Waspada Terkena Angin Duduk! Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Angina pectoris, yang juga dikenal sebagai angin duduk, adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di dada yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Ini terjadi karena pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan, yang bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti penumpukan lemak atau kolesterol berlebih dalam tubuh.
Angin duduk lebih sering dialami oleh orang yang memiliki penyakit jantung koroner, di mana pembuluh darah jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan sebagian. Gejalanya seringkali muncul tiba-tiba, terutama saat seseorang sedang melakukan aktivitas fisik yang berat dan menuntut kerja ekstra dari jantung.
Penjelasan lengkapnya adalah bahwa angina pectoris atau angin duduk adalah gejala yang umum terjadi pada penyakit jantung koroner. Hal ini terjadi ketika otot jantung kekurangan pasokan oksigen karena pembuluh darah yang memasok darah ke jantung terhambat oleh pembentukan plak lemak atau kolesterol.
Gejala ini dapat muncul sebagai rasa tekanan, nyeri, atau sesak di dada, dan sering kali dipicu oleh aktivitas fisik yang berat atau stres. Pengelolaan angina pectoris melibatkan pengendalian faktor risiko seperti diet sehat, olahraga teratur, penggunaan obat-obatan, dan jika diperlukan, prosedur medis seperti pemasangan stent atau operasi bypass jantung.
Penyebab Angin Duduk
Penyebab angin duduk adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner di jantung. Hal tersebut akan membuat aliran darah yang membawa oksigen ke jantung jadi terhambat atau bahkan terhenti. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya angin duduk pada seseorang. Hal tersebut di antaranya:
- Mengidap penyakit diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), atau kolesterol tinggi
- Mengidap penyakit jantung, seperti gangguan struktur jantung serta pembengkakan jantung
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Jarang berolahraga
- Gaya hidup tidak sehat, seperti mengonsumsi alkohol berlebihan dan merokok
- Berusia di atas 45 tahun
- Olahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu
Gejala Angin Duduk
Gejala angin duduk yang paling umum dirasakan oleh penderitanya adalah nyeri pada bagian dada. Selain nyeri pada bagian dada, ada gejala angin duduk lainnya yang penting untuk Anda ketahui. Adapun gejala lain dari angin duduk adalah sebagai berikut:
Nyeri pada bagian dada. Biasanya nyeri dada ini memiliki ciri-ciri yang khas, yaitu terasa seperti ditekan atau tertimpa benda berat di bagian dada. Rasa nyeri ini juga disertai rasa terbakar yang menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
- Sesak napas
- Pusing dan mual
- Sebelum terjadi serangan, tubuh mudah merasa lelah
- Pingsan
- Keringat dingin
Cara Mencegah Angin Duduk
Untuk menghindarinya, ada beberapa cara mencegah angin duduk yang dapat Anda lakukan, seperti menerapkan pola hidup sehat. Adapun pola hidup sehat yang dapat dilakukan sebagai upaya mencegah angin duduk adalah sebagai berikut:
- Mengonsumsi makanan sehat serta bergizi seimbang. Anda juga dapat melengkapi menu harian dengan berbagai macam makanan sehat untuk jantung.
- Berhenti merokok.
- Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
- Diet untuk menjaga berat badan agar tetap ideal.
- Olahraga secara rutin.
- Rutin mengontrol tekanan darah.
- Rutin mengontrol kadar kolesterol serta gula darah dalam tubuh.
Cara Mengatasi Angin Duduk
Agar penyakit angin duduk ini tidak menimbulkan gejala yang lebih parah, berikut adalah cara mengatasi angin duduk yang bisa dilakukan:
-
Dapatkan Posisi Tubuh yang Nyaman
Dikutip dari situs St John Ambulance, jika kamu atau ada seseorang yang terkena angin duduk, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mencari posisi yang baik dan nyaman. Misalnya dengan duduk atau menyandarkan bagian punggung. Kemudian, usahakan posisi kaki terlipat dan gunakan bantal untuk mengganjal paha dan betis.
-
Mengkonsumsi Obat
Langkah berikutnya sebagai cara untuk mengatasi angin duduk yaitu mengkonsumsi obat khusus angin duduk yang tentunya atas saran dari dokter. Pilihan lain yang bisa dilakukan yaitu memberikan satu butir obat aspirin. Namun, hal ini aman dilakukan apabila kamu tidak memiliki alergi.
-
Istirahat
Ketika terkena angin duduk tapi belum ada bantuan medis, beristirahatlah. Hentikan semua aktivitas yang sedang dilakukan, hingga respon rasa nyeri itu menurun.
-
Lakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR)
Alternatif cara mengatasi gejala angin duduk lainnya yaitu dengan CPR. Adapun langkah-langkah untuk melakukan CPR antara lain:
- Menekan dada dengan kedua tangan posisi menumpuk
- Tekan dada sebanyak 30 kali, dengan posisi tangan tetap di dada
- Saat melakukannya, tekan dada sedalam 5-6 cm
- Apabila cara di atas tidak mendapat respon, lakukan napas buatan segera














