Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanakan penyembelihan sebanyak 58 ekor hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1444 H. Pemotongan hewan kurban dilaksanakan di Kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri, sebanyak 42 ekor, sisanya 16 ekor diserahkan kepada masyarakat sekitar dan beberapa daerah, salah satunya Desa Jaring Halus, Langkat, Rabu (28/6).

Rektor Prof. Dr. Agussani, MAP mengatakan, pemberian hewan kurban ke masyarakat merupakan kegiatan rutin setiap perayaan Idul Adha. Pemberian hewan kurban itu merupakan bentuk rasa syukur dan wujud kepedulian.
“Syukur alhamdulillah, kegiatan yang telah dilakukan secara rutin sejak beberapa tahun lalu, alhamdulillah saat ini masih kita lakukan. Inilah komitmen UMSU dalam hal kepedulian dan kebersamaan di Hari Raya Idul Adha. Tidak hanya di kampus Muchtar Basri tapi di 2 kampus UMSU lainnya,” ungkapnya.

“Mengingat kejadian mahasiswa kita beberapa waktu lalu, mari kita sama-sama menjaga situasi kampus. UMSU merasakan betul pentingnya keamanan dan hubungan yang baik dengan masyarakat,” kata Prof. Agussani. Dia berharap pada Idul Adha mendatang, di tengah ekonomi yang sulit, UMSU tetap mengupayakan pemberian hewan kurban sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.

“Prosesi ini sudah terlaksana sejak beberapa tahun lalu, UMSU selalu memberikan wujud kepedulian sosialnya. Alhamdulillah Pak Rektor, kami sudah menghitung warga yang berhak mendapatkan. Mudah-mudahan hewan kurban dari UMSU ini bermanfaat bagi warga. Semoga UMSU tetap berjaya dengan kepeduliannya,” kata Kepala Lingkungan 3.
Dia menegaskan sinergitas UMSU dengan pihak kelurahan selama ini cukup positif. Kehadiran UMSU dirasakan sangat positif bagi masyarakat sekitar sehingga perlu terus dijaga.
Selanjutnya Rektor menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada masyarakat Lingkungan 8 Gulugur Darat II Medan Timur. Jika tahun lalu UMSU memberikan 1 ekor, di tahun ini UMSU menepati janji dengan memberikan 2 ekor hewan kurban kepada masyarakat lingkungan 8.

Tidak hanya peningkatan dari segi jumlah, dari proses pelaksanaan pemotongan hewan qurban juga semakin baik dengan melibatkan dinas ketahanan pangan dan perternakan. Para petugas tersebut, memastikan kelayakan daging yang akan diserahkan masyatakat, jika ada daging yang tidak layak maka akan dimusnakan.

