Pengertian Hipotesis Penelitian, Jenis dan Cara Menyusunnya
Jika saat ini kamu seorang mahasiswa, pasti sudah familiar dengan istilah hipotesis. Umumnya hipotesis digunakan saat kamu sedang melakukan penelitian untuk artikel ilmiah atau skripsi. Kata hipotesis sendiri berasal dari Bahasa Yunani yaitu hupo yang berarti sementara dan tesis yang berarti pernyataan atau teori. Contoh penggunaan hipotesis yaitu seperti proses penelitian tentang pengaruh penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa menengah atas. Berdasarkan data sementara yang kamu dapatkan, hipotesis yang muncul yaitu penggunaan media sosial secara intensif dapat menurunkan motivasi belajar siswa di sekolah menengah atas. Nah, agar kamu lebih paham tentang hipotesis penelitian, yuk coba simak penjelasan berikut.
Pengertian Hipotesis
Hipotesis penelitian adalah sebuah dugaan awal yang dibuat oleh peneliti berdasarkan data yang ada. Dugaan ini kemudian diuji untuk menentukan apakah benar atau salah sesuai dengan hasil penelitian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hipotesis adalah sebuah anggapan yang dianggap benar untuk sementara waktu, meskipun kebenarannya masih perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.
Jenis-jenis Hipotesis
Dalam penelitian korelasi dan komparatif, hipotesis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipotesis tanpa arah (dua arah) dan hipotesis searah.
-
Hipotesis Tanpa Arah (Dua Arah)
Hipotesis ini hanya menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel tanpa menjelaskan arah hubungan tersebut. Contoh: “Ada hubungan yang signifikan antara tingkat kebugaran fisik dengan kualitas tidur seseorang.”
-
Hipotesis Searah
Hipotesis ini menjelaskan arah hubungan atau perbedaan antara variabel yang diteliti, baik positif maupun negatif. Contoh: “Semakin sering seseorang berolahraga, semakin baik kualitas tidurnya” atau “Semakin tinggi stres, semakin buruk kualitas tidur seseorang.”
Cara Menyusun Hipotesis
Hipotesis penelitian tidak muncul secara tiba-tiba atau tanpa dasar ilmiah. Peneliti tidak hanya mengikuti dugaan atau asumsi pribadi dalam merumuskan hipotesis, meskipun dugaan awal bisa menjadi titik awal dalam kajian teori dan prediksi hasil penelitian.
Hipotesis seharusnya didasarkan pada penguraian teori yang telah disusun sebelumnya. Teori ini menghubungkan variabel bebas dengan variabel terikat dan menjadi dasar untuk merumuskan hipotesis yang lebih jelas.
Telaah teori dan temuan penelitian yang relevan membantu menjelaskan permasalahan yang diteliti serta memberikan dasar untuk merumuskan prediksi jawaban terhadap pertanyaan penelitian.
Dua Cara Merumuskan Hipotesis
-
Cara Deduktif: Membaca dan menganalisis ulang teori atau konsep-konsep yang membahas variabel-variabel penelitian dan hubungan antar variabel tersebut.
-
Cara Induktif: Membaca dan menelaah temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang diteliti.
Setelah menelaah teori dan temuan-temuan penelitian, peneliti dapat merumuskan hipotesisnya. Landasan teori dan temuan penelitian menjadi bekal penting dalam menyusun hipotesis yang umumnya ditempatkan pada bagian akhir Bab II laporan penelitian.
Uji Hipotesis
Hipotesis harus diuji kebenarannya melalui uji statistik dengan menggunakan teknik analisis yang sesuai. Pemilihan teknik ini bergantung pada jenis penelitian, tujuan penelitian, dan skala data dari masing-masing variabel.

