsi yang menyerupai akar.
Bagian ini dapat digunakan untuk melekat pada berbagai objek dengan bantuan struktur khusus. Fungsinya meliputi membantu tumbuhan menempel, menjangkar, serta menyerap garam mineral yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan.
Fungsi Akar pada Tumbuhan
Akar tidak hanya berperan sebagai bagian yang berada di dalam tanah. Organ tumbuhan ini memiliki sejumlah fungsi penting yang mendukung kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan perkembangbiakan tanaman. Berikut beberapa fungsi akar yang perlu diketahui.
1. Menyerap Air dan Nutrisi dari Tanah
Salah satu fungsi utama akar adalah menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Berbagai nutrisi tersebut dibutuhkan tumbuhan untuk menjalankan proses metabolisme dan mendukung pertumbuhan.
Air serta unsur hara yang telah diserap kemudian disalurkan menuju bagian tumbuhan lainnya. Akar juga dapat menyerap dan menyimpan air sebagai salah satu kebutuhan penting bagi pertumbuhan tanaman atau pohon.
2. Menjadi Penopang Tanaman
Akar berfungsi menjaga tumbuhan agar tetap berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Pertumbuhan akar yang memanjang serta menyebar di dalam tanah membantu memperkuat posisi tanaman.
Dukungan tersebut membuat tumbuhan lebih stabil ketika menghadapi berbagai kondisi lingkungan, termasuk saat terkena angin kencang atau hujan deras.
3. Menyimpan Makanan dan Nutrisi
Pada beberapa jenis tumbuhan, akar berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan dan nutrisi. Cadangan tersebut dapat dimanfaatkan kembali ketika tanaman membutuhkannya untuk mendukung pertumbuhan.
Contoh tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada bagian akar antara lain singkong, kentang, dan talas.
4. Membantu Reproduksi Vegetatif
Akar juga dapat berperan dalam proses perkembangbiakan vegetatif atau reproduksi tanpa melalui perkawinan. Pada tumbuhan tertentu, bagian akar dapat menghasilkan tunas baru yang kemudian berkembang menjadi individu tumbuhan lainnya.
Salah satu contoh tumbuhan yang dapat berkembang biak melalui bagian akarnya adalah tumbuhan paku.
5. Membantu Proses Fotosintesis
Fotosintesis umumnya berlangsung pada daun, tetapi pada tumbuhan tertentu akar juga dapat membantu proses tersebut. Hal ini dimungkinkan apabila bagian akar memiliki klorofil yang dapat menangkap energi cahaya matahari.
Meskipun demikian, kandungan klorofil pada akar umumnya tidak sebanyak yang terdapat pada daun. Oleh karena itu, kemampuan akar dalam melakukan fotosintesis bergantung pada karakteristik tumbuhan.
6. Menjadi Alat Respirasi
Pada beberapa tumbuhan, akar memiliki fungsi tambahan sebagai alat respirasi atau pernapasan. Fungsi ini membantu tumbuhan memperoleh oksigen yang diperlukan untuk menjalankan proses metabolisme.
Contohnya dapat ditemukan pada tumbuhan yang hidup di lingkungan tertentu, seperti bakau. Akar yang mengalami adaptasi untuk membantu pertukaran gas dikenal dengan istilah pneumatofor atau akar napas.
7. Membantu Gerak Tanaman
Akar membantu tumbuhan menyesuaikan arah pertumbuhannya terhadap kondisi lingkungan. Melalui pertumbuhan akar, tanaman dapat mencari sumber air dan unsur hara yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Gerak pertumbuhan tumbuhan dipengaruhi oleh berbagai rangsangan lingkungan. Beberapa jenis gerak tersebut meliputi:
- Tigmotropisme: Gerak pertumbuhan tumbuhan sebagai respons terhadap sentuhan atau kontak fisik.
- Hidrotropisme: Gerak pertumbuhan bagian tumbuhan sebagai respons terhadap rangsangan air.
- Geotropisme: Gerak pertumbuhan tumbuhan sebagai respons terhadap arah gravitasi bumi.
- Fototropisme: Gerak pertumbuhan tumbuhan sebagai respons terhadap arah datangnya cahaya.
8. Mencegah Banjir dan Longsor
Akar tumbuhan mempunyai peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem perakaran pohon membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air sehingga dapat mengurangi aliran air di permukaan tanah.
Selain itu, akar yang kuat dan menyebar dapat mengikat partikel tanah sehingga membantu menjaga kestabilan lereng. Keberadaan pepohonan dengan sistem perakaran yang baik dapat mengurangi risiko erosi dan longsor.
Kesimpulan
Akar merupakan bagian pokok tumbuhan yang memiliki bentuk dan karakteristik beragam. Berdasarkan jenisnya, akar dibedakan menjadi akar serabut, akar tunggang, akar tunjang, akar gantung, akar pelekat, akar napas, dan akar semu. Masing-masing jenis mempunyai struktur serta kemampuan yang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuhan.
Selain itu, akar menjalankan berbagai fungsi penting, mulai dari menyerap air dan unsur hara, menopang tanaman, menyimpan cadangan makanan, membantu reproduksi vegetatif, hingga mendukung proses fotosintesis dan respirasi pada tumbuhan tertentu. Akar juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dengan membantu penyerapan air serta mengurangi risiko erosi dan longsor.



