“Ketika melihat peluang, ambil kesempatannya dan coba dulu.”
Itulah prinsip Imtiyaz Alnatanisa, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara program studi Manajemen Kelas Internasional Fakulats Ekonomi dan Bisnis yang meraih juara satu pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara.
Putri tunggal dari Agus Salim dan Erlinda Fitri yang lahir di Jakarta pada 19 Desember 2004 ini dikenal sebagai pribadi aktif, berprestasi, dan memiliki semangat kuat untuk terus berkembang melalui berbagai pengalaman akademik maupun nonakademik.

Perjalanan Imtiyaz mengikuti Pilmapres di semester enam, berawal dari dorongan untuk mencoba tantangan baru serta dukungan dari dosen pembimbing yang terus memotivasi dirinya untuk berkembang. Berbekal pengalaman, prestasi, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan, ia mengikuti seleksi Pilmapres tingkat fakultas dan berhasil melaju hingga tingkat universitas. Kepercayaan tersebut kemudian membawanya menjadi wakil UMSU dalam seleksi Pilmapres tingkat LLDIKTI hingga nasional.
Meskipun sempat merasa ragu untuk bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi lainnya, dukungan dari dosen, teman, dan lingkungan sekitar memberinya keyakinan untuk terus melangkah dan membuktikan kemampuannya.

Tantangan terbesar yang dihadapinya selama proses seleksi adalah menjaga mental dan semangat di tengah padatnya aktivitas serta berbagai persiapan yang harus dilakukan secara bersamaan. Namun, setiap kali merasa lelah, ia selalu mengingat perjalanan panjang yang telah ditempuh dan menjadikannya motivasi untuk terus memberikan yang terbaik.
Salah satu momen paling berkesan selama mengikuti Pilmapres adalah kesempatan bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara. Ia mengaku, tidak hanya memperoleh pengalaman kompetisi, tetapi juga membangun relasi, bertukar inspirasi, dan belajar dari berbagai perspektif baru.

“Tangguh dalam proses, terus bertumbuh melalui pengalaman, dan percaya bahwa setiap langkah kecil bisa menjadi jalan untuk memberdayakan orang lain.”
Selama menjadi mahasiswa, mahasiswai ini telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Di tingkat internasional, ia berhasil meraih Champion pada International Public Speaking Competition, mengikuti Global Cultural Exposure di Penang Malaysia, serta meraih Juara 1 Kategori Excellent Performance dalam International Risk Management Roleplay Competition yang diselenggarakan oleh Faculty of Accountancy UiTM Malaysia pada tahun 2025. Di tingkat nasional, ia memperoleh Bronze Medal dan Favorite Poster Award pada Pekan Ilmiah Muda Nasional IV.
Tidak hanya aktif dalam kompetisi, Imtiyaz juga terlibat dalam berbagai program pengabdian dan kolaborasi internasional. Ia pernah menjadi delegasi dalam SULAM Project Malaysia yang berkolaborasi dengan UMSU, melakukan analisis bisnis terhadap UMKM dan memberikan rekomendasi pengembangan usaha secara langsung. Pengalaman tersebut memperkaya kemampuannya dalam kerja sama tim, komunikasi lintas budaya, dan pemecahan masalah. Selain itu, ia aktif dalam edukasi kesehatan remaja, pencegahan kanker serviks, dan stunting melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dedikasinya dalam pengembangan generasi muda juga mengantarkannya menjadi Runner Up 1 Putri Duta GenRe Kota Binjai 2024.
Bagi Imtiyaz, motivasi untuk berprestasi berawal dari keinginannya menjadi sosok yang ia impikan di masa depan. Ia meyakini bahwa setiap pencapaian membutuhkan proses panjang yang penuh tantangan, kelelahan, dan kegagalan. Namun, justru dari proses tersebut ia menemukan ruang untuk bertumbuh dan terus belajar.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya tentang memperoleh ilmu di ruang kelas, tetapi juga tentang keberanian mencari pengalaman, memperluas wawasan, dan membuka peluang untuk mengembangkan potensi diri. Karena itu, ia aktif mengikuti kompetisi, organisasi, kegiatan sosial, serta berbagai program nasional dan internasional yang membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan daya juangnya.
Diri sendiri di masa lalu adalah sosok inspirasinya untuk tumbuh lebih baik. Setiap pengalaman, mulai dari mengikuti kompetisi hingga mewakili kampus dalam berbagai kegiatan, menjadi bukti bahwa pertumbuhan terjadi ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman dan terus melangkah meskipun menghadapi kesulitan.



