Perbedaan “Will” dan “Going to” dalam Bahasa Inggris
Salah satu materi yang sering membingungkan pembelajar bahasa Inggris, baik pemula maupun tingkat menengah, adalah penggunaan “will” dan “going to”. Keduanya sama-sama digunakan untuk membicarakan sesuatu yang akan terjadi pada masa depan sehingga sering dianggap dapat digunakan secara bergantian.
Padahal, penggunaan “will” dan “going to” bergantung pada konteks. Perbedaannya dapat terlihat dari apakah suatu tindakan sudah direncanakan, baru diputuskan saat berbicara, atau merupakan prediksi berdasarkan kondisi tertentu. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu penggunaan bahasa Inggris menjadi lebih tepat dan natural.
1. “Going to” untuk Rencana yang Sudah Dipikirkan Sebelumnya
“Going to” digunakan ketika seseorang sudah memiliki rencana atau niat sebelum berbicara. Artinya, keputusan tersebut telah dibuat terlebih dahulu dan bukan muncul secara spontan.
Contoh:
- “I’m going to visit my grandmother this weekend.” (Saya sudah merencanakan untuk mengunjungi nenek saya akhir pekan ini.)
- “She’s going to start a new job next month.” (Dia sudah merencanakan untuk memulai pekerjaan baru bulan depan.)
2. “Will” untuk Keputusan Spontan
Berbeda dengan “going to”, “will” dapat digunakan ketika seseorang baru membuat keputusan pada saat berbicara. Tidak ada rencana sebelumnya karena keputusan tersebut muncul secara spontan sebagai respons terhadap situasi yang sedang terjadi.
Contoh:
- “The phone is ringing — I’ll answer it.” (Keputusan untuk menjawab telepon dibuat saat itu juga.)
- “I’m thirsty. I think I will get some water.” (Keputusan mengambil air muncul secara spontan karena merasa haus.)
3. “Going to” untuk Prediksi Berdasarkan Bukti Nyata
“Going to” juga dapat digunakan ketika memprediksi sesuatu berdasarkan tanda atau bukti yang sudah terlihat pada saat ini. Ada kondisi tertentu yang menjadi dasar munculnya prediksi tersebut.
Contoh:
- “Look at those dark clouds. It’s going to rain.” (Prediksi berdasarkan awan gelap yang terlihat sekarang.)
- “He’s driving too fast, he’s going to have an accident.” (Prediksi berdasarkan situasi yang sedang terjadi.)
4. “Will” untuk Prediksi Berdasarkan Opini atau Perkiraan Umum
“Will” lebih sering digunakan untuk menyampaikan prediksi yang didasarkan pada opini, keyakinan, atau perkiraan umum. Prediksi tersebut tidak harus didukung oleh bukti konkret yang sedang terlihat.
Contoh:
- “I think the economy will improve next year.” (Prediksi berdasarkan opini, bukan bukti langsung.)
- “She will probably be late; she always is.” (Perkiraan berdasarkan kebiasaan, bukan tanda yang terlihat saat ini.)
5. “Will” untuk Janji, Tawaran, dan Permintaan
“Will” juga umum digunakan ketika seseorang memberikan janji, menawarkan bantuan, atau mengajukan permintaan kepada orang lain.
Contoh:
- “I will help you to do your homework.” (Janji untuk membantu.)
- “Will you give me a glass of water, please?” (Permintaan kepada orang lain.)
“Going to” lebih jarang digunakan dalam situasi seperti ini karena bentuk tersebut lebih menekankan adanya rencana atau niat yang sudah ada sebelumnya, bukan kesediaan yang muncul secara langsung.
6. Perbedaan dalam Konteks Formal dan Percakapan Sehari-hari
Dalam percakapan sehari-hari, “going to” sering diucapkan atau ditulis secara informal sebagai “gonna”. Bentuk ini sebaiknya dihindari dalam tulisan resmi karena merupakan bentuk percakapan yang tidak formal.
Sementara itu, “will” lebih fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal. Bentuk ini juga umum ditemukan dalam pidato, tulisan akademik, dan email resmi.
Penutup
“Will” dan “going to” sama-sama digunakan untuk membicarakan masa depan, tetapi keduanya memiliki perbedaan berdasarkan konteks penggunaannya. “Going to” umumnya digunakan untuk rencana yang sudah dibuat atau prediksi yang memiliki bukti nyata, sedangkan “will” dapat digunakan untuk keputusan spontan, prediksi berdasarkan opini, serta janji, tawaran, dan permintaan.
Dengan memahami perbedaan tersebut dan berlatih menggunakan berbagai contoh kalimat, pembelajar bahasa Inggris akan lebih mudah menentukan bentuk yang tepat. Penguasaan konteks juga akan membuat penggunaan “will” dan “going to” terdengar lebih natural dalam komunikasi sehari-hari maupun situasi formal.



