Kerajaan Banten merupakan salah satu kesultanan Islam terbesar di Nusantara yang berdiri pada abad ke-16 hingga awal abad ke-20. Kejayaan kerajaan ini meninggalkan berbagai warisan budaya dan sejarah yang masih dapat disaksikan hingga kini. Peninggalan Kerajaan Banten tidak hanya menjadi bukti kemegahan masa lalu, tetapi juga destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Lalu, apa saja peninggalan Kerajaan Banten?
Peninggalan Kerajaan Banten
-
Masjid Agung Banten
Masjid Agung Banten menjadi peninggalan paling ikonik dari Kerajaan Banten. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin sekitar tahun 1566, masjid ini memiliki arsitektur unik yang memadukan gaya Jawa, Tiongkok, dan Eropa. Bangunan masjid berbentuk persegi dengan atap bersusun lima yang melambangkan Rukun Islam.
Keunikan Masjid Agung Banten terletak pada tidak adanya menara untuk adzan. Sebagai gantinya, terdapat sebuah menara terpisah yang disebut Menara Banten Lama atau Mercusuar Banten yang berdiri megah di samping masjid. Menara setinggi 24 meter ini dulunya digunakan untuk mengumandangkan adzan dan memantau situasi pelabuhan. -
Keraton Surosowan
Keraton Surosowan merupakan istana kerajaan yang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Banten. Dibangun pada masa Sultan Maulana Hasanuddin, keraton ini memiliki arsitektur yang memadukan unsur tradisional dan Eropa. Meskipun kini hanya tersisa reruntuhan, sisa-sisa tembok dan gerbang keraton masih menunjukkan kemegahan masa lalunya.
Keraton ini memiliki area yang luas dengan tembok benteng yang kokoh untuk pertahanan. Di kompleks keraton terdapat berbagai bangunan penting seperti pendopo, ruang pertemuan, dan tempat tinggal sultan beserta keluarganya. Reruntuhan ini menjadi saksi bisu pergolakan sejarah Banten. -
Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk dibangun oleh VOC pada tahun 1682 sebagai benteng pertahanan. Nama Speelwijk berasal dari bahasa Belanda yang berarti “tempat berlindung”. Benteng berbentuk segi lima ini memiliki bastion di setiap sudutnya yang dilengkapi dengan meriam untuk menghadapi serangan musuh.
Meskipun dibangun oleh Belanda, Benteng Speelwijk menjadi bagian dari sejarah Kerajaan Banten karena lokasinya yang strategis di kawasan pelabuhan. Benteng ini menjadi bukti interaksi dan konflik antara kekuatan lokal dengan kolonial pada masanya. -
Vihara Avalokitesvara
Vihara Avalokitesvara atau Kelenteng Banten merupakan bukti akulturasi budaya di Kerajaan Banten. Dibangun pada abad ke-17, vihara ini menunjukkan toleransi beragama dan hubungan dagang yang baik antara Kesultanan Banten dengan pedagang Tionghoa. Arsitektur vihara memadukan gaya Tiongkok dengan sentuhan lokal yang khas.
-
Makam Sultan-Sultan Banten
Komplek pemakaman para sultan Banten terletak tidak jauh dari Masjid Agung Banten. Di area ini terdapat makam para pendiri dan sultan-sultan yang pernah memerintah Kesultanan Banten. Makam-makam ini memiliki nisan khas berbentuk pipih dengan ukiran kaligrafi Arab yang indah, menunjukkan pengaruh Islam yang kuat.
-
Pelabuhan Banten Lama
Pelabuhan Banten Lama merupakan saksi kejayaan maritim Kerajaan Banten sebagai pusat perdagangan internasional. Pada masa kejayaannya, pelabuhan ini ramai dikunjungi pedagang dari berbagai negara seperti Gujarat, Persia, Tiongkok, hingga Eropa. Meskipun kini tidak lagi berfungsi, kawasan pelabuhan masih menyimpan jejak sejarah perdagangan Nusantara.
Peninggalan Kerajaan Banten merupakan kekayaan budaya yang perlu dilestarikan. Dari masjid bersejarah, keraton megah, benteng pertahanan, hingga tempat ibadah berbagai agama, semua mencerminkan kejayaan dan toleransi masa lalu. Mengunjungi situs-situs bersejarah ini memberikan pembelajaran berharga tentang peradaban Nusantara dan pentingnya menjaga warisan leluhur untuk generasi mendatang.

