Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelimuti Bumi dan memiliki peran penting bagi kehidupan. Atmosfer membantu mengatur suhu, melindungi Bumi dari radiasi berbahaya Matahari, serta menjadi tempat berlangsungnya berbagai fenomena cuaca. Berdasarkan perubahan suhu terhadap ketinggian, atmosfer Bumi terbagi menjadi beberapa lapisan utama.
Lalu, apa saja urutan lapisan atmosfer Bumi? Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari lapisan yang paling dekat dengan permukaan Bumi hingga lapisan terluar.
Apa Itu Atmosfer?
Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti Bumi dan dipertahankan oleh gaya gravitasi Bumi. Atmosfer tersusun atas berbagai gas, termasuk nitrogen, oksigen, dan argon. Lapisan ini sangat penting karena mendukung kehidupan serta berperan dalam berbagai proses cuaca dan iklim.
Atmosfer tidak memiliki batas yang benar-benar tegas dengan ruang angkasa. Semakin tinggi dari permukaan Bumi, kepadatan gas semakin berkurang hingga secara bertahap beralih ke ruang angkasa.
Urutan Lapisan Atmosfer Bumi
Secara umum, urutan lapisan atmosfer dari permukaan Bumi ke luar angkasa adalah:
Troposfer
Troposfer merupakan lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan Bumi. Ketinggiannya rata-rata sekitar 12 kilometer di wilayah lintang sedang dan dapat mencapai sekitar 18 kilometer di wilayah tropis.
Troposfer merupakan tempat berlangsungnya sebagian besar fenomena cuaca, seperti:
- Hujan
- Awan
- Angin
- Petir
- Badai
Lapisan ini juga memiliki kandungan uap air yang paling tinggi dibandingkan lapisan atmosfer lainnya. Karena itu, troposfer sangat berperan dalam pembentukan cuaca dan iklim sehari-hari.
Stratosfer
Di atas troposfer terdapat stratosfer, yang membentang sekitar 12 hingga 50 kilometer dari permukaan Bumi. Berbeda dengan troposfer, suhu di stratosfer cenderung meningkat seiring bertambahnya ketinggian.
Hal tersebut berkaitan dengan keberadaan lapisan ozon yang menyerap radiasi ultraviolet (UV) Matahari. Sebagian besar ozon atmosfer berada di stratosfer dan berfungsi membantu melindungi kehidupan di Bumi dari radiasi UV yang berbahaya.
Mesosfer
Mesosfer berada di atas stratosfer, yaitu sekitar 50 hingga 85 kilometer dari permukaan Bumi. Lapisan ini dikenal sebagai salah satu lapisan atmosfer yang sangat dingin.
Salah satu fungsi penting mesosfer adalah menjadi tempat sebagian besar meteoroid terbakar ketika memasuki atmosfer Bumi. Fenomena tersebut dari permukaan Bumi sering terlihat seperti bintang jatuh.
Termosfer
Setelah mesosfer terdapat termosfer, yang membentang mulai sekitar 85 kilometer hingga lebih dari 600 kilometer di atas permukaan Bumi. Suhu di lapisan ini dapat meningkat sangat tinggi karena adanya penyerapan radiasi Matahari berenergi tinggi.
Termosfer juga berkaitan dengan fenomena aurora, yaitu cahaya alami yang muncul akibat interaksi partikel bermuatan dengan atmosfer bagian atas. Wilayah ionosfer juga banyak berada pada ketinggian ini; BRIN menjelaskan bahwa atmosfer pada sekitar 60 hingga 1.000 kilometer didominasi gas terionisasi dan elektron bebas dalam bentuk plasma.
Eksosfer
Eksosfer merupakan lapisan atmosfer paling luar. Lapisan ini dimulai sekitar 600 kilometer dari permukaan Bumi dan secara bertahap bertransisi menuju ruang angkasa.
Kepadatan gas di eksosfer sangat rendah. Molekul-molekul gas di dalamnya dapat bergerak dengan jarak yang sangat jauh sebelum bertabrakan dengan molekul lainnya. Lapisan ini juga berkaitan dengan wilayah tempat satelit tertentu mengorbit Bumi.
Fungsi Atmosfer bagi Kehidupan
Atmosfer memiliki berbagai fungsi penting bagi kehidupan di Bumi, di antaranya:
- Menyediakan gas yang diperlukan makhluk hidup, seperti oksigen untuk respirasi.
- Melindungi Bumi dari radiasi berbahaya Matahari, terutama melalui lapisan ozon.
- Membantu mengatur suhu Bumi melalui proses alami di atmosfer.
- Menjadi tempat terjadinya fenomena cuaca, seperti hujan, awan, dan angin.
- Membantu membakar sebagian meteoroid sebelum mencapai permukaan Bumi



