Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Hafidz Muksin, S.sos., M.Si mengapresiasi penampilan seni mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Kamis (4/6) pada acara Seminar BIPA Internatisional 2026 di Auditorium kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.

Hafiz berharap mahasiswa asing UMSU diberi ruang lebih luas untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia mereka.
“Saya harapkan para pemelajar BIPA yang kuliah di UMSU bisa mendemonstrasikan dalam ajang Festival Handai tingkat perguruan tinggi yang mungkin nanti bisa mengajak dari perguruan tinggi lain yang ada di Sumatera Utara untuk tampil menjadi ruang apresiasi kita bersama di sini.”
Pada kesempatam ini, Hafiz memuji penampilan mahasiswa asing yang membacakan puisi pada pembukaan acara.
“Tadi ada mahasiswa yang sudah belajar baca puisi Sapardi Djoko Damono. Sangat dijiwai sekali ya, sampai dia sedih itu ya.”

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 61 negara yang memiliki program BIPA dengan lebih dari 770 lembaga penyelenggara.
“Saat ini sudah ada 61 negara di dunia yang memiliki program bahasa Indonesia bagi penutur asing,” ujarnya.
Sebelumnya, Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd menyampaikan bahwa kerja sama dengan Badan Bahasa harus menghasilkan program nyata yang bermanfaat bagi pengembangan bahasa Indonesia.
“Kita harapkan bukan hanya sekadar ditandatangani di atas kertas, tapi ada tindak lanjut ke depan yang bisa kita kolaborasikan,” kata Akrim.
Dia juga menyatakan kesiapan UMSU untuk menjadi pusat uji kompetensi bahasa Indonesia di Sumatera Utara, “Kita siap untuk menjadi tempat uji kompetensi bahasa Indonesia,” katanya.

“Kami bisa melaporkan bahwa ada 63 mahasiswa internasional UMSU yang sedang aktif belajar di Lembaga BIPA UMSU. Mereka berasal dari Yaman, Kamboja, Inggris, Nigeria, Sudan, dan Thailand,” katanya.
Menurutnya, seminar ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang untuk membangun komitmen bersama dalam menghadapi tantangan pengajaran BIPA.
“SEBIPA 2026 ini bukan sekadar forum akademik, tetapi ini adalah ruang di mana kita sebenarnya perlu jujur bahwa banyak sekali tantangan untuk menjadi seorang pengajar BIPA,” ujarnya.
Seminar Internasional BIPA 2026 diikuti 306 peserta di antaranya 193 pemakalah yakni 40 pemakalah umum luring, tujuh pemakalah umum kategori daring, 146 mahasiswa kategori luring dan daring (nasional maupun internasional) serta 113 orang seminar non-pemakalah.
Seminar Internasional BIPA 2026 diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kualitas pengajaran BIPA, serta mempercepat upaya internasionalisasi bahasa Indonesia menuju target menjadi bahasa internasional pada masa mendatang.



