Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (US Dapertement State) menggelar sharing session program International Visitor Leadership Program (IVLP) dengan tajuk “Lead Today, Shape Tomorrow: Insight from Professionals”. Acara digelar di ruang rapat kampus UMSU Jalan Muchtar Basri No.3 Medan, pada Selasa (14/4).

Diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, yakni mahasiswa kelas Internasional UMSU, Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), UIN Sumatera Utara (UINSU), Universitas HKBP Nommensen, Universitas Medan Area (UMA), dan Universitas Pembangunan Panca Budi.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi IVLP di kampus UMSU.
“Selamat datang di UMSU, khususnya kepada Morgan. Salam dari Pak Rektor,” ujarnya.

Pada kesempatan ini dia memperkenalkan kampus dan menyampaikan secara singkat perhatian besar terhadap SDGs sehingga kami bergabung dalam Times Higher Education (THE).
Dia berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang kerja sama internasional di masa depan.
“Saya harap dengan informasi ini kita bisa berkolaborasi lebih lanjut dengan berbagai kegiatan lainnya. Terima kasih kepada IVLP yang sudah datang untuk berbagi pengetahuan kepemimpinan, ilmu, dan pengalaman tentang Amerika,” katanya.
WR III menyampaikan harapan agar mahasiswa Indonesia memiliki kesempatan merasakan pengalaman belajar di Amerika Serikat, “Semoga peserta di masa depan bisa merasakan kuliah di Amerika. Terima kasih, semoga merasa hangat berada di UMSU,” tambahnya.
Sementara itu, Public Relations Konsulat Amerika Serikat, Joshua Gonzalez, dalam sambutannya menekankan pentingnya kepemimpinan bagi generasi muda.
“Kepada para mahasiswa di ruangan ini, program-program ini untuk kita semua. Judul kegiatannya Pimpin Hari Ini, Bentuk Masa Depan. Saya suka itu karena menurut saya membentuk masa depan sangat penting,” ujarnya.
Dia mengajak mahasiswa untuk mulai memikirkan kualitas kepemimpinan sejak dini.
“Membentuk mimpi bukanlah sesuatu yang hanya dimulai begitu saja. Sekarang saya ingin bertanya, apa yang menurut Anda dibutuhkan oleh seorang pemimpin? Hari ini mari kita manfaatkan kesempatan untuk belajar dari para pembicara publik kita,” kata Joshua.
Menurutnya, kepemimpinan yang efektif membutuhkan kolaborasi dan pertukaran gagasan.
“Menjadi pemimpin yang efektif perlu terhubung dan bertukar ide satu sama lain. Hari ini kesempatan yang bagus untuk belajar dari pembicara yang berpengalaman,” jelasnya.
Sementara itu, International Visitor Exchange Specialist dari U.S. Department of State Bureau of Educational and Cultural Affairs sekaligus IVLP Officer, Morgan Fagioli, memaparkan sejarah panjang program IVLP.
“Kemarin kami merayakan 85 tahun IVLP. Sejak 1940 sudah ada sekitar 4.000 program dengan lebih dari 19.000 alumni,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa IVLP bukan sekadar program studi tur, melainkan pengalaman kepemimpinan berbasis praktik.
“IVLP bukan program studi tur, tetapi program dari para pemimpin untuk pengalaman kepemimpinan. Misalnya peserta bisa belajar langsung tentang manajemen hutan dan bertemu dengan para pakar,” katanya.
Morgan menegaskan bahwa rasa ingin tahu menjadi kunci utama dalam kepemimpinan.
“Rasa penasaran adalah hal yang penting untuk menjadi pemimpin. Program ini membantu para peserta menyadari bahwa rasa penasaran harus terus dicari,” ujarnya.
Morgan juga mendorong mahasiswa untuk mulai mengenali potensi kepemimpinan diri.
“Bagaimana potensi kepemimpinan yang kalian miliki dan bagaimana kalian menjadi pemimpin di masa depan, itulah yang ingin dikembangkan melalui IVLP. Program ini unik karena setiap proyek berfokus pada satu tema prioritas yang ingin dipelajari peserta,” pungkasnya.
Kegiatan sharing session ini menjadi ruang dialog internasional bagi mahasiswa untuk memahami kepemimpinan global, sekaligus memperluas jaringan akademik dan profesional lintas negara.




