Pengertian Haji Ifrad dan Cara Pelaksanaannya
Haji ifrad adalah salah satu jenis pelaksanaan ibadah haji dalam agama Islam. Kata “Ifrad” berasal dari bahasa Arab yang berarti “memisahkan” atau “menyendiri”. Dalam konteks ibadah haji, Haji Ifrad berarti melaksanakan ibadah haji secara terpisah dari umrah.
Seorang jamaah yang memilih Haji Ifrad hanya melakukan rangkaian manasik haji terlebih dahulu, kemudian baru melaksanakan umrah setelah selesai melaksanakan semua ritual haji.
Tata Cara Pelaksanaan Haji Ifrad
Tata cara haji ifrad adalah mengerjakan haji lebih dulu. Jika telah selesai, maka bisa dilanjutkan ihram untuk umrah serta mengerjakan amalan-amalan umrah lainnya. Menurut buku Fiqh As-Sunnah Jilid 3 karya Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap dkk, jemaah yang mengerjakan haji ifrad sebaiknya mengucapkan lafaz talbiyah.
Rangkaian Kegiatan Haji Ifrad
- Ihram di miqat untuk haji
- Tawaf qudum
- Sa’i haji
- Tanggal 8 Dzulhijjah, masih keadaan ihram
- Tanggal 9 Dzulhijjah, wukuf di Arafah
- Tanggal 10 Dzulhijjah, mabit di Muzdalifah
- Lempar jumrah Aqabah
- Tahalul Awal
- Tawaf Ifadhah
- Tahalul Tsani
- Mabit di Mina
- Tanggal 11 Dzulhijjah, lempar tiga jumrah
- Tanggal 12 Dzulhijjah, lempar tiga jumrah
- Meninggalkan Mina untuk Nafar Awal
- Tanggal 13 Dzulhijjah, lempar tiga jumrah
- Meninggalkan Mina untuk Nafar Tsani
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa haji ifrad adalah salah satu jenis pelaksanaan ibadah haji yang memungkinkan jamaah untuk melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan umrah.
Tata cara haji ifrad meliputi mengerjakan haji lebih dulu, mengucapkan lafaz talbiyah, dan melaksanakan amalan-amalan umrah lainnya. Oleh karena itu, haji ifrad menjadi salah satu pilihan yang sesuai bagi jamaah haji yang ingin melaksanakan ibadah haji secara terpisah dari umrah.














