5 Tanda Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi yang Wajib Bunda Kenali
Sebagai orang tua, Bunda tentu ingin memastikan si kecil tumbuh dengan sehat dan ceria. Namun, ada kondisi medis serius yang bisa dialami bayi, yaitu Penyakit Jantung Bawaan (PJB). PJB adalah kelainan struktur dan fungsi jantung yang telah ada sejak lahir. Bunda, kenali 5 tanda utama PJB pada bayi agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Tanda Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi
-
Bibir, Lidah, dan Jari Tampak Kebiruan (Sianosis)
Tanda yang paling sering terlihat dan mengkhawatirkan adalah sianosis. Ini adalah perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Contohnya, kebiruan ini dapat muncul jelas di area bibir, lidah, dan ujung-ujung jari.
Mengapa ini terjadi? Sianosis terjadi karena darah yang dipompa ke seluruh tubuh kekurangan oksigen. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi jenis tertentu menyebabkan masalah ini. Oleh karena itu, jika Bunda mengamati sianosis yang menetap atau muncul saat bayi menangis, segera bawa si kecil ke dokter.
-
Kesulitan Menyusu atau Minum Susu
Bayi sehat biasanya akan menyusu dengan kuat dan tanpa banyak jeda. Di sisi lain, bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi mungkin menunjukkan kesulitan menyusu.
Proses menyusu membutuhkan energi besar. Jantung yang bermasalah harus bekerja lebih keras. Akibatnya, bayi menjadi cepat lelah saat menyusu. Bunda mungkin melihat bayi berhenti menyusu berulang kali. Selain itu, bayi juga sering berkeringat banyak saat minum susu. Perhatikan durasi menyusu dan apakah si kecil menghabiskan porsi susunya.
-
Pernapasan Cepat dan Sesak Napas
Pernapasan yang cepat dan dangkal adalah indikasi bahwa jantung atau paru-paru bermasalah. Ini adalah tanda penting lain dari Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi.
Jantung dan paru-paru bekerja sama erat. Ketika jantung tidak memompa darah secara efisien, cairan dapat menumpuk di paru-paru. Hal ini menyebabkan bayi kesulitan bernapas. Oleh karena itu, si kecil mungkin terlihat bernapas lebih cepat dari normal. Bunda juga dapat melihat tarikan napas di bawah tulang rusuk atau leher bayi (retraksi).
-
Berat Badan Sulit Naik atau Pertumbuhan Terhambat
Pertumbuhan adalah indikator kesehatan utama pada bayi. Namun, Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi sering kali menghambat pertumbuhan ini.
Bayi dengan PJB mengeluarkan lebih banyak energi untuk fungsi tubuh dasar, terutama bernapas dan memompa darah. Energi yang seharusnya dipakai untuk tumbuh pun terpakai. Selain itu, kesulitan menyusu juga mengurangi asupan nutrisi.Perhatikan kurva pertumbuhan si kecil pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Jika berat badan tidak naik sesuai usia, ini bisa menjadi alarm penting. Ini adalah gejala lanjutan dari Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi.
-
Sering Terlihat Gampang Lelah
Bayi memiliki periode aktif dan tidur yang cukup teratur. Namun, bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi mungkin menunjukkan kelelahan yang tidak wajar.
Kelelahan ini tidak hanya terlihat saat menyusu. Bayi mungkin terlihat lesu dan kurang responsif. Mereka dapat tidur lebih lama dari biasanya atau terlihat lemah saat bermain. Tubuh si kecil berjuang keras untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Kelelahan yang ekstrem adalah salah satu bentuk respon tubuh terhadap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi.

