Cara mengetahui titik lokasi kebakaran lewat Google Maps dapat dilakukan dengan memanfaatkan fitur Kebakaran Hutan (Wildfires). Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi mengenai kebakaran hutan yang terdeteksi di wilayah tertentu, termasuk perkiraan area terdampak dan informasi terkait apabila tersedia.
Selain Google Maps, masyarakat di Indonesia juga dapat menggunakan data hotspot dari BMKG untuk memperoleh informasi mengenai indikasi titik panas yang terdeteksi satelit.
Apa Itu Fitur Kebakaran Hutan di Google Maps?
Fitur Kebakaran Hutan atau Wildfires merupakan salah satu informasi krisis yang dapat ditampilkan di Google Maps. Ketika terdapat kebakaran hutan yang terdeteksi dan informasinya tersedia, Google Maps dapat menampilkan peringatan, ikon kebakaran, atau perkiraan area yang terdampak.
Google menjelaskan bahwa informasi kebakaran dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk peringatan SOS dan data dari sumber terkait. Sistem juga menggunakan data satelit untuk membantu mendeteksi perubahan panas dan kondisi permukaan yang dapat mengindikasikan kebakaran.
Cara Melihat Titik Kebakaran di Google Maps
Berikut langkah-langkah yang dapat dicoba:
Buka Google Maps
Buka aplikasi Google Maps melalui HP atau akses Google Maps melalui komputer.
Jika ingin melihat lokasi tertentu, Anda dapat memperbesar peta pada wilayah yang ingin diperiksa.
Pilih Menu Lapisan
Pada aplikasi Google Maps:
- Buka Google Maps.
- Ketuk ikon Lapisan.
- Cari pilihan Kebakaran Hutan atau Wildfires.
- Aktifkan lapisan tersebut.
- Perbesar peta pada wilayah yang ingin diperiksa.
Google menyebutkan bahwa informasi kebakaran hutan hanya dapat terlihat pada tingkat zoom tertentu. Jadi, jika informasi belum terlihat, coba perbesar peta.
Cari Kebakaran dengan Kolom Pencarian
Anda juga dapat menggunakan kolom pencarian Google Maps.
Masukkan kata kunci seperti:
- kebakaran hutan
- kebakaran hutan Indonesia
- kebakaran hutan Sumatera
kebakaran hutan Kalimantan - wildfires
- nama lokasi kebakaran
Google Maps dapat menampilkan lapisan atau informasi kebakaran jika tersedia pada wilayah yang dicari.
Perhatikan Ikon Kebakaran
Jika tersedia, Google Maps dapat menampilkan ikon kebakaran hutan atau lingkaran merah kecil.
Selain itu, peta dapat menggunakan warna tertentu untuk menunjukkan perkiraan area kebakaran. Warna merah menunjukkan area yang diperkirakan memiliki titik kebakaran aktif dengan tingkat kepastian lebih tinggi, sedangkan warna kuning menunjukkan tingkat kepastian lebih rendah.
Klik Ikon atau Area Kebakaran
Ketuk ikon kebakaran atau area yang ditampilkan pada peta.
Jika informasi tersedia, Google Maps dapat menampilkan lembar informasi krisis yang berisi detail peristiwa, pembaruan, berita terkait, serta informasi dari pihak berwenang.
Apakah Titik Kebakaran di Google Maps Akurat?
Informasi pada Google Maps tidak boleh dianggap sebagai koordinat pasti lokasi api.
Google menjelaskan bahwa sistem mendeteksi kebakaran menggunakan data satelit dan citra termal. Karena keterbatasan resolusi satelit, area yang ditampilkan dapat berbeda dari kondisi kebakaran sebenarnya.
Artinya, titik atau area yang muncul di Google Maps lebih tepat dipahami sebagai indikasi atau perkiraan lokasi kebakaran, bukan selalu batas sebenarnya dari api.
Cara Memastikan Lokasi Kebakaran
Jika menemukan titik kebakaran di Google Maps, lakukan pengecekan tambahan:
- Google Maps → lihat lokasi → cek koordinat → cek sumber resmi → bandingkan kondisi lapangan.
Hal ini penting karena informasi Google Maps berbasis deteksi satelit tidak selalu menggambarkan kondisi api secara langsung. Google sendiri menyarankan pengguna memeriksa sumber resmi untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Apa Perbedaan Titik Kebakaran dan Lokasi Kebakaran Sebenarnya?
Titik yang terlihat pada peta tidak selalu berarti terdapat api yang sedang terlihat secara langsung di lokasi tersebut.
Sensor satelit dapat mendeteksi anomali panas, kemudian sistem mengolah data tersebut menjadi informasi kebakaran. Oleh karena itu, titik yang muncul sebaiknya dipahami sebagai indikasi atau perkiraan, bukan bukti bahwa seluruh wilayah tersebut sedang terbakar.
Faktor seperti tutupan awan, resolusi sensor, waktu pengambilan data, dan karakteristik permukaan dapat memengaruhi hasil deteksi.



