Jangan Sepelekan! Ini Tanda Leukemia (Kanker Darah) dan Tips Menjaga Kesehatan Darah
Leukemia atau kanker darah sering kali tidak menunjukkan gejala yang spesifik di awal. Banyak orang baru menyadari penyakit ini setelah kondisinya sudah cukup berat. Padahal, mengenali tanda leukemia sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), leukemia merupakan jenis kanker terbanyak pada anak di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan masyarakat umum untuk memahami gejala awal, penyebab, serta cara menjaga kesehatan darah agar tubuh tetap prima.
Selain itu, langkah pencegahan sederhana seperti menjaga pola makan sehat dan rutin memeriksakan diri ke dokter bisa menjadi cara efektif mengurangi risiko penyakit ini.
Kenali Tanda Leukemia yang Sering Diabaikan
Mengetahui tanda leukemia dapat membantu mendeteksi penyakit ini lebih cepat. Berikut beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan berdasarkan data dari Ayosehat.kemkes.go.id (dipublikasikan pada 5 September):
-
Tubuh terasa lemas, pucat, dan nafsu makan menurun
Kondisi ini sering dianggap sepele. Namun, jika berlangsung lama dan tidak membaik, bisa jadi merupakan tanda leukemia awal.
-
Demam berulang tanpa sebab jelas
Infeksi yang sering kambuh atau demam tanpa penyebab dapat menjadi petunjuk penting dari tanda leukemia.
-
Infeksi saluran pernapasan atau kulit berulang
Sistem imun penderita leukemia menurun, membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit.
-
Mudah memar atau gusi sering berdarah
Penurunan trombosit dalam darah menyebabkan tubuh mudah berdarah. Ini salah satu tanda leukemia yang paling khas.
-
Muncul bintik merah kecil di kulit (petekie)
Jika bintik merah muncul tanpa sebab dan tidak hilang meski ditekan, segera periksa ke dokter karena bisa menjadi tanda leukemia serius.
-
Nyeri tulang atau sendi
Rasa nyeri tanpa sebab yang jelas juga bisa menjadi tanda leukemia, terutama pada anak-anak.
-
Pembesaran hati, limpa, atau kelenjar getah bening
Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan nyeri, namun bisa dirasakan sebagai benjolan di leher, ketiak, atau perut.
Selain itu, tanda leukemia bisa muncul bersama kelelahan ekstrem, berat badan turun drastis, atau sering mimisan. Oleh karena itu, jika gejala ini muncul berulang, segera lakukan pemeriksaan darah lengkap di fasilitas kesehatan.
Faktor Risiko dan Penyebab Leukemia
Meski penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, para ahli menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya tanda leukemia, antara lain:
- Paparan radiasi tinggi (misalnya dari terapi medis atau lingkungan kerja tertentu).
- Paparan bahan kimia berbahaya seperti benzene.
- Riwayat keluarga dengan leukemia.
- Kebiasaan merokok atau gaya hidup tidak sehat.
Di sisi lain, sistem kekebalan tubuh yang lemah juga berperan besar. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah munculnya tanda leukemia sejak dini.

