Senin, Mei 11, 2026
Berita dan Informasi
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
Berita dan Informasi
No Result
View All Result

Perbedaan SAK dan IFRS: Standar Akuntansi yang Harus Diketahui Calon Akuntan

Max Ki by Max Ki
25 November 2025
in Artikel
0
Perbedaan SAK dan IFRS: Standar Akuntansi yang Harus Diketahui Calon Akuntan

Perbedaan SAK dan IFRS: Standar Akuntansi yang Harus Diketahui Calon Akuntan

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah dua standar utama dalam akuntansi Indonesia yang berfungsi sebagai pedoman untuk penyusunan laporan keuangan. Kedua standar ini memiliki peran penting dalam praktik akuntansi, tetapi masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya menjadi krusial bagi calon akuntan yang ingin berkarir profesional.

Pengertian SAK dan IFRS

SAK merupakan kerangka acuan dalam menjalankan prosedur penyajian laporan keuangan yang disusun dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar ini dirancang untuk menciptakan keseragaman konsep dalam penyajian laporan keuangan di Indonesia. SAK membantu akuntan menyusun laporan keuangan secara konsisten setiap tahunnya, baik dari segi konsep maupun prosedur penyajian.

Sementara itu, IFRS adalah standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar ini dikembangkan untuk mendorong penggunaan standar akuntansi global berkualitas tinggi. Empat lembaga utama di seluruh dunia berpartisipasi dalam pembuatan IFRS: IASB, Komisi Masyarakat Eropa, Organisasi Internasional Pasar Modal, dan Federasi Akuntansi Internasional.

Latar Belakang Penerapan di Indonesia

Indonesia mulai mengadopsi IFRS sejak tahun 2012. Adopsi ini bukan tanpa alasan, karena Indonesia merupakan bagian dari Federasi Akuntansi Internasional yang mewajibkan anggotanya mematuhi Statement Membership Obligation. Pemerintah mewajibkan beberapa lembaga menggunakan sistem IFRS, termasuk perbankan, asuransi, perusahaan publik, dan BUMN. Tujuan dari kewajiban ini adalah untuk memberi pengguna informasi yang relevan saat membaca dan menganalisis laporan keuangan.

Sebaliknya, Standar Akuntansi Indonesia (SAK) telah digunakan di Indonesia sejak diresmikan sebagai pengganti Prinsip Akuntansi Indonesia pada tahun 1994. PSAK, atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, adalah buku yang berisi teori-teori tentang cara membuat laporan keuangan.

Perbedaan Utama SAK dan IFRS

Perbedaan paling mendasar terletak pada lembaga yang menyusunnya dan seberapa luas aplikasinya. SAK dibuat oleh IAI untuk standar nasional Indonesia, sedangkan IFRS dibuat oleh IASB untuk standar internasional, sehingga fungsi dan pemanfaatannya berbeda.

IFRS menggunakan laporan posisi keuangan dan laporan laba-rugi komprehensif, tetapi SAK menggunakan istilah neraca, laporan laba-rugi, dan laporan arus kas sebagai komponen laporan keuangan. Laporan laba-rugi komprehensif IFRS lebih detail dibandingkan laporan laba-rugi konvensional.

Perbedaan signifikan lainnya adalah penyajian neraca. SAK memerlukan penyajian aset lancar dan aset tidak lancar kecuali untuk industri tertentu seperti perbankan. Jika dianggap lebih relevan dan dapat diandalkan, IFRS memungkinkan penyajian berdasarkan likuiditas, yang membuatnya lebih fleksibel.

Terkait pos luar biasa, SAK masih mengharuskan pelaporan item pos luar biasa dalam laporan keuangan. Sebaliknya, IFRS secara tegas melarang penggunaan pos luar biasa dalam pelaporan keuangan.

Jenis-Jenis SAK di Indonesia

SAK di Indonesia terbagi menjadi empat jenis dengan fungsi berbeda:

  • PSAK-IFRS: Merupakan adopsi dari standar internasional yang diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik.
  • SAK ETAP: Digunakan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik yang memiliki skala bisnis lebih kecil.
  • SAK Syariah: Diterapkan untuk entitas bisnis dengan transaksi syariah yang mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP): Diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah untuk pengelolaan keuangan pemerintah pusat dan daerah secara transparan dan akuntabel.

Tags: Jenis-Jenis SAK di IndonesiaLatar Belakang Penerapan di IndonesiaPengertian SAK dan IFRSPerbedaan Utama SAK dan IFRS
Previous Post

Simak! Penjelasan Lengkap Jenis-Jenis Data dan Contohnya

Next Post

Revenue Cycle Management: Pengertian, Manfaat, dan Strategi

Next Post
Revenue Cycle Management: Pengertian, Manfaat, dan Strategi

Revenue Cycle Management: Pengertian, Manfaat, dan Strategi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Artikel
  • Berita

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.