Kenali Gejala Leptospirosis, Ancaman Serius Saat Musim Banjir
Musim banjir seringkali membawa kekhawatiran baru selain kerugian material. Salah satu ancaman kesehatan paling serius adalah Leptospirosis. Penyakit ini sering disebut “penyakit kencing tikus” di Indonesia.
Penyakit ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Berikut penjelasan mengenali gejala Leptospirosis sejak dini. Selain itu, kamu juga akan memahami cara mencegahnya.
Apa Itu Leptospirosis?
Leptospirosis adalah penyakit bakteri. Bakteri penyebabnya bernama Leptospira. Bakteri ini hidup di ginjal hewan pengerat. Contohnya seperti tikus.
Hewan yang terinfeksi akan mengeluarkan bakteri melalui urine. Urine tersebut kemudian mencemari air dan tanah. Saat banjir, bakteri ini menyebar luas.
Manusia bisa terinfeksi saat kulit terluka bersentuhan langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi.
Gejala Leptospirosis yang Wajib Kamu Waspadai
Mengenali gejala Leptospirosis sangat penting. Gejala awal seringkali mirip flu biasa. Hal ini membuat banyak orang sering mengabaikannya.
Masa inkubasi penyakit ini antara 2 hingga 30 hari. Rata-rata gejala muncul 10 hari setelah terpapar bakteri.
Berikut adalah gejala Leptospirosis yang paling umum:
- Demam Tinggi Mendadak
- Sakit Kepala Hebat
- Nyeri Otot terutama di area betis dan punggung. Ini adalah salah satu gejala Leptospirosis khas.
- Mata terlihat sangat merah dan sensitif terhadap cahaya.
- Menggigil mirip seperti gejala demam berdarah atau malaria.
- Mual dan Muntah disertai diare.
Apa yang Terjadi Jika Terkena Leptospirosis?
Jika bakteri masuk ke tubuh, bakteri akan menyebar melalui aliran darah. Bakteri ini bisa merusak pembuluh darah kecil. Akibatnya, pendarahan internal bisa terjadi. Pada kasus parah, penyakit ini menyebabkan Weil’s disease atau sindrom Weil. Ini adalah komplikasi serius. Gejala Leptospirosis pada tahap ini meliputi:
- Kulit dan mata menguning (jaundice)
- Gagal ginjal
- Gagal hati
- Pendarahan paru-paru
Kondisi ini membutuhkan penanganan medis darurat. Mengenali gejala Leptospirosis yang memburuk sangat krusial untuk bertahan hidup.
Cara Mencegah Leptospirosis Saat Banjir
-
Hindari kontak air banjir sebisa mungkin.
-
Gunakan APD seperti sepatu bot dan sarung tangan saat harus melewati banjir.
-
Tutup luka dengan perban kedap air.
-
Jaga kebersihan dengan mandi dan cuci tangan setelah terkena air kotor.
-
Kendalikan tikus dengan menjaga kebersihan lingkungan.
-
Cari pertolongan medis jika muncul gejala Leptospirosis.

