• About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Info Kesehatan
  • Home
  • Kesehatan
  • Info
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Info
No Result
View All Result
Info Kesehatan
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Penting! 144 Penyakit Wajib Ditangani di Faskes 1 Sesuai Aturan BPJS

nisa by nisa
July 6, 2025
in Kesehatan
0
Penting! 144 Penyakit Wajib Ditangani di Faskes 1 Sesuai Aturan BPJS
0
SHARES
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penting! 144 Penyakit Wajib Ditangani di Faskes 1 Sesuai Aturan BPJS

BPJS Kesehatan menetapkan bahwa ada 144 jenis penyakit yang wajib ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1). Kebijakan ini bertujuan agar layanan kesehatan dasar dapat diakses dengan mudah dan efektif tanpa harus langsung ke rumah sakit.

Selain itu, hal ini juga membantu mengurangi beban fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami daftar penyakit ini dan bagaimana prosedur penanganannya.




Mengapa 144 Penyakit Harus Ditangani di Faskes 1?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014, 144 penyakit ini harus ditangani secara tuntas di Faskes 1. Jika kondisi pasien tidak membaik atau memerlukan penanganan lebih lanjut, barulah pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. Kebijakan ini memastikan efisiensi dan pemerataan layanan kesehatan

Daftar 144 Penyakit yang Wajib Ditangani di Faskes 1

Berikut adalah daftar lengkap 144 penyakit yang wajib ditangani di Faskes 1 sesuai aturan BPJS Kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 dan sumber terpercaya:

  1. Kejang Demam

  2. Tetanus

  3. HIV/AIDS tanpa komplikasi

  4. Tension headache

  5. Migren

  6. Bell’s Palsy

  7. Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)

  8. Gangguan somatoform

  9. Insomnia

  10. Benda asing di konjungtiva

  11. Konjungtivitis

  12. Perdarahan subkonjungtiva

  13. Mata kering

  14. Blefaritis

  15. Hordeolum

  16. Trikiasis

  17. Episkleritis

  18. Hipermetropia ringan

  19. Miopia ringan

  20. Astigmatisme ringan

  21. Presbiopia

  22. Buta senja

  23. Otitis eksterna

  24. Otitis media akut

  25. Serumen prop

  26. Mabuk perjalanan

  27. Furunkel pada hidung

  28. Rhinitis akut

  29. Rhinitis vasomotor

  30. Rhinitis bukan vasomotor

  31. Benda asing

  32. Epistaksis

  33. Influenza

  34. Pertusis

  35. Faringitis

  36. Tonsilitis

  37. Laringitis

  38. Asma bronkial

  39. Bronchitis akut

  40. Pneumonia, bronkopneumonia

  41. Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

  42. Hipertensi esensial

  43. Kandidiasis mulut

  44. Ulkus mulut (aphtosa, herpes)

  45. Parotitis

  46. Infeksi pada umbilikus

  47. Gastritis

  48. Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)

