Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kunjungan silaturahmi dan branchmarking ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kunjungan ini dilakukan pada Senin (20/10) di Ruang Rapat UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.

Kepala UPT. Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Phil. Saiful Akmal, MA menyampaikan kekaguman dan apresiasinya terhadap semangat, produktivitas dan efektivitas UMSU dalam mengelola program internasionalisasi maupun pemeringkatan.
“Alhamdulillah, sudah banyak yang saya lihat. UMSU ini paling efisien dan to the point. Semangat dan antusiasmenya berbeda. Kami datang ke sini untuk belajar dengan serius, Apalagi Pak Rektor kami sudah menyetujui program pembelajaran terkait internasionalisasi,” ujar Prof. Saiful menyampaikan tujuannya.

“Harapan kami ke depan adalah peningkatan akreditasi internasional. UIN Ar-Raniry termasuk dalam kampus unggul proyek internasionalisasi. Kami ingin belajar dari UMSU, terutama dalam hal pemeringkatan,” jelasnya.
Prof. Syaiful berharap agar kerja sama antara kedua universitas tidak berhenti pada penandatanganan MoU dan MoA, namun dilanjutkan dengan program berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan UMSU yang luar biasa dan kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini saja. Kita ingin ada kerja sama konkret, terutama terkait akreditasi dan pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA),” pungkasnya.

“Terima kasih atas kehadirannya di Medan Prof. Tentu kami yang muda-muda ini perlu juga banyak belajar dapat bimbingan dan arahan. Banyak hal yang bisa didiskusikan dan dipelajari. Kita saling sharing,” ujar Wakil Rektor III UMSU.
Dia memperkenalkan tentang konsep Kampus Terpadu UMSU, serta memaparkan perjalanan UMSU dalam meraih berbagai capaian internasional.
“Pada tahun 2021 kami mencoba mengikuti QS Rating, dan alhamdulillah pada tahun 2022 sudah mendapatkan hasilnya. Masyarakat sekarang, tentu melihat peringkat dan posisi universitas, maka itu penting bagi kami untuk terus ada dipemeringkatan internasional,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu strategi utama dalam mendukung akreditasi dan pemeringkatan internasional adalah menjaga keberadaan dan konsistensi data, termasuk melalui situs web resmi dan sistem informasi kampus.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir UMSU juga mengikuti Times Higher Education (THE) Impact Rankings, dan berhasil memperoleh capaian di beberapa kriteria unggulan. Terbaru, Empat program studi UMSU berhasil raih akreditasi FIBAA dari Jerman.
“Kami juga punya program internasional, dengan mengupayakan semua aktivitas menggunakan bahasa internasional. Selama ini kita sering berkunjung ke berbagai negara menjalin networking Internasional. Maka kami juga sering dikunjungi dari universitas atau lembaga Internasional,” katanya.
Wakil Rektor III UMSU menegaskan bahwa semangat internasionalisasi terus dikembangkan melalui berbagai program, termasuk memfasilitasi mahasiswa mengikuti Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris.
“Kami sebenarnya yang harus banyak belajar, karena masih dalam tahap merintis dan menapak. Tapi kami beranikan diri untuk internasionalisasi, dan alhamdulillah kini komunikasi internasional semakin mudah,” tuturnya.
Turut hadir Ketua OIC UMSU Rafieqah Nalar Rizky, M.A dan jajaran, Dekan FKIP UMSU Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd, WD 1 FKIP Dr. Dewi Kesuma Nasution, M.Hum, Ketua BIPA Dr. Cut Novita Srikandi, S.S., M.Hum serta rombongan dari UIN Ar-Raniry.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi lanjutan sebagai bagian dari benchmarking visit UIN Ar-Raniry.


