Erupsi gunung api dapat menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah. Abu tersebut dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat perlu melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi paparan abu vulkanik dan menjaga keselamatan. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker dan pelindung mata ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Tips Mitigasi Dampak Abu Vulkanik
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mitigasi dampak dari abu vulkanik:
Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Batasi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu terjadi. Tetaplah berada di dalam ruangan jika tidak memiliki keperluan mendesak. Langkah ini membantu mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Gunakan Masker
Gunakan masker ketika harus keluar rumah atau berada di wilayah yang terkena abu vulkanik. Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dengan baik.
Masker membantu mengurangi paparan partikel abu yang masuk ke saluran pernapasan.
Gunakan Kacamata Pelindung
Gunakan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan saat abu vulkanik menyebar. Kacamata membantu melindungi mata dari paparan partikel abu.
Jika abu masuk ke mata, jangan menguceknya. Segera bilas mata menggunakan air bersih.
Cuci Tangan dan Wajah
Cuci tangan dan wajah menggunakan air bersih dan sabun setelah beraktivitas, terutama setelah berada di luar rumah. Langkah ini membantu membersihkan partikel abu yang menempel pada kulit.
Bersihkan Tubuh Setelah Terpapar Abu
Segera bersihkan tubuh dan pakaian setelah Anda beraktivitas di luar rumah saat abu vulkanik menyebar. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa partikel abu vulkanik memiliki sifat tajam sehingga dapat mengiritasi kulit.
Perbanyak Minum Air Putih
Minum air putih yang cukup untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, tetap konsumsi makanan bergizi dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pastikan Anda juga melindungi sumber air dari paparan abu agar air tetap aman digunakan. Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat menutup sarana air dan tempat penampungan air yang terbuka ketika terjadi hujan abu.
Bersihkan Abu dari Atap, Halaman, dan Saluran Air
Bersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap, halaman, dan saluran air. Abu yang menumpuk di atap dapat menambah beban bangunan dan meningkatkan risiko kerusakan atau keruntuhan.
Saat membersihkan abu, gunakan perlindungan seperti masker, kacamata, sarung tangan, pakaian tertutup, dan alas kaki. Basahi abu terlebih dahulu agar partikel tidak mudah beterbangan.
Jangan Membakar Sampah
Jangan membakar sampah atau bahan lain ketika udara sudah tercemar abu vulkanik. Asap hasil pembakaran dapat memperburuk kualitas udara dan menambah paparan partikel yang terhirup masyarakat.
Hati-Hati Saat Berkendara
Hindari berkendara ketika hujan abu berlangsung. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat kondisi jalan lebih berbahaya. BNPB juga mengimbau masyarakat menghindari berkendara saat hujan abu.
Jika Anda harus bepergian, ikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang mengenai kondisi jalan serta wilayah yang terdampak.
Segera ke Fasilitas Kesehatan
Segera kunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau iritasi kulit. Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit kronis perlu mendapatkan perhatian lebih ketika abu vulkanik menyebar. Kelompok rentan dapat lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat paparan partikel di udara.