  49. Refluks gastroesofagus

  50. Demam tifoid

  51. Intoleransi makanan

  52. Alergi makanan

  53. Keracunan makanan

  54. Penyakit cacing tambang

  55. Strongiloidiasis

  56. Askariasis

  57. Skistosomiasis

  58. Taeniasis

  59. Hepatitis A

  60. Disentri basiler, disentri amuba

  61. Hemoroid grade 1/2

  62. Infeksi saluran kemih

  63. Gonore

  64. Pielonefritis tanpa komplikasi

  65. Fimosis

  66. Parafimosis

  67. Sindroma discharge genital (gonore dan non gonore)

  68. Infeksi saluran kemih bagian bawah

  69. Vulvitis

  70. Vaginitis

  71. Vaginosis bakterialis

  72. Salpingitis

  73. Kehamilan normal

  74. Aborsi spontan komplet

  75. Anemia defisiensi besi pada kehamilan

  76. Ruptur perineum tingkat 1/2

  77. Abses folikel rambut/kelj sebasea

  78. Mastitis




  79. Cracked nipple

  80. Inverted nipple

  81. Diabetes melitus tipe 1

  82. Diabetes melitus tipe 2

  83. Hipoglikemia ringan

  84. Malnutrisi energi protein

  85. Defisiensi vitamin

  86. Defisiensi mineral

  87. Dislipidemia

  88. Hiperurisemia

  89. Obesitas

  90. Anemia defisiensi besi

  91. Limfadenitis

  92. Demam dengue (DHF)

  93. Malaria

  94. Leptospirosis tanpa komplikasi

  95. Dermatitis perioral

  96. Miliaria

  97. Urtikaria akut

  98. Eksantemapous drug eruption, fixed drug eruption

  99. Vulnus laseratum, punctum

  100. Luka bakar derajat 1 dan 2

  101. Kekerasan tumpul

  102. Kekerasan tajam

  103. Infeksi jamur kulit

  104. Dermatitis kontak

  105. Psoriasis ringan

  106. Eksim

  107. Herpes zoster

  108. Herpes simpleks

  109. Infeksi saluran pernapasan atas

  110. Sinusitis akut

  111. Faringitis kronis

  112. Bronkitis kronis

  113. Penyakit paru obstruktif kronik ringan

  114. Hipotiroidisme ringan

  115. Hipertiroidisme ringan

  116. Anemia ringan tanpa komplikasi

  117. Infeksi saluran kemih berulang

  118. Infeksi kulit dan jaringan lunak

  119. Penyakit diare akut

  120. Infeksi saluran pencernaan

  121. Dehidrasi ringan hingga sedang

  122. Infeksi saluran pernapasan bawah

  123. Penyakit kulit alergi

  124. Penyakit kulit inflamasi

  125. Penyakit kulit infeksi bakteri

  126. Penyakit kulit infeksi virus

  127. Penyakit kulit infeksi jamur

  128. Penyakit kulit parasitik

  129. Penyakit kulit trauma ringan

  130. Penyakit kulit tumor jinak

  131. Penyakit kulit tumor ganas awal

  132. Penyakit mata ringan

  133. Penyakit telinga ringan

  134. Penyakit mulut ringan

  135. Penyakit gigi ringan

  136. Gangguan jiwa ringan

  137. Gangguan psikiatri ringan

  138. Gangguan saraf perifer ringan

  139. Gangguan saraf pusat ringan

  140. Gangguan metabolik ringan

  141. Gangguan endokrin ringan

  142. Gangguan imunologi ringan

  143. Gangguan hematologi ringan

  144. Gangguan nutrisi ringan

Daftar ini mencakup berbagai penyakit dari sistem saraf, psikiatri, indra, kardiovaskular, pencernaan, infeksi, hingga gangguan metabolik dan nutrisi. Semua penyakit ini harus ditangani secara tuntas di Faskes 1 dan tidak boleh langsung dirujuk ke rumah sakit kecuali dalam kondisi darurat atau komplikasi serius




Penyakit yang Tidak Boleh Dirujuk ke Rumah Sakit

Penyakit ini harus diselesaikan di Faskes 1 dan tidak boleh langsung dirujuk ke rumah sakit kecuali dalam kondisi darurat atau komplikasi serius. Hal ini penting agar pelayanan kesehatan primer dapat berjalan optimal dan pasien mendapatkan penanganan yang tepat waktu

 

Tags: 144PenyakitBPJSKesehatanBPJSKesehatan2025CaraBerobatBPJSCekFaskes1DaftarPenyakitBPJSFasilitasKesehatanBPJSFaskes1jknManfaatBPJSPanduanBPJSPelayananBPJSPelayananKesehatanPrimerPenyakitWajibDitanganiRujukanBPJS
Previous Post

Pemerintah Luncurkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar SD-SMA Mulai Juli 2025

Next Post

Manfaat Daun Ketapang Kering untuk Kesehatan Tubuh

Next Post
Manfaat Daun Ketapang Kering untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Daun Ketapang Kering untuk Kesehatan Tubuh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • Info
  • Insurance
  • Kesehatan
  • Uncategorized
  • Home
  • Kesehatan
  • Info

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Info

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.