Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) sepakat menjalin kerjasama dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi dan rencana pendampingan pembukaan Fakultas Kedokteran UINSU.

Rektor UINSU Prof. Dr. Nurhayait dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat UMSU serta optimisme terhadap kerja sama yang telah dan akan terus dikembangkan.
“Kehadiran kami di sini memperkukuh kerja sama dari banyaknya kolaborasi yang telah kita lakukan,” ujar Prof. Nuhayati.

“Ini juga terkait tridharma perguruan tinggi, termasuk kolaborasi kita dalam bantuan penelitian. Kita juga berencana mendirikan Fakultas Kedokteran, dan UMSU menjadi pendamping kami untuk membuka fakultas tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera berdiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Nuhayati menegaskan komitmen UINSU untuk mewujudkan cita-cita pendirian Fakultas Kedokteran.
“Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat besar bagi kedua kampus. Tolong bantu dan bimbing kami. Ini tentu akan menjadi legacy yang besar bagi pembukaan Fakultas Kedokteran UINSU,” ungkapnya.

“Kita juga ada MoA dengan Pascasarjana untuk mencoba membuka prodi-prodi baru. Mudah-mudahan MoU ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.
Menyambut hal tersebut, Rektor UMSU Prof.Dr. Agussani, MAP dalam sambutannya, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran rombongan UINSU. Dia menegaskan bahwa hubungan antara UMSU dan UINSU sudah terjalin erat sejak lama.
“Sejarah kita dengan UINSU sangat luar biasa. Setiap agenda besar, kita sering bersama. Apa pun yang ada di UMSU, kami selalu terbuka untuk berkolaborasi. Dengan kerja sama ini tentu akan lahir produk-produk akademik yang bermanfaat, asalkan komitmen kedua lembaga terus berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Nanti UINSU dapat izin membuka fakultas kedokteran, tentu kita akan kolaborasikan. Inilah bentuk upaya keberhasilan bersama,” ungkapnya.
Dia menyampaikan sekilas pengalaman panjang UMSU dalam mendirikan fakultas kedokteran yang sempat ditolak beberapa kali sebelum akhirnya berhasil.
“Pada saat pendirian Fakultas Kedokteran, lima kali proposal kami ditolak. Setelah itu kami mendapat saran untuk mencari pendamping, dan UNSYIAH-lah yang mendampingi. Kini kami sudah membina tiga universitas untuk membuka fakultas kedokteran, yaitu Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, UMRI, dan Universitas Palu,” jelasnya.
Rektor UMSU juga menyatakan siap memberikan pendampingan kepada UINSU dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran tersebut.
“Walaupun fokus kita saat ini adalah pendampingan pembukaan Fakultas Kedokteran UINSU, tapi tidak menutup kemungkinan untuk kolaborasi lainnya,” pungkasnya.
Selain itu, Rektor UMSU mengajak UINSU untuk turut serta berpartisipasi dalam Muktamar Muhammadiyah mendatang, terutama dalam bentuk kegiatan pameran dan kolaborasi ilmiah.


