
Dia menegaskan, jika dikaitkan dengan konteks ajaran Islam, membaca merupakan sesuatu yang sangat diutamakan dan dianjurkan. Bahkan, wahyu pertama diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah tentang perintah Iqra yang artinya membaca.
Dia mengatakan, harus diakui membaca belum menjadi kebutuhan primer, bahkan berdasarkan hasil penelitian lembaga internasional minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dan tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain.

Melihat kondisi, lanjut Muhammad Arifin Gultom dirinya kembali bertanya mana lebih banyak buku tulis atau buku bacaan. “Semua mahasiswa mengatakan buku tulis. Maka bisa diambil kesimpulan sementara mahasiswa masih berharap perkuliahan itu dari omongan dosen, tidak dilengkapi dengan buku-buku bacaan yang sebenarnya sudah disampaikan oleh dosen karena memang tidak mungkin satu kali pertemuan tatap muka materi bisa tersampaikan maka harus diimbangi dengan membaca, tuturnya”.
Dia berharap, keberadaan perpustakaan yang ada di UMSU bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh segenap civitas akademika. “Bukan cuma mahasiswa, tapi juga termasuk dosen,” ujarnya.
WR I sangat mengapresiasi langkah Perpustakaan UMSU menyambut koleksi buku-buku baru ini dengan program khusus sehingga kehadiran buku ini kesannya lebih terhormat dan dapat dilayankan dengan baik.
Dekan FKIP UMSU, Dr Elfrianto, MPd sangat mengapresiasi langkah Perpustakaan UMSU yang mengadakan launching buku baru. Buku-buku tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan wawasan mahasiswa dan membantu tugas-tugas perkuliahan.
Halimah, mahasiswa FKIP UMSU juga ikut bangga terhadap gebrakan yang dilakukan Perpustakaan UMSU. Dirinya bahkan datang lebih awal agar bisa meminjam buku-buku yang diinginkan. “Dua hari lalu saya sudah menemukan buku-buku yang ingin dipinjam. Makanya, saya datang lebih awal supaya buku incaran saya bisa saya pinjam. Ini langkah yang sangat baik agar mahasiswa UMSU lebih cinta terhadap perpustakaan,” katanya.


