Tanggapan Rocky Gerung Terhadap Film “Dirty Vote” untuk Pemilu 2024
Pengamat politik yang kontroversial, Rocky Gerung, memberikan tanggapan yang tajam terhadap film dokumenter “Dirty Vote” yang dirilis baru-baru ini. Menurutnya, film ini memegang peranan penting dalam memastikan bahwa proses pemilihan umum (Pemilu) berlangsung secara jujur dan adil. Rocky Gerung mengungkapkan pendapatnya ini saat menjadi pembicara dalam acara “Panggung Mimbar Akademik dan Kerakyatan” di Universitas Widyagama Malang pada Senin, 13 Februari 2024.
Rocky menyatakan bahwa “Film Dirty Vote justru mem-backup Pemilu jurdil, jangan sampai ada dirty vote. Suara hitam. Menegur tangan kekuasaan yang tiba di kotak suara.” Dengan kata lain, ia melihat film ini sebagai sebuah alat untuk mengawasi penguasa dan memastikan bahwa tidak ada campur tangan yang merusak dalam proses Pemilu 2024.
Terkait dengan tuduhan bahwa film ini mengandung hoaks dan fitnah, Rocky tidak setuju. Ia bahkan menyebut film tersebut sebagai “fitnah yang benar” karena didukung oleh data dan riset yang kuat. Dalam pandangannya, fitnah yang dilengkapi dengan data adalah sesuatu yang bisa dianggap benar, karena itu memberikan informasi yang lebih akurat terhadap keadaan yang sedang dipertanyakan.
Rocky juga memberikan pujian terhadap penyajian film ini, menggambarkannya sebagai sebuah kumpulan peristiwa selama proses Pemilu 2024. Menurutnya, film ini berhasil mengumpulkan data yang sudah terorganisir dengan baik, serta mendatangkan narasumber-narasumber yang berintegritas, seperti Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.
Pengamat politik tersebut menyoroti bahwa film “Dirty Vote” telah tersebar ke seluruh dunia melalui platform YouTube. Dalam era digital seperti sekarang, ia menekankan bahwa sulit untuk mencegah sebuah konten untuk tidak menyebar secara global. Baginya, film ini dapat menjadi alat untuk mencerdaskan pemilih dan membantu mereka dalam membuat pilihan yang lebih rasional.
Rocky Gerung juga menunjukkan kehadirannya di depan ratusan mahasiswa dengan tujuan untuk membuka perspektif dan pikiran mereka terhadap kondisi politik saat ini. Menurutnya, kampus harus menjadi tempat di mana pikiran-pikiran dapat dimerdekakan, sehingga mahasiswa dapat memahami dan mengkritisi situasi politik yang sedang terjadi.
Dalam keseluruhan konteksnya, film “Dirty Vote” tidak hanya menjadi sebuah karya dokumenter biasa, tetapi juga menjadi alat yang menggugah kesadaran politik dan memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap proses Pemilu 2024. Dengan adanya tanggapan Rocky Gerung yang mendukung film ini, mungkin akan semakin banyak orang yang tertarik untuk menontonnya dan mengambil manfaat dari informasi yang disajikan.

