Pusat Bahasa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (PUSBA UMSU) menggelar pembukaan the 3rd National Languages Contest (NLC) 2026 yang diikuti lebih dari 800 peserta dari berbagai sekolah. Kegiatan yang sekaligus memperingati bulan bahasa dilaksanakan pada Senin (2/11) di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.

Dia mengatakan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, UMSU memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kompetensi, dan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan untuk berpartisipasi aktif dalam komunitas global.
“Kegiatan seperti National Languages Contest sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengembangkan kemampuan, menampilkan bakat, menantang diri sendiri, dan memperoleh pengalaman yang sangat berharga,” jelasnya.

Pertumbuhan tersebut, menurutnya, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya penguasaan bahasa dalam menghadapi tantangan global. Penyelenggaraan kegiatan ini selaras dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dalam meningkatkan kompetensi bahasa, literasi global, dan perluasan akses pendidikan internasional bagi masyarakat luas.
“Jangan takut untuk membuat kesalahan, karena setiap usaha adalah bagian dari proses belajar. Ingatlah bahwa kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan piala atau menerima sertifikat, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri, menemukan potensi diri, dan menyuarakan pandangan kalian,” pesannya.

“Pada penyelenggaraan pertama NLC tahun 2024, kita menyambut sekitar 250 peserta. Kemudian pada tahun 2025, jumlahnya meningkat menjadi hampir 600 peserta. Dan sekarang, pada tahun 2026, kita memiliki lebih dari 800 peserta yang bergabung dalam kegiatan NLC,” ujar Rafi’i.
Dia mengatakan keberadaan PUSBA UMSU tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan program bahasa, asesmen, maupun tes kemampuan bahasa di lingkungan universitas. Lebih dari itu, pusat bahasa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas, termasuk sekolah, perusahaan, dan kalangan profesional.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar bersama EducationUSA yang menghadirkan Advisor EducationUSA Medan, Dimas Firdaus Samudra. Sesi seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperluas wawasan peserta mengenai informasi dan peluang pendidikan, khususnya terkait akses pendidikan di Amerika Serikat.


